5 Bahaya yang Dialami Bila Terus Menyangkal Masalah

Ada banyak alasan mengapa seseorang bisa bersikap denial terhadap sebuah fakta atau kenyataan. Salah satunya, karena kenyataan itu terlalu pahit dan menyakitkan untuk dihadapi. Tak sedikit dari kita kemudian beralih pada shortcut yang lebih mudah: menyangkal realitas.
Sejujurnya, kita hanya ingin melindungi diri kita sendiri dengan bersikap denial. Hanya, itu bisa membuahkan dampak negatif dalam jangka panjang. Terlebih, bila kita memilih untuk bertindak tidak sesuai dengan masalah yang ada. Hasilnya, kamu malah membentuk sikap dan pola pikir tak sehat yang semakin memperkeruh suasana.
Selain itu, simak 5 bahaya lain yang akan terjadi bila kamu ngeyel menyangkal kenyataan:
1.Membutakan langkah dan tindakanmu

Ketika seseorang bersikap denial, ia tidak bisa melihat isu atau masalah di depannya secara jelas. Itulah mengapa, ia kemudian bersikap acuh tak acuh. Ia tidak bisa fokus memikirkan solusi atau strategi untuk keluar dari masalah itu, karena ia bahkan tidak mau mengakui masalah tersebut.
Bila tak kunjung ada penyelesaian, masalah pun bertambah kompleks. Kamu tidak akan bisa berpikir jernih bila kamu saja tidak mau menerima kenyataan yang terpampang. Toh, apa yang sudah terjadi tidak bisa diubah. Yang bisa kamu lakukan sekarang ialah, berharap dan mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk masa depan agar masalah serupa tak terulang.
2.Membuatmu mudah menyepelekan masalah

Kata “menyepelekan” di sini tentu memiliki makna negatif. Berbeda dengan positive thinking yang, walau tetap berharap dan berusaha di tengah kesukaran, orang denial tidak tahu pasti masalah apa yang dihadapinya sekarang.
Bahaya kalau kebiasaan ini terus dilakukan. Sikap gegabah dan terlalu menyepelekan dapat memperburuk masalah yang ada. Kamu tidak mengerti dampak masalah tersebut sampai masalahnya benar-benar menjadi besar.
3.Kecenderungan untuk mengalihkan tanggung jawab

Menyangkal dan menghindari masalah dapat menjadi lingkaran kebiasaan yang tak akan pernah berhenti. Pertama, kamu tidak ingin mengakui kelalaian yang menimbulkan suatu masalah. Kedua, kamu pasti akan cenderung menghindari tanggung jawabmu atas masalah tersebut.
Keinginanmu untuk menghindari emosi negatif dapat memotivasimu untuk menyepelekan masalah yang ada. Akan jauh lebih baik untuk mengakui dan menerima hal-hal yang terjadi di luar kontrolmu, dan melakukan sesuatu untuk bisa membenarkan hal tersebut dibanding terus berpura-pura tidak terjadi apa-apa.
4.Membuatmu lelah secara mental

Terus menyangkal emosi negatif berarti juga terus-terusan memendam tanpa mengakui. Hal ini yang akan membuatmu lelah secara mental. Kamu tahu bahwa kamu sedih, marah, khawatir, tapi tidak ingin mengakuinya.
Lambat laun, kamu jadi buta akan perasaan dan emosimu sendiri. Walau perasaanmu tidak enak, kamu tak tahu harus melakukan apa untuk itu.
5.Tidak menemukan penyelesaian untuk masalahmu

Bagaimana ada penyelesaian apabila kamu terus menghindar? Kam uterus mendorong masalahmu tanpa mencari penyelesaian yang tepat. Alhasil, kamu pun tidak belajar apa-apa dari masalahmu. Kamu akan tetap stagnann di posisi yang sama, tidak memiliki bahan bakar untuk mendorongmu maju.
Jadi, menyangkal masalah dapat membawamu pada rentetan dampak negatif yang merugikan. Belajarlah untuk jujur pada diri sendiri. Menyakitkan dan memalukan, memang. Tapi, itu jauh lebih baik dibanding terus mendorong masalah itu pergi.



















