Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa Itu Aspirational Clutter? Barang yang Sulit Disingkirkan!
Ilustrasi aspirational clutter (pexels.ocm/Anna Tarazevich)
  • Aspirational clutter adalah barang yang disimpan demi gambaran diri atau gaya hidup ideal masa depan, bukan kebutuhan dan kebiasaan yang dijalani saat ini.
  • Contohnya meliputi pakaian tak muat, perlengkapan hobi, alat olahraga, peralatan masak, mesin kebugaran, serta gadget belum dibuka yang tidak digunakan dalam waktu dekat.
  • Barang ini sulit dilepas karena terkait harapan dan identitas; penanganannya dapat dilakukan dengan mengenali barang, menetapkan batas waktu penggunaan, mencoba hobi dahulu, serta membatasi kategori.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Banyak dari kita telah mengumpulkan barang-barang untuk masa depan, misalnya mesin pembuat roti yang memakan tempat di dapur atau tumpukan balok yoga yang telah berdebu di bawah tempat tidur. Barang-barang ini biasanya terkait dengan hobi yang sedang tren dan niat baik yang tidak pernah menjadi kebiasaan.

Tetapi jika kita jujur, semuanya hanyalah barang-barang yang tidak terpakai dalam bentuknya saat ini. Barang-barang itu ternyata hanya "aspirational clutter", di mana ini merupakan salah satu jenis barang yang paling sulit untuk disingkirkan. Untuk menambah pengetahuan, cari tahu tentang apa itu aspiration clutter di sini, yuk!

1. Apa itu aspirational clutter?

Ilustrasi aspirational clutter (pexels.ocm/Lydia Griva)

Barang-barang yang dianggap sebagai aspirational clutter adalah apa pun yang kita simpan karena mewakili kehidupan yang dibayangkan, bukan kehidupan yang kita jalani saat ini. Dengan kata lain, aspirational clutter menggambarkan barang-barang yang lebih terkait dengan niat kita daripada kenyataan.

Aspirational clutter mengacu pada barang-barang yang kita simpan untuk future self atau gaya hidup ideal di masa depan,” kata Seana Turner, pendiri The Seana Method, mengutip dari laman HuffPost.

Misalnya, raket tenis yang sudah tergantung selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun, karena kamu menyukai gagasan untuk bermain tenis. Atau, tumpukan buku yang ingin kamu baca dan terus bertambah, tetapi belum sempat dibuka. 

Saat barang-barang ini tidak digunakan, barang-barang tersebut hanya menjadi barang yang menumpuk di rumah. Hal ini mengakibatkan beberapa ruang di rumah terasa sesak karena dipenuhi aspirational clutter tersebut.

2. Contoh aspirational clutter

Ilustrasi aspirational clutter (pexels.ocm/Lydia Griva)

Ben Soreff, penata organisasi profesional dan pendiri House to Home Organizing Soreff, mengatakan bahwa ia melihat aspirational clutter di mana-mana di rumah. Hal itu terutama terlihat pada pakaian dan hobi.

“Kita melihat orang-orang menyimpan banyak pakaian yang tidak muat dengan harapan suatu hari nanti akan muat. Selain itu, ada juga yang sangat antusias dengan hobi, seperti merajut atau ingin merakit remote control airplanes, dengan membeli bahan, perlengkapan, dan barang-barang sebelum mereka tahu apakah mereka menyukai hobi tersebut atau punya waktu untuk itu," kata Soreff mengutip laman Martha Stewart.

Contoh lainnya termasuk peralatan olahraga, perlengkapan memasak, perlengkapan workout atau fitness machine, dan gadget atau produk yang belum dibuka. Pada dasarnya, jika itu adalah sesuatu yang tidak kamu gunakan sekarang dan cenderung tidak akan digunakan dalam satu atau dua bulan ke depan, kemungkinan besar itu adalah aspirational. 

3. Mengapa orang-orang menyimpan aspirational clutter?

Ilustrasi aspirational clutter (pexels.ocm/Josh Kobayashi)

Aspirational clutter berbeda dari kekacauan biasa, seperti struk belanja atau barang-barang dapur yang sudah kedaluwarsa. Kekacauan ini membangkitkan perasaan bersalah dan potensi yang belum terpenuhi yang kompleks, yang dapat membuat melepaskan barang-barang ini menjadi sangat mengecewakan.

“Orang menyimpan barang-barang yang sarat dengan aspirasi karena itu mewakili harapan, identitas, dan kemungkinan tak terbatas. Melepaskannya bisa terasa seperti menyerah pada versi diri impian atau merasa telah mengecewakan diri sendiri," kata Regina Lark, penata organisasi profesional, mengutip laman HuffPost.

Awalnya, barang-barang itu terasa menarik dan memotivasi. Tetapi seiring waktu, ketika tidak digunakan, barang-barang itu perlahan berubah dari simbol kemungkinan menjadi pengingat tentang apa yang belum kita lakukan.

Beberapa orang mungkin merasa bahwa selama mereka memiliki barang-barang ini, mereka masih memiliki kemungkinan atau peluang untuk mengejar tujuan tertentu.

“Namun, biasanya itu bukanlah keinginan yang benar-benar kuat dan realistis. Jika tidak, mereka pasti akan menggunakan barang tersebut. Beberapa orang merajut sweater. Yang lain menyimpan sekantong benang dan jarum rajut, berharap mereka akan menjadi seorang perajut," ungkap Lisa Zaslow, penata organisasi profesional dari Gotham Organizers, mengutip HuffPost.

4. Tips membersihkan aspirational clutter

Ilustrasi aspirational clutter (pexels.ocm/Ron Lach)

Memang sulit untuk menyingkirkan barang-barang yang membangkitkan aspirasi. Akan tetapi, tips singkat ini dapat membantumu dalam membereskan rumah.

Identifikasi kekacauan

Fokuslah pada satu zona atau ruangan dalam satu waktu. Luangkan waktu untuk mengidentifikasi barang-barang yang berantakan di rumah, yang sebenarnya ingin kamu singkirkan. Tanda-tandanya adalah barang-barang yang masih berada di dalam kotak, tidak terpakai, atau disimpan untuk masa mendatang.

Tetapkan batas waktu

Setelah mengidentifikasi barang-barang yang tidak perlu, atur waktu. Misalnya, 30 hari untuk menghabiskan satu jam menggunakan barang-barang yang ingin kamu pakai. Misalnya, gunakanlah mesin jahit dengan menonton tutorialnya. Jika kamu tidak dapat meluangkan waktu satu jam untuk memakai barang tersebut, sudah saatnya untuk membuang!

Cobalah dulu sebelum memutuskan

Banyak hobi membutuhkan berbagai macam aksesori pendukung. Jadi, sebelum terjun sepenuhnya ke aktivitas atau hobi baru, cobalah dulu, dan kemudian beri dirimu ruang. Tanyakan pada diri: “Daripada membeli mesin pembuat es krim atau mesin jahit, bisakah kamu mencari kelas lokal untuk mencari pengalaman?”

Buat batasan kategori

Saat merapikan, tetapkan batasan untuk setiap "kategori" di rumah. Misalnya, kamu hanya mengizinkan dirimu memiliki satu atau dua (jangan empat) peralatan dapur, hobi, seni, atau peralatan olahraga/kebugaran yang "diinginkan".

Nah, itulah penjelasan singkat dari istilah aspirational clutter yang bisa menambah wawasan, Jadi, kamu termasuk yang suka menyimpan barang-barang, gak, nih?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article