Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa Itu Downgrade Lifestyle? Cara Bertahan di Tengah Krisis
ilustrasi menerapkan frugal living (pexels.com/cottonbro studio)

  • Downgrade lifestyle adalah penyesuaian gaya hidup dengan fokus berhemat, membeli sesuai kebutuhan, dan menurunkan standar konsumsi.

  • Banyak orang menerapkannya karena harga kebutuhan naik, pendapatan terasa tak cukup, gaji stagnan, pajak meningkat, atau PHK.

  • Penerapannya meliputi memasak sendiri, mengurangi makan di luar dan barang mewah, serta membatasi aktivitas yang membebani uang maupun mental.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Harga kebutuhan pokok naik, bensin makin langka, dan nilai mata uang menurun. Beberapa hal tersebut tengah melanda Indonesia beberapa bulan terakhir. Alhasil, kehidupan menjadi makin berat hingga banyak orang yang mencoba menerapkan gaya hidup baru, termasuk dengan downgrade lifestyle. Tak hanya anak muda atau generasi Z, bahkan hampir semua kalangan pun disebut mulai menerapkan gaya hidup tersebut, lho.

Lantas, sebetulnya apa itu downgrade lifestyle? Selain itu, kenapa bagaimana contoh cara menerapkannya di kehidupan sehari-hari? Berikut pembahasan lengkapnya.

1. Apa itu Downgrade Lifestyle?

ilustrasi makan di cafe (unsplash.com/Vitaly Gariev)

Downgrade lifestyle adalah istilah yang merujuk pada penurunan gaya hidup atau menurunkan kualitas kehidupan. Istilah tersebut mengacu pada kata bahasa Inggris, yaitu downgrade yang berarti menurunkan jabatan atau posisi dan lifestyle dengan arti gaya hidup atau cara hidup suatu golongan.

Nah, jika dikaitkan dengan kondisi ekonomi saat ini, downgrade lifestyle adalah cara hidup yang berfokus pada penghematan, membeli barang sesuai kebutuhan, dan menurunkan standar yang sudah dijalankan sejak lama untuk bertahan. Seseorang dituntut untuk mengubah gaya hidup sebelumnya, tak menghamburkan uang, dan mulai mencoba hal baru yang dirasa lebih hemat atau terjangkau.

Contohnya, dulu kamu sering makan di restoran atau gerai fast food, tapi karena menerapkan downgrade lifestyle kini mulai masak atau mengurangi frekuensinya. Orang yang awalnya sering membeli barang mewah perlahan juga menghindarinya dan mulai beralih ke barang biasa. Ada juga orang yang sering naik ojek daring, tetapi karena harganya mahal ia memilih untuk menggunakan transportasi umum yang lebih terjangkau, misalnya KRL hingga jalan kaki.

2. Mengapa banyak orang menerapkan downgrade lifestyle?

ilustrasi frugal living (vecteezy.com/Towfiqu ahamed barbhuiya)

Alasan utama penerapan downgrade lifestyle adalah agar bisa bertahan di tengah kondisi ekonomi yang makin menekan. Demi bisa bertahan hidup, orang-orang rela meninggalkan gaya hidup lamanya dan mulai menerapkan strategi kehidupan baru.

Masyarakat juga menganggap bahwa penghasilan bulanan mereka tidak cukup untuk membiayai kehidupan, baik buat hidup sendiri atau berkeluarga. Daripada harus hidup sengsara di tengah kondisi tak pasti, mereka akan memilih untuk dowgrade lifestyle agar bisa menabung atau menyisikan uang.

Tekanan dari berbagai aspek juga memaksa masyarakat melakukan downgrade lifestyle. Ada yang tertekan karena harga bahan pokok naik, kenaikan pajak, gaji yang tidak bertambah, hingga mengalami PHK.

Jika tidak melakukan downgrade lifestyle, dikhawatirkan status kelas menengah yang disandang oleh banyak orang bisa turun. Alhasil, mereka berpotensi menjalani kehidupan yang jauh lebih sulit.

3. Cara menerapkan downgrade lifestyle

ilustrasi frugal living (unsplash.com/Alicia Christin Gerald)

Ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk menerapkan downgrade lifestyle, seperti mengurangi konsumsi hingga kurangi aktivitas yang membebani. Kurangi konsumsi dilakukan untuk menghemat uang. Caranya beragam, seperti kurangi makan di luar, mulai masak sendiri, jangan terlalu sering belanja barang mewah, dan hindari membeli sesuatu yang tak penting. Kamu juga bisa menekan pengeluaran dan konsumsi dengan naik angkutan umum hingga belilah barang sesuai kebutuhan.

Downgrade lifestyle tak melulu soal uang, tapi juga terkait dengan mental dan beban. Kurangi aktivitas yang membebani dirimu, seperti nongkrong hingga tengah malam atau lembur saat bekerja. Kamu bisa mengalokasikan waktu untuk hal lain, baik beristirahat, berkumpul dengan keluarga, atau sekadar menjalani hobi.

Sekarang kamu sudah tahu apa itu downgrade lifestyle dan berbagai contohnya. Nah, kalau kamu sendiri, apakah juga mulai menerapkannya?

Curated For You

Editorial Team

Related Article