ilustrasi bangun kesiangan (pexels.com/Rhema Emeka-Chiemenem)
Masih bingung bagaimana cara menerapkannya dalam percakapan sehari-hari? Tenang, kamu jangan khawatir karena IDN Times Community akan memberikan beberapa contoh penggunaan kata kesusu agar kamu semakin paham. Pada dasarnya, kamu tinggal mengganti kata terburu-buru atau tergesa-gesa dalam kalimat bahasa Indonesia menjadi kesusu, seperti pada contoh “Adi kesusu berangkat sekolah karena bangun kesiangan”.
Contoh lainnya, “Sinta kesusu dalam mengambil keputusan karena takut dinilai tidak kompeten” atau “ibu kesusu mengejar penjual sayur”. Berbeda dengan bahasa Indonesia yang fleksibel, kamu harus berhati-hati saat menggunakan kata ini dalam konteks bahasa Jawa karena dinilai kurang sopan jika ditujukan kepada orang tua atau orang yang dihormati. Oleh karena itu, kata kesusu dalam bahasa Jawa hanya boleh diucapkan kepada teman sebaya atau orang yang sudah akrab.
Sebagai contoh, ada contoh "Aja kesusu budhal mengko cilaka nang dalan" yang berarti 'jangan terburu-buru berangkat karena bisa celaka di jalan'. Contoh lainnya dalam bahasa Jawa ngoko, "Merga nggarap kesusu, ulangan matematikane Sinta akeh sing salah" yang artinya 'ulangan matematika Sinta banyak yang salah karena mengerjakannya dengan tergesa-gesa'. Melalui contoh-contoh tersebut, sekarang kamu sudah lebih paham bagaimana cara menempatkan kata kesusu dengan tepat, bukan?
Penyerapan kata kesusu dalam KBBI VI menegaskan bahwa bahasa daerah memiliki peran krusial dalam memperkaya cara komunikasi kita. Langkah ini tidak hanya memperluas variasi kosakata formal, tetapi juga menjaga esensi budaya asalnya agar tetap relevan pada era modern. Oleh karena itu, terus eksplorasi keunikan bahasa kita setiap hari, ya!