Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bayar Fidyah Berapa Kg Beras? Ini Penjelasan Takaran dan Cara Hitung
ilustrasi beras (pexels.com/blckhand)
  • Fidyah adalah kewajiban bagi yang tidak mampu berpuasa Ramadan karena alasan syar’i, seperti usia lanjut atau sakit kronis, dengan memberi makan fakir miskin sebagai gantinya.
  • Takaran fidyah ditetapkan satu mud makanan pokok per hari puasa yang ditinggalkan, setara sekitar 0,6–0,7 kilogram beras sesuai ukuran umum di Indonesia.
  • Perhitungan fidyah dilakukan dengan mengalikan jumlah hari puasa yang ditinggalkan, lalu disalurkan kepada fakir miskin secara langsung atau melalui lembaga zakat resmi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Fidyah menjadi salah satu solusi dalam Islam bagi orang yang tidak mampu menjalankan puasa Ramadan karena alasan tertentu. Kewajiban ini biasanya ditunaikan dengan memberi makan fakir miskin sebagai pengganti puasa yang ditinggalkan. Di Indonesia, fidyah sering dibayarkan dalam bentuk beras karena merupakan makanan pokok masyarakat.

Namun, masih banyak orang yang bertanya mengenai takaran fidyah jika dibayarkan dengan beras. Berapa kilogram beras yang harus diberikan untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan? Berikut penjelasan lengkapnya.

1. Pengertian dan hukum fidyah puasa dengan beras

ilustrasi makanan simpel berbuka puasa (pexels.com/anntarazevich)

Fidyah merupakan tebusan yang wajib diberikan oleh seseorang yang tidak mampu menjalankan puasa Ramadan karena alasan syar’i. Kondisi tersebut misalnya dialami oleh orang tua yang sudah renta, penderita sakit kronis, atau orang yang secara permanen tidak mampu berpuasa. Sebagai gantinya, mereka diwajibkan memberi makan fakir miskin.

Ketentuan ini merujuk pada firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 184 yang menjelaskan kewajiban memberi makan orang miskin bagi mereka yang tidak mampu berpuasa. Dalam praktiknya, pemberian makanan tersebut dapat berupa makanan siap santap atau bahan makanan pokok. Di Indonesia, beras sering digunakan untuk membayar fidyah karena menjadi kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari.

2. Berapa kilo beras untuk membayar fidyah puasa?

ilustrasi beras (pexels.com/blckhand)

Mengutip dari NU Online, dalam fiqih Islam, fidyah puasa umumnya ditetapkan sebesar satu mud makanan pokok untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan. Di Indonesia, makanan pokok yang biasa digunakan adalah beras. Menurut penjelasan NU Online, satu mud kira-kira setara dengan sekitar 675 gram atau 6,75 ons beras atau sekitar 0,6 hingga 0,7 kilogram beras berdasarkan perhitungan yang umum digunakan.

Takaran satu mud sendiri merupakan satuan ukuran tradisional dalam syariat Islam. Para ulama menjelaskan bahwa satu mud setara dengan takaran penuh dua telapak tangan orang dewasa yang digabungkan. Ukuran ini kemudian menjadi acuan minimal dalam menentukan jumlah fidyah yang harus diberikan kepada fakir miskin untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan.

3. Cara menghitung fidyah puasa dengan beras

ilustrasi beras (pexels.com/viestudio)

Jika seseorang meninggalkan puasa selama beberapa hari, maka jumlah fidyah tinggal dikalikan dengan jumlah hari puasa yang ditinggalkan. Misalnya, jika seseorang tidak berpuasa selama 10 hari, maka ia harus membayar fidyah sebanyak 10 mud atau sekitar 6,75 kilogram beras. Fidyah tersebut kemudian diberikan kepada fakir atau miskin sesuai ketentuan syariat.

Beras fidyah bisa disalurkan secara langsung kepada orang yang membutuhkan atau melalui lembaga zakat resmi agar penyalurannya lebih tepat sasaran. Selain dalam bentuk beras, sebagian ulama juga membolehkan fidyah diberikan dalam bentuk makanan siap santap. Yang terpenting, jumlahnya mencukupi untuk memberi makan satu orang miskin untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan.

Memahami takaran fidyah puasa dengan beras, penting agar kewajiban ibadah ini dapat ditunaikan dengan tepat sesuai ketentuan syariat. Dengan mengetahui cara menghitungnya, umat Muslim bisa menunaikan fidyah sekaligus berbagi rezeki kepada fakir miskin yang membutuhkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team