Di dalam rumah, patriarki jarang datang dengan suara keras maupun aturan tertulis. Hal ini sering kali muncul melalui kalimat sederhana seperti "perempuan memang lebih cocok mengurus rumah" atau "laki-laki harus jadi pengambil keputusan", lalu diulang terus sampai terasa seperti kebenaran yang tidak perlu dipertanyakan lagi.
Masalahnya, sesuatu yang dianggap lumrah belum tentu adil bagi kedua pihak. Rumah tangga seharusnya menjadi ruang untuk saling berbagi peran, bukan tempat satu pihak otomatis mendapat lebih banyak kuasa hanya karena gender.
Ketika pekerjaan domestik, pengasuhan, keputusan finansial, hingga kebebasan menentukan pilihan hidup dibebankan berdasarkan anggapan tentang kodrat, ketimpangan bisa tumbuh tanpa disadari. Lantas, apa saja bentuk patriarki dalam rumah tangga yang kerap dianggap wajar, bahkan diterima sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari? Simak lima bentuknya berikut ini agar kamu bisa lebih peka, ya!
