Ada di Adat Pernikahan Tionghoa, Apa Itu Prosesi Tea Pai?

- Tea pai adalah ritual penghormatan kepada anggota keluarga yang lebih tua dengan menyuguhkan teh sebagai ungkapan terima kasih.
- Persyaratan tea pai meliputi kehadiran keluarga mempelai yang sudah menikah, namun ada pengecualian jika orangtua sudah wafat.
- Prosesi tea pai dimulai dengan pemberian teh kepada orangtua, kakek, nenek, paman, bibi, dan seterusnya diikuti dengan penerimaan angpao atau perhiasan sebagai bentuk terima kasih.
Pernikahan Tionghoa memiliki beberapa rangkaian yang kental akan budaya. Rangkaian ini berjalan mulai dari pranikah hingga hari pernikahan berlangsung. Salah satu prosesi penting dalam pernikahan etnis Tionghoa adalah tea pai.
Prosesi ini sering dikatakan sebagai penghormatan kepada anggota keluarga yang lebih tua. Tentunya, ada juga makna di balik penamaan tea pai. Apakah kamu sudah tahu? Coba simak penjelasan lengkapnya di bawah ini, yuk!
1. Apa itu tea pai?

Tea pai sendiri ternyata gabungan dari bahasa Inggris dan Mandarin. Tea merupakan teh, sedangkan pai artinya adalah ungkapan terima kasih. Tea pai merupakan ritual penghormatan untuk anggota keluarga yang lebih tua dari anggota keluarga yang baru menikah. Ada pun bentuk penghormatannya dengan cara menyuguhkan teh.
Biasanya, tea pai akan dilangsungkan pada pagi hari setelah pemberkatan dan sebelum resepsi. Namun ada juga yang dilangsungkan di malam hari atau setelah resepsi. Tea pai juga biasanya diartikan sebagai 'permohonan izin' untuk bergabung ke dalam keluarga tersebut.
2. Persyaratan tea pai

Proses tea pai dihadiri oleh keluarga mempelai yang sudah resmi menikah, di antaranya adalah orangtua, saudara kandung, paman dan bibi, kakek dan nenek, sepupu/keponakan yang setidaknya sudah pernah menikah. Ada beberapa anggota keluarga yang tidak diperbolehkan hadir.
Mulai dari adik dari pengantin (terutama yang sudah menikah) hingga kakak (apabila belum menikah atau sudah dilangkahi). Meski begitu, ada pengecualian. Jika orangtua sudah wafat, maka kakak boleh menggantikan sebagai wali.
3. Prosesi tea pai

Prosesi tea pai diawali dengan pemberian teh kepada orangtua. Lalu, dilanjutkan dengan kakek, nenek, paman, bibi, dan seterusnya. Sebelum menyuguhkan tes, kedua mempelai akan berlutut di depan orangtua dan kakek-nenek sebagai bentuk penghormatan. Keluarga mempelai yang dilayani terlebih dahulu akan disuguhkan teh oleh mempelai lawan jenis. Lalu, cangkir kosongnya akan diambil kembali.
Setelah meminum teh, biasanya pihak keluarga yang lebih tua akan memberikan angpao atau perhiasan sebagai bentuk terima kasih. Tea pai umumnya digelar di rumah mempelai perempuan. Meski begitu, sekarang tea pai juga kerap dilaksanakan di venue pernikahan.
Demikian penjelasan terkait prosesi tea pai dalam adat pernikahan Tionghoa. Prosesi satu ini juga sering kali disebut sebagai 'tradisi minum teh'.






![[QUIZ] Pilih Karakter Upin dan Ipin Favorit, Cek Kamu Jago Bikin Baper atau Dibaperin?](https://image.idntimes.com/post/20251129/screenshot-2025-11-29-181336_ab65d75f-901c-48e7-9161-7bbac624e5d7.png)











