Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Cara Belajar Gen Z: Notes Aesthetic atau Active Recall?

Cara Belajar Gen Z: Notes Aesthetic atau Active Recall?
Ilustrasi belajar (pexels.com/cottonbro studio)
Share Article

Di era TikTok dan Instagram, belajar tidak lagi sekadar membuka buku lalu mencatat. Banyak pelajar dan mahasiswa Gen Z mulai membuat catatan berwarna-warni, menggunakan highlighter pastel, stiker lucu, hingga tata letak yang estetik. Fenomena notes aesthetic bahkan menjadi tren tersendiri di media sosial karena dianggap membuat belajar terasa lebih menyenangkan.

Namun di saat yang sama, para ahli pendidikan semakin sering merekomendasikan metode lain yang disebut active recall. Lalu, jika tujuan utamanya adalah memahami dan mengingat pelajaran, mana yang sebenarnya lebih efektif: notes aesthetic atau active recall?

1. Kenapa notes aesthetic disukai banyak Gen Z?

belajar
Ilustrasi belajar (pexels.com/Photo by Mikhail Nilov)

Tidak bisa dimungkiri bahwa catatan yang rapi dan menarik secara visual dapat meningkatkan motivasi belajar. Warna, ilustrasi, dan tata letak yang teratur membuat materi terlihat lebih mudah dipahami dibandingkan halaman penuh tulisan hitam-putih.

Lingkungan belajar yang menyenangkan memang dapat meningkatkan minat seseorang untuk membuka kembali materi pelajaran. Ketika seseorang menikmati proses belajar, kemungkinan untuk konsisten belajar juga menjadi lebih besar. Tapi tentu catatan yang indah belum tentu membuat informasi tersimpan lebih lama dalam ingatan.

 

2. Apa itu active recall dan mengapa banyak ahli merekomendasikannya?

Ilustrasi belajar (pexels.com/Photo by cottonbro studio)
Ilustrasi belajar (pexels.com/Photo by cottonbro studio)

Active recall adalah teknik belajar dengan cara memaksa otak mengingat informasi tanpa melihat catatan. Contohnya, setelah membaca satu bab, kamu menutup buku lalu mencoba menjelaskan kembali isi materi menggunakan kata-kata sendiri.

Menurut para peneliti memori dari Washington University, Henry L. Roediger III dan Andrew C. Butler, proses mengingat kembali informasi ternyata bukan sekadar mengukur pengetahuan. Tetapi juga memperkuat pembelajaran itu sendiri.

"Latihan pengambilan informasi (retrieval practice) sebenarnya merupakan penguat mnemonik yang ampuh, seringkali menghasilkan peningkatan besar dalam retensi jangka panjang dibandingkan dengan belajar berulang," jelasnya dalam jurnal The Critical Role of Retrieval Practice in Long-Term Retention.

Dengan kata lain, setiap kali seseorang berusaha mengingat jawaban tanpa melihat catatan, otaknya sedang membangun jalur memori yang lebih kuat. Karena itulah active recall sering disebut sebagai salah satu metode belajar paling efektif yang didukung penelitian ilmiah.

3. Mana yang lebih kuat untuk mengingat jangka panjang?

Ilustrasi belajar (unsplash.com/Photo by Eliott Reyna)
Ilustrasi belajar (unsplash.com/Photo by Eliott Reyna)

Jika tujuan utamanya adalah mengingat informasi dalam waktu lama, penelitian menunjukkan active recall unggul dibanding sekadar membaca ulang atau melihat catatan. Jeffrey D. Karpicke, profesor psikologi dan peneliti memori dari Purdue University, menjelaskan bahwa proses belajar yang paling efektif terjadi ketika seseorang berlatih mengambil informasi dari memori.

"Mempraktikkan pengambilan kembali tidak hanya menghasilkan pembelajaran hafalan dan sementara; tetapi menghasilkan pembelajaran yang bermakna dan jangka panjang," jelasnya dalam jurnal Retrieval-Based Learning: Active Retrieval Promotes Meaningful Learning dikutip dari Sage Journals.

"Namun, praktik pengambilan kembali adalah alat yang kurang disadari oleh banyak siswa dan tidak digunakan sesering yang seharusnya. Pengambilan kembali aktif adalah strategi yang efektif tetapi kurang dihargai untuk meningkatkan pembelajaran yang bermakna," tambahnya.

4. Apakah notes aesthetic berarti tidak berguna?

Ilustrasi berpikir (unsplash.com/Photo by Vitaly Gariev)
Ilustrasi berpikir (unsplash.com/Photo by Vitaly Gariev)

Tentu tidak. Notes aesthetic tetap memiliki manfaat, terutama pada tahap awal pembelajaran. Catatan yang terorganisir dengan baik dapat membantu otak memahami hubungan antar konsep dan membuat materi lebih mudah dicari kembali.

Justru masalah muncul ketika seseorang berhenti membuat catatan. Mungkin banyak dari kamu menghabiskan berjam-jam mempercantik halaman tetapi jarang menguji pemahamannya sendiri. Akibatnya, kamu mengenali materi saat melihat catatan, tetapi kesulitan menjawab soal tanpa bantuan. Jadi belajar yang efektif terjadi ketika kamu berusaha memanggil informasi dari ingatan, bukan hanya melihatnya berulang kali.

5. Kombinasi notes aesthetic dan active recall bisa jadi solusi terbaik

Ilustrasi belajar (pexels.com/cottonbro studio)
Ilustrasi belajar (pexels.com/cottonbro studio)

Daripada memilih salah satu, lebih baik kamu menggabungkan keduanya. Notes aesthetic dapat digunakan untuk merangkum materi, sedangkan active recall digunakan untuk menguji pemahaman setelahnya.

Misalnya, setelah membuat catatan yang rapi, tutup buku lalu coba jawab pertanyaan sendiri. Kamu juga bisa membuat flashcard, kuis mandiri, atau menjelaskan materi kepada teman tanpa melihat catatan. Cara ini memanfaatkan manfaat visual sekaligus kekuatan latihan memori.

Cara terbaik bukan memilih salah satu, melainkan menggabungkan keduanya. Buatlah catatan yang nyaman dilihat, lalu gunakan catatan tersebut sebagai bahan untuk menguji diri sendiri. Pada akhirnya, yang membuat otak belajar bukan seberapa cantik catatanmu, melainkan seberapa sering kamu memaksa diri untuk mengingat kembali apa yang sudah dipelajari.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima

Related Articles

See More

5 Zodiak Dikenal Pintar Padu Padan Outfit, Selalu Jadi Trendsetter!

08 Jun 2026, 06:25 WIBLife