Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa Arti Kesusu? Bahasa Daerah Populer yang Masuk KBBI!
ilustrasi terburu-buru (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Akhirnya, setelah sekian lama terdengar di masyarakat, kata kesusu secara resmi masuk dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Keenam (KBBI VI). Yup, kamu tidak salah dengar! Istilah dari bahasa daerah ini akhirnya bisa kamu gunakan dalam situasi formal. Masuknya kata kesusu ini tentu menjadi kabar gembira sekaligus bukti bahwa bahasa Indonesia terus berkembang.

Meski sudah resmi, mungkin bagi sebagian orang kata ini masih belum terasa familier. Kamu tidak perlu bingung karena IDN Times Community akan mengulasnya secara mendalam. Yuk, langsung saja simak pembahasan lengkap mengenai asal-usul hingga contoh penggunaan kata kesusu di bawah ini!

1. Asal-usul bahasa kesusu

ilustrasi kesusu (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Sebelum membahas artinya, ada baiknya kamu mengetahui terlebih dahulu asal-usul dari kata kesusu. Istilah yang cukup populer di masyarakat ini rupanya berasal dari bahasa Jawa. Kamu akan sering mendengar kata ini dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari di daerah Jawa Timur. 

Dalam struktur asalnya, kata tersebut masuk ke dalam tingkatan bahasa Jawa ngoko. Bagi yang belum tahu, dalam bahasa Jawa, mengenal tiga tingkatan dalam berkomunikasi, yaitu krama inggil, krama madya, dan ngoko. Bahasa Jawa krama inggil merupakan bahasa halus yang wajib digunakan saat berbicara dengan orang tua atau sosok yang dihormati. Sementara itu, bahasa krama madya dipakai untuk berkomunikasi dengan seseorang yang tingkat sosialnya tidak terlalu jauh guna menjaga kesopanan, seperti tetangga atau teman sebaya yang belum terlalu akrab, atau relasi baru. Terakhir, tingkatan ngoko umumnya digunakan untuk mengobrol bersama teman sebaya atau dalam situasi yang santai. Oleh karena itu, kata kesusu sebaiknya hanya kamu ucapkan saat berbicara dengan teman dekat saja. Pasalnya, dalam tata krama bahasa Jawa, kata ini dinilai kurang sopan jika ditujukan kepada orang yang lebih tua atau orang yang belum terlalu akrab.

2. Arti kesusu

ilustrasi kesusu (pexels.com/Jack Sparrow)

Berdasarkan KBBI VI, kata kesusu memiliki arti 'tergesa-gesa atau terburu-buru'. Dalam kamus daring tersebut, istilah ini dikategorikan ke dalam kelas kata adv Jw atau kata keterangan penunjuk sifat yang berasal dari bahasa Jawa. Masuknya kata ini ke dalam KBBI VI tentu semakin memperkaya khazanah kosakata resmi dalam bahasa Indonesia. 

Sama halnya dengan di KBBI VI, kata kesusu dalam bahasa asalnya juga memiliki arti yang serupa. Namun, masyarakat penutur bahasa Jawa biasanya menggunakan kata ini dengan makna yang sedikit lebih spesifik. Istilah tersebut juga kerap dipakai untuk menyebut seseorang yang mengerjakan sesuatu secara ceroboh atau tidak teliti akibat dikejar waktu.


3. Penggunaan kata kesusu

ilustrasi bangun kesiangan (pexels.com/Rhema Emeka-Chiemenem)

Masih bingung bagaimana cara menerapkannya dalam percakapan sehari-hari? Tenang, kamu jangan khawatir karena IDN Times Community akan memberikan beberapa contoh penggunaan kata kesusu agar kamu semakin paham. Pada dasarnya, kamu tinggal mengganti kata terburu-buru atau tergesa-gesa dalam kalimat bahasa Indonesia menjadi kesusu, seperti pada contoh “Adi kesusu berangkat sekolah karena bangun kesiangan”.

Contoh lainnya, “Sinta kesusu dalam mengambil keputusan karena takut dinilai tidak kompeten” atau “ibu kesusu mengejar penjual sayur”. Berbeda dengan bahasa Indonesia yang fleksibel, kamu harus berhati-hati saat menggunakan kata ini dalam konteks bahasa Jawa karena dinilai kurang sopan jika ditujukan kepada orang tua atau orang yang dihormati. Oleh karena itu, kata kesusu dalam bahasa Jawa hanya boleh diucapkan kepada teman sebaya atau orang yang sudah akrab.

Sebagai contoh, ada contoh "Aja kesusu budhal mengko cilaka nang dalan" yang berarti 'jangan terburu-buru berangkat karena bisa celaka di jalan'. Contoh lainnya dalam bahasa Jawa ngoko, "Merga nggarap kesusu, ulangan matematikane Sinta akeh sing salah" yang artinya 'ulangan matematika Sinta banyak yang salah karena mengerjakannya dengan tergesa-gesa'. Melalui contoh-contoh tersebut, sekarang kamu sudah lebih paham bagaimana cara menempatkan kata kesusu dengan tepat, bukan?


Penyerapan kata kesusu dalam KBBI VI menegaskan bahwa bahasa daerah memiliki peran krusial dalam memperkaya cara komunikasi kita. Langkah ini tidak hanya memperluas variasi kosakata formal, tetapi juga menjaga esensi budaya asalnya agar tetap relevan pada era modern. Oleh karena itu, terus eksplorasi keunikan bahasa kita setiap hari, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorYudha ‎

Related Article