ilustrasi bookthrifting (pexels.com/Sami TÜRK)
Ada juga FOMO yang muncul setelah kamu berkeliling cukup lama, tetapi tidak menemukan buku yang benar-benar menarik. Karena sudah menyempatkan waktu untuk datang ke toko, muncul perasaan bahwa kunjungan tersebut harus menghasilkan sesuatu. Akhirnya, kamu mulai mencari buku yang setidaknya lumayan supaya tidak pulang dengan tangan kosong.
Buku yang awalnya hanya menarik sedikit pun bisa masuk tas karena takut merasa rugi sudah datang jauh-jauh. Setelah sampai di rumah, baru terasa bahwa sebenarnya tidak ada alasan kuat untuk membeli buku tersebut selain karena ingin punya sesuatu dari hasil bookthrifting hari itu. Dalam kondisi ini, yang ditakutkan bukan kehilangan sebuah buku tertentu, melainkan kehilangan kesempatan untuk merasa berhasil membawa pulang sesuatu.
Bentuk FOMO yang sering muncul saat berburu buku bekas justru muncul dari hal-hal kecil yang terasa sepele ketika sedang berada di depan rak. Kamu tahu, belum tentu suka bukunya, belum tentu akan membacanya dalam waktu dekat, tetapi tetap merasa berat kalau harus meninggalkannya. Kalau sudah mulai sering mengalami hal seperti ini, mungkin yang bikin susah berhenti bukan karena bukunya terlalu menarik, melainkan karena takut kehilangan kesempatan.