Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Tips Anak Tetap Tumbuh Optimal meski Jauh dari Orangtua seperti Upin Ipin

3 min read
Tips Anak Tetap Tumbuh Optimal meski Jauh dari Orangtua seperti Upin Ipin
cuplikan episode Mimpi Terindah di serial Upin dan Ipin (youtube.com/Les' Copaque Production)
  • Anak yang jauh dari orangtua tetap dapat tumbuh optimal dengan kasih sayang dan pengasuhan dari anggota keluarga.

  • Dukungan pengasuh dapat membantu anak menghadapi frustrasi, kegagalan, dan pengalaman tidak nyaman dengan percaya diri.

  • Keluarga besar dapat menjadi ruang bagi anak untuk belajar mandiri, sabar, berkolaborasi, dan beradaptasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Tidak semua anak memiliki kesempatan untuk tumbuh dan menghabiskan hari-hari mereka bersama orangtua. Beberapa anak, sebagaimana yang digambarkan dalam kartun Upin dan Ipin, harus tinggal bersama saudara atau bahkan menjalani keseharian bersama nenek. Meski begitu, ketidakhadiran orangtua bukan berarti anak tidak dapat tumbuh optimal.

Kasih sayang yang utuh dan pengasuhan yang optimal dari seluruh anggota keluarga dapat berkontribusi untuk menemani tumbuh kembang anak. Jika belajar dari Upin dan Ipin, bagaimana cara membesarkan anak agar tetap bisa berkembang dengan baik meski jauh dari orangtua?

  1. 1. Membangun ketahanan

    cuplikan episode Upin dan Ipin Dah Besar (youtube.com/Les' Copaque Production)
    cuplikan episode Upin dan Ipin Dah Besar (youtube.com/Les' Copaque Production)

    Tumbuh tanpa kedua orangtua, Upin dan Ipin bisa dikatakan memiliki resilience atau ketahanan yang baik. Dasar dari ketahanan, menurut Kristen Cook, seorang Dokter Anak di Amerika Serikat adalah menoleransi frustasi, mampu pulih dari kehancuran, atau mencoba lagi setelah kegagalan. Orangtua atau pengasuh akan membiarkan anak untuk melakukan perjuangan kecil hingga situasi yang bermasalah, barulah turun tangan. Hal ini dilakukan agar anak memahami bahwa ketidaknyamanan tidak dapat ditoleransi, mereka harus melaluinya, dan setelah hal itu dapat berlalu, mereka dapat merasa mampu.

    Kedua bocah kembar itu terkadang tumbuh dengan dukungan Opah dan Kak Ros, namun ada masa tertentu, keduanya harus melalui masa berat sendirian. Hal ini membuat Upin dan Ipin memiliki resilience dan daya juang yang besar dalam pribadi mereka.

  2. 2. Membiarkan anak melalui kesulitan

    cuplikan episode Pokok Seribu Guna di serial Upin dan Ipin (youtube.com/Les' Copaque Production)
    cuplikan episode Pokok Seribu Guna di serial Upin dan Ipin (youtube.com/Les' Copaque Production)

    Terkadang, orangtua beranggapan bahwa anak harus melalui momen yang nyaman, tidak melalui kesulitan, dan selalu diberi kemudahan. Sayangnya, menurut Kristen dalam Psychology Today, anak perlu mengalami ketidaknyamanna di dunia nyata. Ada masanya mereka dibiarkan untuk menghadapi tantangan sendiri seperti konflik dengan teman, kegagalan, dan pengalaman tidak nyaman lainnya.

    Pengalaman seperti ini bukanlah kemunduran yang harus dihindari, itu adalah komponen penting dalam pertumbuhan. Sebagai pengasuh atau orangtua, peran yang harus dilakukan adalah membantu anak melaluinya dengan percaya diri. Sama halanya dengan Opah yang selalu memberi dukungan kepada kedua cucunya, bukan hanya mencarikan jalan termudah bagi mereka.

  3. 3. Terbiasa bersosialisasi dan beradaptasi dengan baik

    cuplikan episode Secebis Kenangan Abah di serial Upin dan Ipin (youtube.com/Les' Copaque Production)
    cuplikan episode Secebis Kenangan Abah di serial Upin dan Ipin (youtube.com/Les' Copaque Production)

    Upin dan Ipin dikenal sebagai karakter yang memiliki kepribadian ceria dan mudah bersosialisasi. Bukan tanpa sebab, menurut Dr. Romanoff dana VeryWell Mind, anak-anak yang tumbuh dalam keluarga besar dapat belajar untuk beradaptasi dengan sumber daya yang lebih optimal. Terlepas dari kekurangan yang mereka rasakan, anak-anak jadi memiliki kemampuan beradaptasi dengan baik.

    "Lebih banyak anggota keluarga dapat berarti akses langsung yang lebih sedikit ke orang tua tetapi juga dapat berarti belajar untuk tumbuh dan bekerja dengan anggota keluarga lainnya. Pengurangan bimbingan orang tua dapat mengajarkan anak-anak kemandirian, kesabaran, kepemimpinan, dan kolaborasi," ujar Claudia De Liano selaku terapis pernikahan dan keluarga.

    Beberapa penjelasan di atas dapat menjadi pemahaman bahwa anak yang tumbuh tanpa kehadiran orangtua kandung juga dapat tumbuh dengan optimal. Banyak keuntungan yang dapat dimaksimalkan dari kepribadian mereka.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More