ilustrasi produktif (pexels.com/Los Muertos Crew)
Banyak orang mengukur produktivitas dari seberapa sibuk jadwal yang dimiliki. Ketika mulai menerapkan mindfulness, seseorang mungkin tidak lagi merasa perlu mengisi setiap jam dengan aktivitas. Ia memberi ruang untuk istirahat dan refleksi singkat tanpa rasa bersalah. Perubahan ini kerap dianggap sebagai tanda menurunnya ambisi, padahal yang berubah hanyalah cara memaknai waktu.
Produktif tidak selalu berarti bergerak tanpa henti. Ada kalanya, berhenti sejenak justru membuat langkah berikutnya lebih tepat sasaran. Dengan mindfulness, seseorang bisa bekerja lebih fokus selama beberapa jam, lalu benar-benar beristirahat tanpa memikirkan pekerjaan. Ambisi tetap berjalan, tetapi tidak lagi mengorbankan kewarasan dan kualitas hidup secara keseluruhan.
Mindfulness tidak serta-merta membuat ambisi menghilang, tetapi mengubah bentuk dan sumbernya. Ia bisa mengurangi dorongan yang lahir dari rasa takut, tetapi menguatkan tujuan yang memang selaras dengan nilai pribadi. Jadi, apakah yang hilang benar-benar ambisi atau hanya cara lama melihat keberhasilan?