"Cuci dengan air panas dan sabun setelah setiap kali digunakan; kemudian bilas dengan air bersih dan biarkan kering dengan diangin-anginkan atau keringkan dengan tisu dapur bersih," demikian panduan resminya.
Benarkah Talenan Cukup Dicuci dengan Air? Ini Cara Membersihkannya!

Talenan adalah salah satu peralatan dapur yang paling sering digunakan, mulai dari memotong sayur, buah, hingga daging mentah. Karena dipakai hampir setiap hari, banyak orang terbiasa membersihkannya hanya dengan menyiram air setelah selesai memasak. Sekilas memang terlihat bersih, tetapi apakah cara itu benar-benar cukup untuk menghilangkan kuman dan sisa makanan yang menempel? Jawabannya; belum tentu.
Bekas goresan pisau pada talenan bisa menjadi tempat sisa makanan dan bakteri menempel, terutama jika talenan digunakan untuk memotong daging, ayam, atau seafood mentah. Lalu bagaimana cara membersihkan talenan yang tepat?
1. Kenapa membilas dengan air saja belum cukup?

ilustrasi memotong sayuran dengan talenan (pixabay.com/ayeletphotography) Membilas talenan menggunakan air memang bisa menghilangkan sebagian kotoran yang terlihat. Namun, air saja tidak mampu mengangkat lemak, residu makanan, maupun sebagian besar bakteri yang menempel pada permukaan talenan.
Apalagi jika talenan memiliki banyak bekas sayatan pisau yang menjadi tempat berkumpulnya sisa makanan. Menurut U.S. Department of Agriculture (USDA) Food Safety and Inspection Service, talenan sebaiknya dicuci menggunakan air panas dan sabun setiap kali selesai digunakan.
Selain itu, USDA mengingatkan bahwa bakteri dari daging mentah dapat berpindah ke makanan siap santap jika talenan tidak dibersihkan dengan benar. Karena itu, kebiasaan hanya menyiram air setelah memotong bahan makanan berisiko meninggalkan kontaminasi yang tidak terlihat oleh mata.
2. Cara mencuci talenan yang benar setelah dipakai

ilustrasi mencuci talenan kayu (pexels.com/Annushka Ahuja) Langkah pertama setelah selesai menggunakan talenan adalah segera membuang sisa potongan makanan yang masih menempel. Jangan biarkan sisa makanan mengering terlalu lama karena akan semakin sulit dibersihkan dan dapat menempel di sela-sela goresan pisau.
Setelah itu, cuci talenan menggunakan air hangat atau panas sesuai jenis bahannya, tambahkan sabun cuci piring, lalu gosok menggunakan spons atau sikat bersih hingga seluruh permukaan, termasuk bagian tepi, benar-benar bersih. Bilas sampai tidak ada sisa sabun yang tertinggal.
USDA juga menyarankan agar talenan dikeringkan dengan cara diangin-anginkan atau menggunakan tisu dapur bersih. Mengeringkan talenan dengan benar membantu mengurangi kelembapan yang dapat mendukung pertumbuhan mikroorganisme. Langkah sederhana ini jauh lebih efektif dibandingkan sekadar membilas lalu langsung menyimpannya.
3. Kapan talenan perlu disanitasi?

ilustrasi talenan (pexels.com/Mikhail Nilov) Membersihkan dan menyanitasi ternyata bukan hal yang sama. Membersihkan bertujuan menghilangkan kotoran dan sebagian kuman, sedangkan sanitasi dilakukan untuk menurunkan jumlah bakteri ke tingkat yang lebih aman setelah proses pembersihan selesai.
Menurut USDA, setelah talenan digunakan untuk memotong daging, ayam, atau seafood mentah, permukaannya sebaiknya disanitasi menggunakan larutan yang aman untuk peralatan makanan. Salah satu cara yang direkomendasikan adalah menggunakan larutan pemutih cair tanpa pewangi dalam air, lalu membiarkannya beberapa menit sebelum dibilas dan dikeringkan.
"Baik talenan kayu maupun plastik dapat disanitasi menggunakan larutan yang terdiri dari 1 sendok makan pemutih klorin cair tanpa pewangi yang dicampurkan ke dalam satu galon air. Basahi seluruh permukaan talenan dengan larutan pemutih tersebut dan biarkan selama beberapa menit. Bilas dengan air bersih, lalu keringkan dengan cara diangin-anginkan atau dilap hingga kering menggunakan tisu dapur yang bersih," jelasnya.
Yang perlu diingat, proses sanitasi dilakukan setelah talenan sudah dicuci bersih dengan sabun. Jangan menggunakan cairan disinfektan rumah tangga yang tidak diperuntukkan bagi permukaan yang bersentuhan dengan makanan, karena residunya bisa mencemari makanan yang disiapkan berikutnya.
4. Bedakan perawatan talenan kayu dan plastik

Potret memotong di talenan (pixabay.com/isabella_archie) Tidak semua talenan dirawat dengan cara yang sama. Talenan kayu memiliki sifat berbeda dengan talenan plastik sehingga metode perawatannya juga perlu disesuaikan agar lebih awet sekaligus tetap higienis. Menurut USDA, talenan plastik, akrilik, kaca, dan beberapa talenan kayu solid dapat dibersihkan menggunakan mesin pencuci piring jika memang aman menurut produsennya.
Sementara itu, talenan bambu dianjurkan tetap dicuci menggunakan air panas dan sabun, lalu sesekali diberi mineral oil untuk membantu menjaga kelembapan bahannya. Untuk talenan kayu, hindari merendamnya terlalu lama karena air dapat membuat kayu melengkung atau retak.
Sementara pada talenan plastik, perhatikan apakah permukaannya sudah dipenuhi goresan dalam. Goresan tersebut dapat menjadi tempat kotoran lebih sulit dibersihkan sehingga perlu dipantau kondisinya secara berkala.
5. Kapan sebaiknya talenan diganti?

ilustrasi talenan kayu (pexels.com/Arina Krasnikova) Seiring waktu, semua talenan akan mengalami keausan akibat gesekan pisau. Permukaan yang dipenuhi sayatan dalam bukan hanya mengurangi kenyamanan saat memotong, tetapi juga membuat proses pembersihan menjadi kurang efektif. USDA menegaskan bahwa talenan kayu maupun plastik yang sudah memiliki alur-alur dalam atau retakan yang sulit dibersihkan sebaiknya diganti.
"Semua talenan berbahan plastik maupun kayu lama-kelamaan akan aus. Jika talenan sudah terlalu aus atau muncul celah-celah yang sulit dibersihkan, talenan tersebut sebaiknya dibuang," saran USDA.
Hal ini karena celah tersebut bisa menjadi tempat berkumpulnya bakteri. Selain mengganti talenan yang sudah rusak, biasakan juga menggunakan talenan terpisah untuk bahan yang berbeda. Misalnya, satu talenan khusus sayur dan buah, sementara satu lagi khusus daging mentah. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu mengurangi risiko kontaminasi silang saat memasak.
Membilas talenan dengan air saja ternyata belum cukup untuk menjaga kebersihan dan keamanan makanan. Langkah yang dianjurkan adalah mencuci menggunakan air panas dan sabun setiap selesai dipakai, kemudian melakukan sanitasi setelah digunakan untuk bahan mentah yang berisiko.























