Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Perkembangan Bahasa Anak Usia 2–3 Tahun yang Perlu Diketahui Orangtua

5 Perkembangan Bahasa Anak Usia 2–3 Tahun yang Perlu Diketahui Orangtua
Ilustrasi ibu dan anak (pexels.com/pixabay)
Share Article

Usia 2–3 tahun sering disebut sebagai masa "ledakan bahasa" pada anak. Di rentang usia ini, si kecil mulai memahami lebih banyak kata, mengungkapkan keinginannya dengan kalimat sederhana, hingga aktif mengajak orang lain berbicara. Tak heran jika orangtua sering dibuat kagum dengan kemampuan komunikasi anak yang berkembang begitu cepat dari hari ke hari.

Meski setiap anak memiliki kecepatan perkembangan yang berbeda, ada beberapa tonggak bahasa yang umumnya muncul pada usia 2–3 tahun. Memahami perkembangan ini dapat membantu orangtua memberikan stimulasi yang sesuai sekaligus mengenali lebih dini jika anak membutuhkan dukungan tambahan. Berikut beberapa perkembangan bahasa anak usia 2–3 tahun yang perlu diketahui.

1. Kosakatanya bertambah pesat dalam waktu singkat

ilustrasi ibu memandikan anak (unsplash.com/motherofwilde)
ilustrasi ibu memandikan anak (unsplash.com/motherofwilde)

Memasuki usia 2 tahun, anak biasanya mulai mempelajari kata-kata baru dengan sangat cepat. Kata yang mereka gunakan tidak lagi terbatas pada nama orang atau benda yang sering ditemui, tetapi juga mencakup kata kerja, kata sifat, dan ungkapan sederhana yang digunakan dalam percakapan sehari-hari. Semakin sering anak mendengar bahasa dari lingkungan sekitarnya, semakin banyak pula kosakata yang dapat mereka serap.

Perkembangan ini biasanya terus berlanjut hingga usia 3 tahun. Anak mulai sering meniru kata atau kalimat yang didengarnya dari orangtua, saudara, maupun teman bermain. Karena itu, membiasakan diri mengobrol dengan anak dalam berbagai situasi dapat menjadi salah satu cara terbaik untuk memperkaya kemampuan bahasanya.

"Periode antara usia 12 hingga 24 bulan adalah tahun yang paling menarik dalam perkembangan bahasa. Pada masa ini, kosakata anak berkembang sangat pesat dan mereka mulai mengulang kata-kata yang mereka dengar dari orangtuanya," ujar Rahil Briggs, Psy.D., psikolog anak di The Children's Hospital at Montefiore, dikutip dari Parents.

2. Mulai menggabungkan beberapa kata menjadi kalimat sederhana

ilustrasi ibu dan anak (pexels.com/tatianasyrikova)
ilustrasi ibu dan anak (pexels.com/tatianasyrikova)

Jika sebelumnya anak lebih sering mengungkapkan keinginan dengan satu kata, pada usia 2–3 tahun mereka mulai mampu menggabungkan beberapa kata sekaligus. Misalnya, anak mengatakan "mau susu", "ayah pulang", atau "bola aku". Kalimat yang digunakan memang masih sederhana, tetapi sudah memiliki makna yang lebih jelas dibandingkan sebelumnya.

Kemampuan menyusun kalimat ini menunjukkan bahwa anak mulai memahami hubungan antar kata dalam sebuah percakapan. Seiring bertambahnya usia dan pengalaman berkomunikasi, susunan kalimat yang digunakan juga akan semakin panjang dan beragam. Orangtua dapat membantu proses ini dengan merespons ucapan anak dan memperkenalkan cara mengucapkan kalimat yang lebih lengkap.

"Kalimat yang diucapkan anak pada usia ini sebenarnya sudah merupakan kalimat lengkap, meskipun masih sangat sederhana, seperti 'Ibu sedang makan'," ujar Kenn Apel, Ph.D., ahli patologi bahasa dan bicara, dikutip dari Parents.

3. Sudah bisa menyebut dan mengenali banyak benda di sekitarnya

 anak balita bermain
ilustrasi anak balita bermain (pexels.com/tatianasyrikova)

Pada usia ini, kemampuan anak dalam menghubungkan kata dengan objek tertentu semakin baik. Mereka biasanya sudah dapat menyebut nama benda yang sering dilihat sehari-hari, seperti mainan, makanan, hewan, atau peralatan rumah tangga. Selain itu, anak juga mulai lebih mudah memahami pertanyaan sederhana yang berkaitan dengan benda-benda tersebut.

Tak hanya mengenali benda, anak juga mulai mampu menyebutkan bagian tubuh seperti mata, hidung, telinga, dan tangan. Kemampuan ini berkembang karena anak sering mendengar penyebutan nama benda atau bagian tubuh dalam aktivitas sehari-hari. Bermain sambil belajar, membaca buku bergambar, atau bernyanyi bersama dapat membantu memperkuat keterampilan tersebut.

4. Semakin paham instruksi yang diberikan orangtua

ilustrasi ayah dan anak bermain
ilustrasi ayah dan anak bermain (pexels.com/tatianasyrikova)

Perkembangan bahasa bukan hanya soal kemampuan berbicara, tetapi juga kemampuan memahami apa yang dikatakan orang lain. Pada usia 2–3 tahun, anak biasanya sudah mampu mengikuti instruksi sederhana seperti mengambil mainan atau menaruh sesuatu di tempat tertentu. Ini menunjukkan bahwa kemampuan memahami bahasa mereka berkembang dengan baik.

Menjelang usia 3 tahun, anak mulai dapat mengikuti instruksi yang terdiri dari dua langkah sekaligus. Misalnya, mereka bisa memahami perintah seperti "ambil buku lalu simpan di meja". Kemampuan ini penting karena akan membantu anak mengikuti arahan saat berada di lingkungan sekolah maupun dalam aktivitas sehari-hari.

"Instruksi yang diberikan sebaiknya tetap berupa arahan sederhana yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Jika situasinya benar-benar baru bagi anak, mereka mungkin akan lebih kesulitan untuk melakukannya," jelas Kenn Apel, Ph.D.

5. Mulai aktif mengobrol dan mengajukan pertanyaan

Ilustrasi ibu dan anak (pexels.com/pixabay)
Ilustrasi ibu dan anak (pexels.com/pixabay)

Salah satu perkembangan yang paling mudah dikenali pada usia ini adalah meningkatnya keinginan anak untuk berkomunikasi. Mereka tidak lagi hanya menjawab pertanyaan, tetapi juga mulai mengajukan pertanyaan mereka sendiri. Rasa ingin tahu yang besar membuat anak sering bertanya tentang orang, benda, maupun kejadian yang mereka lihat di sekitar.

Selain bertanya, anak juga mulai senang menceritakan pengalaman sederhana yang mereka alami. Misalnya, mereka mencoba mengisahkan kegiatan bermain, makanan yang dimakan, atau orang yang ditemui sepanjang hari. Meskipun ceritanya masih singkat dan belum runtut sepenuhnya, kemampuan ini merupakan tanda bahwa keterampilan bahasa dan sosial mereka berkembang dengan baik.

Usia 2–3 tahun menjadi periode penting dalam perkembangan bahasa anak. Dengan rutin mengajak si kecil berbicara, membaca buku, dan berinteraksi, orangtua dapat membantu mendukung kemampuan komunikasinya agar berkembang secara optimal.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima

Related Articles

See More

7 Tips Mengatasi Minder saat Merantau dari Desa ke Kota

08 Jun 2026, 11:58 WIBLife