"Meskipun lantai kayu keras dan laminasi tidak menimbulkan suara, keduanya juga tidak menyerap suara. Di situlah letak masalahnya. Alih-alih suara diredam, suara apa pun cenderung memantul dan bertahan lama yang akhirnya dapat lebih mengganggu," kata Dr. Maja Schaedel, salah satu pendiri The Good Sleep Clinic, mengutip laman Ideal Home.
5 Tren Kamar Tidur yang Justru Menurunkan Kualitas Istirahat

- Lantai kayu keras dan laminasi tidak menyerap suara, sehingga bunyi mudah memantul dan mengganggu. Karpet, furnitur berlapis kain, serta perlengkapan lembut dapat membantu meredamnya.
- Ruang kerja di kamar tidur dapat membuat otak mengaitkan ruangan dengan tenggat dan konsentrasi, bukan istirahat. Meja sebaiknya dipisahkan atau disembunyikan setelah jam kerja.
- Pencahayaan dingin-terang, dekorasi bertekstur berlebihan, dan warna mencolok berpotensi menstimulasi otak. Cahaya hangat redup, visual lapang, serta warna lembut lebih mendukung suasana tidur.
Ada banyak sekali tren kamar tidur bergaya yang menjanjikan transformasi ruangan. Namun, beberapa tampilan paling populer mungkin mempersulit istirahat di penghujung hari.
Mulai dari ruang kerja di rumah yang mengaburkan batas antara pekerjaan dan istirahat hingga lantai keras yang memantulkan suara, ini adalah tren yang mungkin perlu kamu pertimbangkan kembali. Kabar baiknya, kamu tidak perlu mendesain kamar tidur sepenuhnya baru untuk tidur yang lebih nyenyak. Berikut tren kamar tidur yang justru menurunkan kualitas istirahat!
1. Lantai kayu keras dan laminasi

Lantai kayu keras dan laminasi telah menjadi beberapa pilihan lantai kamar tidur yang paling populer dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini berkat tampilan kontemporernya, perawatan yang mudah, dan kemampuannya untuk melengkapi meningkatnya tren interior alami dan biofilik.
Untungnya, kamu gak perlu membuang lantai kayu keras sepenuhnya. Cukup padukan lantai kayu keras dengan karpet, furnitur berlapis kain, dan perlengkapan lembut lainnya yang membantu menyerap suara dan menciptakan lingkungan yang jauh lebih tenang.
2. Ruang kerja di kamar tidur

Sejak sistem kerja hybrid jadi tren baru, permintaan ruang kerja di rumah meningkat. Bagi banyak rumah tangga, itu berarti memanfaatkan ruang yang ada, salah satunya sudut kamar tidur. Namun, ini adalah salah satu tren kamar tidur paling umum yang merampas kualitas tidurmu.
"Ketika kamar tidur berulang kali digunakan untuk bekerja, otak mungkin mulai mengasosiasikan ruangan tersebut dengan konsentrasi, tenggat waktu, dan pemecahan masalah, bukan dengan istirahat," jelas psikolog klinis Dr. Tracy King, mengutip laman Ideal Home.
Menurut Dr. Schaedel, bekerja di kamar tidur sama sekali tidak dianjurkan. Bagi siapa pun yang berjuang melawan insomnia, salah satu perawatan terapi yang paling efektif adalah menjadikan kamar tidur hanya digunakan untuk tidur.
Apabila kamu tidak dapat memindahkan ruang kerja ke tempat lain, beberapa ide penyimpanan kantor rumahan yang cerdas dapat membantu memisahkan pekerjaan dan istirahat. Penempatan furnitur yang cerdas, penyimpanan tersembunyi, atau tata letak fleksibel akan memungkinkan mejamu disingkirkan di akhir hari kerja.
3. Cahaya teralu terang dan berlapis

Pencahayaan berlapis telah menjadi elemen penting dalam desain kamar tidur modern, membantu menciptakan suasana nyaman sekaligus membuat ruangan terasa lebih fungsional. Namun, jenis pencahayaan kamar tidur yang dipilih dapat memengaruhi seberapa mudah kamu tertidur.
Dr. Schaedel menjelaskan bahwa pencahayaan memainkan peran kunci dalam membantu mengatur jam biologis alami tubuh, menjadikannya salah satu aspek terpenting yang perlu diperhatikan. Kuncinya adalah memilih sumber cahaya yang lebih hangat daripada pencahayaan yang lebih dingin dan bernuansa biru yang dapat mengganggu kemampuan otak untuk rileks.
Memilih pencahayaan redup dan hangat selama dua jam sebelum tidur dan menggunakan lampu meja daripada lampu langit-langit, dapat membantu. Adapun kamar tidur yang gelap membantumu memiliki tidur yang berkualitas dengan mendukung produksi melatonin dan ritme sirkadian alami tubuh.
4. Tekstur yang terlalu berlapis

Menambahkan tekstur, seperti sandaran kepala tempat tidur berbahan bouclé, selimut yang nyaman, dan bantal yang lembut, telah menjadi ciri khas desain kamar tidur bergaya. Namun, hal tersebut juga bisa menjadi salah satu tren kamar tidur yang merusak kualitas tidur.
"Kain bouclé dan kain pelapis bertekstur tebal tetap populer karena memberikan kehangatan dan sentuhan yang nyaman. Namun, menumpuk terlalu banyak tekstur, pola, dan material yang saling bersaing dapat menciptakan gangguan visual yang tidak perlu," jelas Alisdair Gray, Direktur Studio Desain Interior Cousins & Cousins, mengutip Ideal Home.
Dr. King menjelaskan bahwa otak kita terus-menerus menyaring ruang di sekitar, bahkan ketika kita mencoba untuk rileks. Ketika sebuah kamar tidur berisi banyak tekstur, pola, bantal, selimut, dan benda dekoratif yang saling bersaing, ruangan itu bisa mulai terasa ramai secara visual. Jadi, apakah ruangan ini terasa nyaman atau justru sesak?
Kamar tidur tidak perlu minimalis atau tanpa tekstur sama sekali. Sebaliknya, cobalah fokus pada keseimbangan antara tekstur lembut dengan ruang visual yang lapang untuk menciptakan lingkungan tidur yang lebih tenang dan nyaman.
5. Warna yang berani

Penggunaan warna-warna mencolok telah menjadi salah satu tren cat terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Akan tetapi, beberapa warna tertentu mungkin tidak menciptakan latar belakang yang paling menenangkan untuk tidur.
"Skema warna yang berani, terutama warna merah yang kuat, merah muda cerah, dan palet kontras tinggi, tetap populer sebagai pilihan desain yang mencolok. Akan tetapi, warna-warna ini bisa lebih merangsang daripada menenangkan," kata Alisdair.
Meskipun warna-warna cerah dan bersemangat dapat memberi energi pada bagian rumah lainnya, warna tersebut dapat terlalu merangsang indra jika digunakan di kamar tidur.
“Warna-warna yang terasa tenang dan nyaman adalah jenis warna yang membuat kamu ingin meringkuk dan bersantai. Pikirkan warna-warna netral lembut seperti krem dan cokelat muda atau warna biru pucat atau abu-abu yang sejuk dan menenangkan," ujar Mikel Welch, seorang dekorator, mengutip laman Martha Stewart.
Namun, tidak ada aturan baku dalam hal pemilihan warna kamar tidur. Apa yang dianggap menenangkan dan menenteramkan oleh satu orang, mungkin memiliki efek sebaliknya pada orang lain. Bagi sebagian orang, warna merah tua mungkin terasa hangat, intim, dan menenangkan, sementara bagi orang lain, warna itu mungkin terasa intens, sesak, atau mengganggu.
Itulah beberapa tren kamar tidur yang justru menurunkan kualitas istirahat. Mulai sekarang, periksa elemen yang mengganggu tidur dan menggantinya dengan item yang lebih nyaman di kamar tidur, ya!








![[QUIZ] Apakah Kamu Punya Karakter Sigma Sejati di Dalam Dirimu?](https://image.idntimes.com/post/20241010/pexels-pavel-danilyuk-8637958-7e79465c1b4febc31d7dd6f5c1e50084-f581d3c8ce60226f918f7c94bf403ea8.jpg)





![[QUIZ] Seberapa Menarik Kamu di Mata Orang Lain? Cek Lewat Kuis Ini!](https://image.idntimes.com/post/20250120/pexels-samson-katt-5225086-11zon-14b30f9007dab2ac97e754c25380444d-6a64152ba8bfc06182c82fc371daad0b.jpg)


![[QUIZ] Apakah Kamu Suka Konflik atau Cinta Damai? Cek di Sini!](https://image.idntimes.com/post/20250528/1976-603df6f641b54ac4de18f293915a6c9d-cab98535fc2ff8159abc310b4c0b2b8a.jpg)

