Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pasangan Cuma Beri Usaha Seadanya? Ini Tanda dan Cara Menghadapinya!

4 min read
Pasangan Cuma Beri Usaha Seadanya? Ini Tanda dan Cara Menghadapinya!
ilustrasi pasangan yang sedang mengadu berargumen (pexels.com/keira-burton)

Hubungan asmara gak harus selalu dipenuhi kejutan romantis, tetapi kedua pihak tetap perlu menunjukkan kepedulian. Masalah muncul ketika kamu terus berusaha, sementara pasangan hanya melakukan hal mendasar tanpa inisiatif lebih. Jika dibiarkan, hubungan bisa terasa sepihak dan membuatmu meragukan keseriusannya.

Padahal, hubungan yang sehat membutuhkan usaha dari kedua pihak agar tetap terjaga. Karena itu, penting untuk mengenali tanda pasangan cuma memberikan usaha seadanya sebelum memutuskan langkah yang tepat untuk menghadapi situasi tersebut. Yuk, kenali tanda-tandanya dan cari tahu cara menghadapinya!

  1. 1. Dia jarang menunjukkan inisiatif untukmu

    ilustrasi pasangan sedang berkonflik
    ilustrasi pasangan sedang berkonflik (pexels.com/alexgreen)

    Perhatian dalam hubungan gak harus berupa hadiah mahal atau kencan mewah. Menanyakan kabar, mengingat hal penting, dan mengajak menghabiskan waktu bersama juga menunjukkan kepedulian. Namun, jika semua inisiatif selalu berasal darimu, hubungan bisa terasa sepihak.

    Menurut Bonnie Winston, mak comblang selebritas sekaligus pakar hubungan, kehadiran dan perhatian penting dalam hubungan, dikutip dari HuffPost. Jika pasangan jarang berinisiatif, sampaikan bentuk perhatian yang kamu harapkan tanpa menuduhnya gak peduli. Selanjutnya, perhatikan apakah dia bersedia menunjukkan perubahan melalui tindakan.

    “Hadir untuk seseorang berarti benar-benar ada, terlibat, dan menunjukkan kepedulian,” ujar Bonnie Winston.

  2. 2. Komunikasi kalian terasa kurang berjalan dengan baik

    ilustrasi pasangan berdebat
    ilustrasi pasangan berdebat (pexels.com/keiraburton)

    Komunikasi merupakan bagian penting dalam menjaga hubungan, tetapi gak berarti kamu dan pasangan harus terus-menerus bertukar pesan sepanjang hari. Pasangan yang hanya memberikan usaha minimal mungkin jarang memulai percakapan, gak banyak berbagi cerita, atau gak benar-benar mendengarkan ketika kamu berbicara. Akibatnya, kamu bisa merasa kesulitan membangun kedekatan melalui komunikasi sehari-hari.

    Dikutip dari HuffPost, menurut Dr. Marisa T. Cohen, pakar hubungan untuk aplikasi kencan Hily, pasangan yang memberikan usaha minimal mungkin kurang terlibat dalam percakapan atau gak mendengarkan secara aktif. Untuk mengatasinya, bicarakan pola komunikasi yang membuatmu gak nyaman dan sampaikan kebutuhanmu dengan jelas. Kamu dan pasangan juga bisa mencari cara berkomunikasi yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

    “Mereka mungkin menolak terlibat dalam percakapan dengan menutup diri, atau sebenarnya ikut berbicara, tetapi gak benar-benar mendengarkan pasangannya secara aktif,” ujar Dr. Marisa T. Cohen.

  3. 3. Dia menghindari pembicaraan tentang hubungan kalian

    ilustrasi pasangan duduk di taman
    ilustrasi pasangan duduk di taman (pexels.com/budgeronbach)

    Seiring berjalannya waktu, kamu mungkin ingin membicarakan komitmen dan rencana masa depan bersama pasangan. Namun, pasangan yang hanya memberikan usaha minimal bisa menghindari pembicaraan tersebut, sehingga kamu terus mempertanyakan keseriusannya. Menurut Dr. Marisa T. Cohen, kurangnya usaha dapat membuat seseorang merasa gak layak diperjuangkan, padahal hal itu belum tentu mencerminkan nilai dirinya.

    Pilih waktu yang tepat untuk membicarakan harapan masing-masing tanpa menuntut semua jawaban sekaligus. Tanyakan bagaimana pasangan memandang hubungan kalian dan apa yang ingin diupayakan bersama. Jika dia terus menghindari pembicaraan tersebut, pertimbangkan apakah harapan kalian masih sejalan.

  4. 4. Dia gak pernah merencanakan kegiatan bersama

    ilustrasi pasangan sedang berkendara
    ilustrasi pasangan sedang berkendara (pexels.com/rdne)

    Pasangan yang hanya memberikan usaha minimal cenderung gak berinisiatif merencanakan kencan, liburan, atau kegiatan bersama. Menurut Dr. Cohen, hal ini bisa terjadi karena kebutuhan satu sama lain kurang dipertimbangkan, sehingga perencanaan lebih banyak dibebankan kepada satu pihak.

    Bonnie Winston menyarankan agar masing-masing menuliskan lima hal yang ingin dicoba, seperti mengunjungi tempat wisata atau mempelajari keterampilan baru. Tukarkan daftar dan pilih setidaknya satu kegiatan dari masing-masing untuk dilakukan bersama. Kamu juga bisa berbagi tanggung jawab dalam merencanakan aktivitas agar keinginan kalian sama-sama diperhatikan.

  5. 5. Kebutuhan emosionalmu kurang diperhatikan

    ilustrasi pasangan yang sedang bersedih
    ilustrasi pasangan yang sedang bersedih (pexels.com/rdne)

    Dukungan emosional penting dalam hubungan karena pasangan perlu merasa didengarkan dan dipahami. Kamu mungkin merasa kurang diperhatikan ketika pasangan mengabaikan ceritamu atau gak tertarik dengan masalah yang kamu hadapi. Menurut Dr. Marisa T. Cohen, pasangan yang memberikan usaha minimal cenderung mengabaikan kebutuhan pasangannya dan kurang terlibat dalam hubungan, meski hal itu gak selalu berarti sengaja menyakiti.

    Cobalah sampaikan dukungan seperti apa yang kamu butuhkan dan beri kesempatan kepada pasangan untuk mengungkapkan pandangannya. Dengan begitu, kalian bisa memahami kebutuhan emosional satu sama lain dan mencari cara memperbaiki hubungan jika masalah terus berulang.

    Hubungan yang sehat gak menuntut kedua pihak selalu sempurna, tetapi membutuhkan usaha, perhatian, dan kemauan untuk saling memahami. Kamu boleh memperjuangkan hubungan, tetapi pastikan pasangan juga bersedia mengambil bagian dalam menjaga hubungan kalian.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More