Ada masa ketika akhir pekan terasa harus selalu diisi. Nongkrong bersama teman, datang ke acara, membalas chat yang menumpuk, sampai mengikuti apa pun yang sedang ramai agar tidak merasa tertinggal. Namun, ketika hari-hari sudah cukup penuh dengan pekerjaan, kuliah, media sosial, dan berbagai tuntutan, tinggal di rumah tanpa agenda ternyata bisa terasa seperti kemewahan tersendiri.
Dari kebutuhan untuk punya ruang inilah, istilah soft hermitting mulai ramai dibicarakan di kalangan anak muda. Bukan tentang menghilang dari dunia atau memutus hubungan dengan semua orang, melainkan memilih mundur sejenak dari keramaian untuk mengisi kembali energi. Jadi, sebenarnya apa yang membuat soft hermitting terasa begitu relate dengan kehidupan Gen Z sekarang? Yuk, simak!
