7 Biaya yang Perlu Disiapkan setelah Rumah Terbeli

- Biaya pasang pagar, terali, gorden, dan CCTV
- Biaya pemasangan kanopi depan dan belakang lengkap dengan pipa air
- Biaya antisipasi perbaikan atap dan drainase
Saat kamu membeli rumah dengan sistem pembayaran apa pun tentu sudah mengeluarkan banyak uang. Namun, setelahnya dirimu juga belum bisa bernapas lega 100 persen. Masih ada banyak biaya yang diperlukan.
Sekalipun dananya tak harus dipakai sekarang juga, kamu tetap mesti mempersiapkannya sejak dini. Jangan sampai ketika kebutuhan muncul justru uangnya belum siap. Barangkali kamu perlu 2 atau 3 tahun selepas rumah terbeli untuk mempersiapkan sebagian maupun seluruh biaya yang dibutuhkan.
Apalagi jika pembelian rumah menguras saldo tabunganmu. Kamu seakan-akan harus mulai lagi dari nol. Setiap rupiah menjadi begitu berharga. Di bawah ini daftar biaya yang perlu disiapkan setelah rumah terbeli.
1. Biaya pasang pagar, terali, gorden, dan CCTV

Keempatnya penting karena terkait keamanan dan privasi penghuni rumah. Pagar misalnya, tidak hanya berfungsi menambah keamanan. Orang tertahan di depan pagar dan tak dapat langsung memasuki carport atau teras.
Pagar juga menunjukkan batas wilayahmu secara keseluruhah. Demikian pula gorden menghalangi orang dari mengamati isi rumahmu. Sementara terali berguna untuk mencegah pencuri masuk melalui jendela.
Apalagi model jendela bukaan bawah yang amat mudah dimasuki orang. Kalau memungkinkan, pasang CCTV sekalian supaya dirimu dapat memantau keadaan di sekitar rumah kapan pun dan dari mana pun. Minimal CCTV ke arah depan rumah apabila bagian belakang sudah rapat atau ada tembok keliling.
2. Biaya pemasangan kanopi depan dan belakang lengkap dengan pipa air

Kanopi atau atap tambahan berfungsi sebagai perlindungan ekstra untuk rumah. Memang tidak terkait keselamatan penghuni rumah. Namun, tanpa kanopi biasanya bagian depan atau belakang rumah terlalu panas oleh sinar matahari.
Ketika turun hujan, air pun membasahi teras atau dapur di belakang. Pintu kayu dan dinding akan mudah rusak. Demikian pula kendaraan yang terparkir di carport kepanasan atau kehujanan sepanjang hari.
Kalau harus mendahulukan salah satu antara pagar dan kanopi, tentu pagar lebih utama. Terutama di kawasan tanpa penjagaan satpam 24 jam. Setelahnya baru kanopi. Untuk halaman belakang yang berbatasan dengan tembok keliling, perhatikan betul titik air hujan jatuh.
Jangan sampai tetesan air dari kanopi bikin tembok keliling cepat rusak. Atau, kanopi terlalu panjang dan air malah jatuh di pekarangan atau rumah tetangga belakang. Sebaiknya buat talang kemudian air dialirkan melalui pipa langsung ke bawah atau lubang drainase.
3. Biaya antisipasi perbaikan atap dan drainase

Baik rumah dibeli dalam kondisi baru dibangun atau bekas tetap ada risiko kerusakan atap. Perbaikannya tidak bisa ditunda-tunda saat musim hujan datang. Genting dapat pecah akibat kejatuhan dahan, melorot, atau pemasangannya kurang rapat.
Hanya saja rumah diserahterimakan ketika musim kemarau sehingga tanda kerusakan atap tak terlihat. Demikian pula persoalan terkait drainase dapat menyebabkan rumah kebanjiran. Baik saat musim hujan maupun ketika air dari kamar mandi dan wastafel gak bisa keluar dengan lancar.
4. Biaya cat ulang

Jangan membayangkan rumah baru butuh dicat ulang 10 atau 20 tahun mendatang. Jika kualitas cat bagus, pengecatannya benar, dan tidak terkena panas matahari serta hujan secara langsung memang lebih awet. Bila ketiga syarat itu tak terpenuhi, cat dinding bakal mudah mengelupas.
Padahal, pengecatan tidak bisa hanya di titik tembok yang mengelupas. Setidaknya satu sisi dinding perlu dicat sekalian agar tak belang. Apalagi di setiap sisi dinding terdapat kerusakan cat yang cukup parah. Biaya pengecatannya menjadi besar.
Selama rumah dicat ulang mungkin dirimu dan keluarga pun perlu pindah sementara. Jika tidak, rumah bakal sangat berdebu. Kalian tidak dapat fokus berkegiatan dengan normal. Kesehatan juga bisa terganggu.
5. Biaya penambahan bangunan bagian belakang

Banyak rumah baru diserahkan pada pembeli tidak dalam keadaan 100 persen selesai. Terutama di bagian belakang. Seperti dapurnya belum sepenuhnya jadi. Juga halaman kosong masih terbengkalai.
Tanahnya tidak rata. Pun terdapat sisa-sisa pembangunan seperti batu, dan pecahan bata. Tembok keliling di belakang barangkali juga kurang tinggi. Butuh dana yang cukup besar jika kamu ingin menambah bangunan di belakang.
Meski rumah sudah bisa dihuni, tetap siapkan dana renovasinya. Kapan pun kamu siap tinggal memanggil tukang untuk membuat desain yang diinginkan. Sekalian menghitung estimasi biaya dan langsung dieksekusi. Kalau dirimu ingin memakai jasa arsitek supaya hasilnya maksimal tentu siap ongkos lebih gede.
6. Biaya pasang toren

Toren atau penampung air juga dibutuhkan. Utamanya bila aliran air di daerah tersebut kurang lancar. Setiap hari pasti aliran air mati di jam-jam tertentu. Untuk jangka pendek, barangkali kamu masih dapat menampung air dalam ember-ember.
Namun, keterbatasan area kamar mandi tentu membuatmu gak bisa menaruh sebanyak mungkin ember. Apalagi jumlah penghuni rumah juga banyak. Toren berkapasitas besar amat diperlukan.
Bukan cuma harga toren yang mesti dihitung. Namun, juga penambahan dak untuk tempat toren. Ini harus sangat kuat buat menahan beban toren yang amat berat. Mungkin ada sedikit bagian rumah yang perlu dirombak untuk tempat toren.
7. Biaya mengisi rumah

Sesederhana apa pun rumah tetap butuh diisi. Tanpa perabot sama sekali, dirimu dan keluarga tidak bisa menempatinya. Mengisi rumah memang tak perlu seketika. Kamu dapat mencicilnya sesuai prioritas dan ketersediaan dana.
Menabunglah secara konsisten sambil memantau harga perabot yang diinginkan. Juga sembari dirimu mencocokkannya dengan konsep serta ukuran rumah. Jangan sampai perabot yang dibeli terlalu besar buat ruanganmu. Total biaya yang dibutuhkan dapat mencapai puluhan juta rupiah.
Membeli rumah tidak hanya mencari tempat berlindung. Ini juga akan mengajarimu tentang tanggung jawab keuangan yang lebih besar. Oleh sebab itu, ketahui biaya yang perlu disiapkan setelah rumah terbeli dan jangan jorjoran dalam mengeluarkan uang. Boleh jadi masa renovasi datang lebih cepat dari bayangan.



















