Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Apa Itu Gyaru Style? Subkultur Jepang di Pesta Hanum Mega

4 min read
Apa Itu Gyaru Style? Subkultur Jepang di Pesta Hanum Mega
Tasya, Rklopperr, Elina, Naykilla, Vilmei, Violenza, Sarah Gibson, dan Nathalie dalam outfit Gyaru berhias motif leopard dan paduan warna silver(instagram.com/tasyarevina)

  • Pesta ulang tahun Hanum Mega di GBK mengusung tema gyaru, terlihat dari gaya Y2K warna-warni, motif leopard, aksen bulu, serta riasan mata dramatis.

  • Gyaru adalah subkultur fesyen dan kecantikan Jepang berciri makeup tegas, rambut bervolume atau terang, outfit ekspresif, dan aksesori mencolok.

  • Gaya ini muncul sebagai ekspresi anak muda yang menantang standar kecantikan Jepang, mencapai puncak pada akhir 1990-an–2000-an, lalu kembali mendapat perhatian media sosial.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Penampilan para tamu di pesta ulang tahun beauty influencer, Hanum Mega, sukses mencuri perhatian lewat gaya Y2K yang penuh warna dan aksesori. Digelar di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), pesta tersebut mengusung tema gyaru dengan outfit bermotif leopard, aksen bulu, hingga leg warmers. Hanum Mega turut melengkapi penampilannya dengan eyeliner cat-eye, bulu mata palsu tebal, dan softlens berwarna terang.

Sebetulnya apa itu gyaru style yang menjadi tema pesta tersebut? Gyaru merupakan subkultur fesyen dan kecantikan asal Jepang yang identik dengan makeup dramatis, rambut bervolume, serta outfit yang berani dan ekspresif. Subkultur ini juga memiliki beragam karakter dan substyle yang berkembang dari waktu ke waktu. Yuk, cari tahu lebih lanjut gaya fesyen ini!

  1. 1. Apa itu gyaru style?

     Apa itu gyaru style
    Nanda Arsyinta dan Ardya di pesta ultah Hanum Mega (instagram.com/nandaarsynt)

    Dilansir Neokyo, gyaru style adalah gaya fesyen dan kecantikan yang berkembang dari budaya anak muda Jepang dan dikenal lewat penampilan berani. Gaya ini biasanya ditandai dengan makeup mata tegas, rambut bervolume atau berwarna terang, pakaian yang mencolok, serta penggunaan aksesori dan sepatu platform. Di balik tampilannya yang berbeda, gyaru juga lekat dengan sikap percaya diri dan kebebasan untuk mengekspresikan diri.

    Istilah gyaru berasal dari kata bahasa Inggris “gal” yang kemudian diserap ke dalam bahasa Jepang. Seiring perkembangannya, gyaru tidak berhenti pada satu gaya tertentu. Berbagai substyle kemudian muncul dengan karakter masing-masing, seperti kogal yang terinspirasi dari seragam sekolah, hime gyaru dengan nuansa feminin seperti putri, hingga ganguro yang dikenal dengan kulit lebih gelap dan makeup mencolok.

  2. 2. Gyaru sebagai bentuk perlawanan terhadap standar kecantikan

    Gyaru sebagai bentuk perlawanan terhadap standar kecantikan
    Hearts2Hearts tampil all out dengan outfit gyaru. (Instagram.com/hearts2hearts)

    Kemunculan gyaru berkaitan erat dengan keinginan anak muda untuk keluar dari standar kecantikan yang telah lama berkembang di Jepang. Saat itu, kecantikan perempuan Jepang umumnya identik dengan kulit putih, rambut hitam panjang dan lurus, serta riasan yang sederhana. Gyaru justru mengambil arah berbeda dengan menampilkan kulit tan, rambut yang diwarnai atau diputihkan, serta makeup yang lebih mencolok.

    Perubahan tersebut berlangsung di tengah berbagai perubahan sosial di Jepang. Setelah gelembung ekonomi Jepang pecah pada awal 1990-an, tekanan untuk mengikuti norma dan tampil seragam semakin terasa.

    Di sisi lain, perubahan peran perempuan dalam kehidupan sosial dan profesional turut membuka ruang bagi ekspresi yang lebih mandiri. Gyaru kemudian menjadi salah satu bentuk budaya anak muda yang menekankan keberanian untuk tampil berbeda dan tidak terpaku pada standar kecantikan yang sudah ada.

  3. 3. Ciri khas gyaru style

     Ciri khas gyaru style
    Naykilla tampil dengan gaya fashion ala Y2K (instagram.com/naykillaaa)

    Gyaru dikenal lewat tampilan yang sengaja dibuat lebih menonjol dibandingkan gaya fashion sehari-hari. Makeup menjadi salah satu bagian penting, terutama riasan mata dengan eyeliner tegas, bulu mata yang lebih dramatis, dan lensa kontak berukuran besar. Rambut juga sering ditata dengan volume yang lebih tinggi atau diberi warna terang, sementara outfit dapat dilengkapi rok pendek, atasan feminin, aksesori mencolok, dan sepatu platform.

    Meski memiliki sejumlah ciri yang mudah dikenali, gyaru sebenarnya tidak memiliki aturan penampilan yang benar-benar kaku. Setiap substyle berkembang dengan karakter berbeda dan dapat berubah mengikuti tren. Karena itu, gyaru lebih tepat dipahami sebagai gaya yang memberi ruang bagi seseorang untuk tampil percaya diri dan menonjolkan kepribadiannya daripada sekadar mengikuti daftar pakaian atau makeup tertentu.

  4. 4. Sejarah perkembangan gyaru style

     Sejarah perkembangan gyaru style
    ilustrasi gyaru style (unsplash.com/tyt_holodno)

    Gyaru tidak langsung muncul dalam bentuk yang dikenal sekarang. Gaya ini berkembang mengikuti perubahan tren fashion, musik, media, dan kehidupan anak muda Jepang dari waktu ke waktu. Berikut sejarah perkembangannya.

    • 1970-an hingga 1980-an

    Pada periode ini, istilah gal masih digunakan secara umum untuk menyebut perempuan muda yang energik dan belum merujuk pada subkultur fesyen tertentu. Memasuki masa gelembung ekonomi Jepang, gaya bodycon yang menonjolkan bentuk tubuh mulai populer di kalangan perempuan muda.

    • Awal 1990-an

    Setelah gelembung ekonomi Jepang pecah, muncul generasi baru yang mulai memodifikasi penampilan mereka, termasuk siswi SMA yang memendekkan rok seragam dan mengenakan loose socks. Pada periode yang sama, popularitas Namie Amuro ikut mendorong tren rambut cokelat dan sepatu platform yang kemudian lekat dengan gaya gyaru.

    • Akhir 1990-an hingga 2000-an

    Gyaru memasuki masa kejayaannya dengan tampilan yang semakin berani. Berbagai substyle seperti Ganguro dan Yamanba mulai dikenal luas, sementara majalah egg membantu membawa tren dari jalanan Shibuya ke pembaca di berbagai wilayah Jepang. SHIBUYA 109 juga semakin dikenal sebagai salah satu pusat fesyen yang lekat dengan budaya gyaru.

    • 2010-an hingga sekarang

    Memasuki 2010-an, popularitas gyaru di media arus utama mulai menurun seiring berhentinya sejumlah majalah yang menjadi wadah subkultur ini. Namun, memasuki era Reiwa, gyaru kembali mendapat perhatian melalui TikTok, Instagram, dan komunitas internasional yang memperkenalkan gaya tersebut kepada generasi baru.

    Itulah penjelasan apa itu gyaru style yang dikenal lewat makeup tegas dan outfit mencolok. Kamu tertarik mencoba tampilan gyaru yang kembali ramai diperbincangkan ini?

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More