Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

7 Tips Berbagi Makanan dan Minuman di Jalan, Jangan Bikin Macet

7 Tips Berbagi Makanan dan Minuman di Jalan, Jangan Bikin Macet
ilustrasi makanan dalam kemasan (pexels.com/IARA MELO)
Intinya Sih
  • Artikel membahas panduan aman dan efektif berbagi makanan serta minuman di jalan selama Ramadan agar kegiatan sosial ini tidak menimbulkan kemacetan atau risiko bagi pengguna jalan.
  • Ditekankan pentingnya memilih jenis makanan, kemasan anti bocor, serta menu yang ramah pencernaan agar penerima merasa nyaman dan tetap sehat saat berbuka puasa.
  • Pembagian disarankan dilakukan dengan tertib, seperti memanfaatkan lampu merah atau area aman, membatasi porsi per kendaraan, dan memilih lokasi dengan penerima yang lebih membutuhkan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Berbagi tidak hanya bisa dilakukan di bulan Ramadan. Namun, kamu tentu gak mau melewatkan bulan puasa tanpa kegiatan berbagi. Terutama berbagi makanan dan minuman untuk berbuka. Aktivitas ini bukan sekadar FOMO lantaran banyak orang melakukannya.

Akan tetapi, seporsi makanan dan minuman pun sudah membahagiakan penerima. Orang yang benar-benar gak mampu membeli makanan berbuka lega luar biasa. Sementara itu, orang yang masih bisa membeli sendiri juga tetap senang.

Sensasi menikmati makanan berbuka pemberian orang gak sama dengan beli sendiri di warung atau masak di rumah. Rasa terima kasih karena masih ada orang yang memperhatikan, bikin penerimanya makan dengan lahap. Namun, jika berbagi makanan dan minuman di jalan, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan.

1. Tentukan dulu mau makanan berat, ringan, atau keduanya

sekotak makanan
ilustrasi sekotak makanan (pexels.com/David Balbino)

Mula-mula kamu mesti menentukan jenis makanan yang akan diberikan. Ini sangat memengaruhi anggaran serta persiapannya. Kalau dirimu hendak berbagi takjil saja, biaya bisa lebih hemat.

Mulai dari bujet 5 ribu rupiah untuk kolak pisang pun sudah cukup. Sementara makanan berat paling tidak 10 ribu rupiah. Ditambah minumnya sekitar 13 sampai 15 ribu rupiah. Kalau dana longgar, makanan berat, minuman, plus takjil juga boleh dengan anggaran 20 hingga 25 ribu rupiah per paket.

2. Kemasan harus anti tumpah atau bocor

es teh
ilustrasi es teh (pexels.com/Leah Newhouse)

Kebanyakan penerima makanan dan minuman darimu ialah orang-orang yang berkendara. Bila pun ada pejalan kaki, mereka juga masih dalam perjalanan menuju pulang dan harus naik kendaraan umum. Penting sekali buat memiliih kemasan berkualitas.

Jangan gunakan kemasan yang rentan bocor. Pakai kotak mika berpenutup rapat lebih baik. Untuk minumannya, pilih kemasan botol. Jika pun gelas plastik berpenutup, bahannya mesti tebal dan minuman dibolak-balik pun tidak merembes sedikit pun.

3. Makanan dan minuman harus ramah pencernaan

makanan
ilustrasi makanan (pexels.com/RDNE Stock project)

Bagi-bagi makanan dan minuman ini ditujukan untuk orang yang sedang berpuasa. Meski di lapangan tentu kamu gak sempat memastikan seseorang berpuasa atau tidak. Namun, makanan dan minuman yang dipilih diusahakan seramah mungkin untuk pencernaan.

Hindari makanan yang memudahkan asam lambung naik. Seperti ketan, santan kental, terlalu pedas, dan asam. Minuman jangan bersoda. Dengan pemilihan makanan serta minuman terbaik, semoga orang yang mengonsumsinya tidak hanya kenyang, tetapi kesehatannya juga terjaga.

4. Biar pengendara menepi dulu, makanan jangan asal diulurkan

membuka wadah makanan
ilustrasi membuka wadah makanan (pexels.com/MART PRODUCTION)

Ketika kamu membagikan makanan di tepi jalan, hindari asal mengulurkannya ke pengendara yang masih melaju. Itu memecah fokus mereka dalam berkendara. Salah-salah, bukan hanya paket buka puasa darimu yang terjatuh.

Pengendara juga bisa oleng. Terutama pengendara sepeda motor. Kasih tanda saja dengan meja penuh makanan dan minuman, tulisan gratis yang besar, serta lambaikan tangan sejak jarak cukup jauh supaya pengendara yang berminat sempat menepi dengan aman.

5. Atau, manfaatkan momen lampu merah menyala

menyantap nasi kotak
ilustrasi menyantap nasi kotak (pexels.com/RDNE Stock project)

Cara lainnya adalah memanfaatkan lampu lalu lintas yang sedang menyala merah. Kamu bisa menghampiri para pengendara dan memberikan paket-paket berbuka puasa. Lakukan ini dengan cepat supaya dalam waktu singkat ada banyak pengguna jalan yang memperolehnya.

Sebaiknya dirimu mengajak beberapa teman. Bagi titik turun ke jalan ketika lampu merah biar penerimanya lebih merata. Menepilah kembali sebelum lampu hijau menyala. Jangan sampai kalian masih di tengah jalan saat kendaraan mulai melaju. Nanti menyebabkan kemacetan atau kecelakaan.

6. Satu kendaraan cukup 1 atau 2 porsi

makan bersama
ilustrasi makan bersama (pexels.com/RDNE Stock project)

Sebanyak-banyaknya paket makanan serta minuman yang dibawa pasti ada batasnya. Misalnya, 200 pak. Sementara pengendara di jalan tidak terbatas dan akan selalu ada. Agar lebih banyak orang mendapatkannya, batasi penerima di tiap kendaraan.

Misal, dua orang berboncengan hanya diberi satu pak dengan asumsi mereka masih keluarga sehingga makanan bisa dinikmati bersama. Kalau ada suami istri membawa anak, kasih maksimal dua porsi. Demikian pula jika mobil berisi banyak penumpang. Tiap porsi bisa dibikin agak besar agar dapat dimakan bareng.

7. Pilih jalan yang kira-kira banyak orang lebih membutuhkannya

membuka wadah makanan
ilustrasi membuka wadah makanan (pexels.com/MART PRODUCTION)

Sebenarnya gak salah kamu berbagi dengan siapa pun. Termasuk orang yang secara ekonomi sangat mampu membeli makanan dan minuman berbuka yang lebih mewah. Berbagi dengan mereka tetap merupakan bentuk kebaikan.

Akan tetapi, orang-orang yang lebih membutuhkan tentu patut diprioritaskan. Daripada ruas jalan yang dipadati mobil keluaran terbaru, misalnya, lebih pas kamu berbagi di ruas jalan yang didominasi oleh pengendara motor dan pesepeda. Apalagi dirimu tahu ada banyak pekerja berupah rendah yang melintasi jalan tersebut.

Baik sekali apabila kamu bisa berbagi makanan dan minuman di jalan saat Ramadan. Kalau ini berat dilakukan dengan hanya mengandalkan uang pribadi, ajak kawan-kawanmu untuk ikut serta dalam pendanaan maupun pelaksanaan. Bisa juga dibuat tiap pekan sampai menjelang Lebaran.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Latest in Life

See More