Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Alternatif Hiburan Gen Z saat Kondisi Ekonomi Sulit, Happy meski Irit

5 Alternatif Hiburan Gen Z saat Kondisi Ekonomi Sulit, Happy meski Irit
Ilustrasi street coffee (pexels.com/Photography Maghradze PH)
Intinya Sih
  • Gen Z tetap prioritaskan hiburan demi kesehatan mental, namun kini beralih ke aktivitas yang lebih hemat dan mindful di tengah kondisi ekonomi sulit.
  • Tren hiburan murah seperti book club, live music jalanan, serta komunitas jelajah kota dan cycling makin digemari karena memperkuat koneksi sosial dan menjaga kebugaran.
  • Angkringan, street food, dan street coffee jadi pilihan nongkrong populer Gen Z karena harga terjangkau, suasana santai, serta peluang interaksi sosial tanpa perlu biaya besar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Alokasi dana untuk hiburan, khususnya para Gen Z, jadi pos anggaran wajib. Bukan tanpa alasan, Gen Z terkenal dengan perhatian besar terhadap kesehatan mentalnya, di mana hiburan adalah satu aktivitas yang dianggap dapat menghilangkan stres.

Namun, di tengah kondisi ekonomi sulit, hiburan Gen Z bergeser ke arah yang lebih praktis, mindful, dan hemat anggaran. Di bawah ini, ada beberapa alternatif hiburan Gen Z saat kondisi ekonomi sulit yang jadi tren, karena terjangkau dan tetap bikin happy untuk jaga kesehatan mental!

Table of Content

1. Gabung ke book club

1. Gabung ke book club

Ilustrasi book club
Ilustrasi book club (pexels.com/Guillermo Berlin)

Hobi membaca buku saat ini kembali digemari oleh para Gen Z, tetapi tidak hanya sendirian, melainkan bersama kelompok. Yup, bergabung dengan klub buku (book club) jadi tren sekaligus alternatif hiburan gen Z saat ekonomi sulit.

Ikut book club membuat kamu tanggung jawab dan konsisten untuk menyelesaikan buku yang dibaca, memperluas wawasan, hingga membangun koneksi tanpa harus merasa kesepian. Ini jadi yang cara menyenangkan dan tidak menimbulkan stres.

"Klub buku meningkatkan koneksi sosial, yang dapat membantu mengurangi rasa kesepian. Koneksi sosial tidak hanya melindungi kita dari gangguan fisik seperti penyakit kronis dan berbagai penyakit lainnya, tetapi menurut Centers for Disease Control (CDC) di Amerika Serikat, koneksi sosial juga dapat memperpanjang usia, membantu kita mengelola stres, kecemasan, dan depresi dengan lebih baik, serta meningkatkan kualitas tidur. Sebaliknya, rasa kesepian dikaitkan dengan meningkatnya tingkat gangguan kecemasan umum dan depresi." ungkap Heather Rose Artushin, LISW-CP, terapis anak dan keluarga serta fasilitator Circle of Security Parenting yang berbasis di Charleston, South Carolina, yang dikutip dari laman Psychology Today

Ditambah lagi, sebagian besar book club bersifat gratis dan terbuka untuk umum. Namun, kebijakan ini bervariasi tergantung komunitas dan lokasi. Kalau pun berbayar, anggota cukup membayar iuran atau registrasi dengan biaya kecil.

2. Nonton live music jalanan

Ilustrasi live music jalanan
Ilustrasi live music jalanan (pexels.com/Hendi Rohaendi)

Saat ini, kamu bisa temukan live music tidak hanya di kafe, restoran, atau tempat lain yang berbayar. Live music jalanan jadi tren dan bisa jadi alternatif hiburan buat kamu yang ingin menikmati musik dengan minim budget.

Kamu biasanya bisa menemukan live music jalanan di ruang publik terbuka, seperti trotoar, taman kota, stasiun, area pejalan kaki, atau di area komunitas sosial. Musisi jalanan akan membawakan lagu menggunakan alat musik akustik atau portabel, kamu bisa memberikan apresiasi berupa uang sukarela. Lagu-lagu yang dimainkan gak kalah menarik dari live music berbayar dan pastinya populer di kalangan anak muda.

3. Ikut komunitas jelajah kota dan cycling

Ilustrasi jelajah kota
Ilustrasi jelajah kota (pexels.com/Mavluda Tashbaeva)

Fokus pada kesehatan fisik dan mental, alternatif hiburan Gen Z saat kondisi ekonomi sulit bergerak ke arah yang lebih sehat, menarik, dan edukatif, di antaranya bergabung komunitas jelajah kota dan bersepeda. Jelajah kota sering dikemas dalam bentuk walking tour, di mana kamu akan berpetualang ke suatu wilayah sekitar dengan berjalan kaki atau menggunakan transportasi umum. Tak hanya rekreasi, biasanya para pemandu tour juga akan bercerita mengenai sejarah kota, bangunan, budaya, hingga kuliner legendaris.

Kamu akan mendapatkan banyak manfaat seperti bertambahnya wawasan dan teman, hingga sehat karena berjalan kaki. Biayanya sukarela saja, lho! Begitu juga dengan cycling, kamu juga bisa mendapatkan manfaat sama, apalagi jika ikut komunitas sepeda.

4. Memilih angkringan untuk berkumpul dan mengisi perut

Ilustrasi angkringan
Ilustrasi angkringan (pexels.com/Fitria Nunik)

Angkringan jadi alternatif hiburan Gen Z saat kondisi ekonomi sulit. Seperti yang kita tahu, saat nongkrong di angkringan kamu bisa dapat harga makanan murah meriah, seperti nasi kucing, yang harganya dibanderol tidak sampai Rp10 ribu/porsinya!

Tidak hanya soal makan, kamu bisa berkumpul bersama teman-teman hingga terkadang ada live music jalanannya juga, lho! Angkringan sedang jadi tren anak muda dan tempatnya tidak pernah sepi peminat karena bisa jadi solusi hiburan praktis bagi Gen Z. Bisa jadi ide bisnis dengan modal minim juga, nih!

5. Nongkrong di street food atau street coffee

Ilustrasi street food
Ilustrasi street food (pexels.com/Quý Nguyễn)

Masih dari bidang kuliner, alternatif hiburan Gen Z saat kondisi ekonomi sulit termasuk memilih nongokrong di street food dan street coffee. Di Indonesia, pedagang di tempat umum seperti pinggir jalan, trotoar, atau pasat tradisional pasti sudah familiar.

Begitu juga street coffee yang lagi jadi tren, yang fokusnya menyajikan kopi berkualitas dengan menggunakan konsep serupa. Biasanya kedua kuliner jalanan ini disajikan di tenda, gerobak, stan, hingga kendaraan seperti truk kecil, mobil, hingga motor.

Para penjual juga menyediakan tempat duduk sehingga kita bisa duduk dan mengobrol lebih lama. Kamu tentu tidak perlu biaya besar untuk menikmati kuliner jalanan ini karena harga yang ditawarkan sangat terjangkau!

Itulah berbagai alternatif hiburan Gen Z saat kondisi ekonomi sulit, di mana kamu bisa dapat banyak manfaat meskipun mengeluarkan budget minim. Mulai dari ilmu, kesehatan fisik, mental, dan pastinya perut yang kenyang! Jadi, apa alternatif hiburan terjangkau versi kamu?

FAQ Seputar Alternatif Hiburan Gen Z saat Kondisi Ekonomi Sulit

Mengapa Gen Z tetap memprioritaskan hiburan meskipun kondisi ekonomi sedang sulit?

Bagi Gen Z, hiburan bukan lagi sekadar kemewahan, melainkan kebutuhan krusial untuk menjaga kesehatan mental (mental health) dari tekanan kerja dan kecemasan masa depan. Di tengah fenomena doomspending atau kelelahan finansial, mereka memilih untuk tetap mencari kesenangan kecil yang terjangkau sebagai bentuk pelarian instan (coping mechanism) daripada memikirkan target finansial jangka panjang yang terasa sulit digapai.

Apa saja contoh aktivitas hiburan murah atau gratis yang sedang tren di kalangan Gen Z?

Beberapa alternatif hiburan yang populer dan ramah kantong antara lain:Thrifting atau Window Shopping: Berburu pakaian bekas atau sekadar jalan-jalan di pusat perbelanjaan tanpa niat membeli barang mahal.Piknik Estetik di Taman Kota: Memanfaatkan ruang terbuka publik yang gratis dengan membawa camilan sendiri dari rumah.Movie Night di Rumah: Menonton maraton film atau serial anime bersama teman menggunakan akun streaming bersama.Museum Date: Mengunjungi galeri seni atau museum daerah yang harga tiket masuknya sangat murah namun tetap menawarkan sudut yang aesthetic untuk media sosial.

Bagaimana peran teknologi digital membantu Gen Z menemukan hiburan alternatif?

Teknologi memainkan peran sebagai penyelamat anggaran. Melalui platform seperti TikTok, Instagram Reels, dan komunitas digital, Gen Z aktif membagikan konten bertema "Hidden Gem" tempat wisata murah, rekomendasi kafe ramah kantong, hingga tutorial membuat kerajinan tangan (DIY) di rumah. Hal ini menciptakan ekosistem di mana hiburan hemat tetap terlihat keren dan valid secara sosial.

Apakah tren nongkrong di kafe mulai bergeser akibat kondisi ekonomi ini?

Ya, terjadi pergeseran konsep. Dari yang awalnya sering mengunjungi kafe-kafe aesthetic dengan menu mahal, Gen Z kini lebih melirik konsep "Nongkrong di Minimarket" atau kedai kopi susu lokal yang menyediakan tempat duduk nyaman. Mereka tetap bisa bersosialisasi dan mengisi daya gawai selama berjam-jam hanya dengan modal membeli kopi kemasan murah atau camilan instan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
Eddy Rusmanto
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima

Related Articles

See More