- Pertanda alam tentang awal yang subur dan penuh harapan.
- Simbol rezeki yang melimpah karena air penting bagi kehidupan dan pertumbuhan tanaman.
- Energi baik yang membersihkan energi buruk dari tahun sebelumnya
- Pemberian berkah spiritual dari elemen langit
Benarkah Tidak Hujan saat Imlek jadi Pertanda Sial? Ini Penjelasannya!

- Imlek adalah penanda awal yang baru.
- Hujan disimbolkan sebagai berkah, bukan ramalan nasib.
- Cuaca saat Imlek gak otomatis berhubungan dengan peruntungan.
Perayaan Imlek atau Tahun Baru Cina yang akan dirayakan belum lama lagi erat kaitannya dengan simbolisme dan praktik budaya yang telah berkembang. Banyak di antara tradisi ini berakar dari masyarakat agraris di Tiongkok kuno, di mana alam, cuaca, dan musim menjadi bagian dari kehidupan dan keberlangsungan masyarakat.
Nah, salah satu anggapan yang hingga kini masih dipercaya masyarakat adalah bahwa hujan atau gaknya saat Imlek dapat memengaruhi keberuntungan. Sehingga banyak juga yang beranggapan bahwa kalau gak hujan saat Imlek berarti adalah simbol kesialan. Memangnya benar? Yuk, kita kupas bersama faktanya.
1. Imlek dikenal sebagai penanda awal yang baru

Imlek merupakan penanda perubahan musim, yakni berakhirnya musim dingin dan dimulainya musim semi dalam kalender tradisional Tiongkok. Berbeda dari kalender masehi, Imlek mengikuti kalender lunar yang berbasis pergerakan bulan. Tahun baru dimulai saat bulan baru pertama muncul setelah titik balik matahari musim dingin, makanya tanggalnya selalu berubah dan biasanya jatuh antara akhir Januari sampai pertengahan Februari.
Sistem ini berasal dari kehidupan agraris Tiongkok kuno, di mana kalender dipakai untuk membaca musim dan menentukan waktu tanam, membaca perubahan musim, dan menyiapkan kehidupan setelah musim dingin yang panjang. Makanya, Imlek sarat dengan simbol awal yang baru, pertumbuhan, rezeki, dan harapan agar satu tahun ke depan berjalan baik.
2. Hujan disimbolkan sebagai berkah, bukan ramalan nasib

Dalam budaya tradisional Tionghoa, hujan bukanlah sekadar fenomena cuaca, melainkan juga sebagai simbol keberuntungan, kesuburan, dan kemakmuran. Hal ini karena hujan menyuburkan tanah dan mendukung keberlangsungan hidup tanaman dan kehidupan manusia.
Nah, hujan saat Imlek sering dipandang sebagai:
Namun, semua itu sifatnya simbolik dan budaya, bukan prediksi tentang nasib seseorang di tahun yang akan datang.
3. Cuaca saat Imlek gak ada hubungannya dengan peruntungan

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan yang sering turun saat perayaan Imlek di Indonesia bukanlah fenomena mistis, melainkan akibat musim dan pola cuaca alamiah.
Imlek biasanya jatuh antara akhir Januari hingga awal Februari, yang bertepatan dengan puncak musim hujan di banyak wilayah Indonesia. Jadi, turunnya hujan lebih karena faktor meteorologi, karena kebetulan musim hujan sedang aktif, bukan karena ramalan, pertanda hoki, atau kesialan.
4. Kalau gak hujan saat Imlek, apa artinya?

Menurut banyak ahli feng shui dan budaya populer modern, cuaca cerah atau gak hujan saat Imlek gak memiliki makna nasib buruk atau kurang berkah. Cuaca cerah hanyalah kondisi atmosfer biasa dan gak menentukan nasib atau hoki seseorang sepanjang tahun. Justru, cuaca cerah bisa menjadi periode baik untuk refleksi, kegiatan keluarga, dan memulai tahun baru dengan energi yang tenang.
Jadi, meskipun masih ada masyarakat Tionghoa yang memaknai hujan tersebut dengan simbol-simbol keberuntungan yang diwariskan turun-temurun, itu lebih kepada keyakinan budaya dan identitas tradisional, bukan sebagai ramalan atau penentu nasib seseorang sepanjang tahun.
Dengan demikian, alih-alih menunggu hujan atau cerah untuk menentukan hoki, mereka yang merayakan Imlek lebih memaknainya sebagai awal baru yang penuh harapan, kebersamaan, dan keberkahan.
Selamat Tahun Baru Imlek buatmu yang merayakan, ya!


















