Survei: Gen Z Makin Peduli Skincare Anti Penuaan Meski Baru 20 Tahunan

- Survei SOCO 2026 menunjukkan Gen Z jadi pembeli utama industri kecantikan Indonesia, dengan fokus tinggi pada skincare anti-aging meski masih berusia 20-an.
- Kategori makeup paling digemari Gen Z dengan penjualan tertinggi, sementara tren perawatan rambut dan skincare premium juga meningkat signifikan.
- Prediksi tren kecantikan ke depan mencakup tweakment, beauty supplements, serta hair and scalp care, bahkan muncul segmen baru “Gen Alpha Beauty”.
Industri kecantikan terus mengalami perkembangan seiring meningkatnya kesadaran untuk merawat diri. Data dari Beauty and Personal Care Market in Indonesia 2026 dalam Insight Factory oleh SOCO by Sociolla, menemukan bahwa Gen Z menjadi pembeli utama dalam industri kecantikan (58,9 persen), diikuti milenial (34,3 persen).
Gen Z dan milenial menunjukkan karakter yang cukup selaras. Keduanya lebih menyukai belanja secara offline, angkanya mencapai 77 persen dan 79 persen. Kebiasaan yang dilakukan oleh Gen Z dan milenial membentuk tren kecantikan tersendiri di Indonesia. Berikut adalah pemaparan data dari SOCO tahun 2026.
Table of Content
1. Gen Z lebih peduli dengan penuaan kulit daripada milenial, tak ingin ada kerutan dan garis halus

Menurut data SOCO, individu dari kelompok generasi Z dan milenial menunjukkan kebutuhan berbeda untuk kebutuhan skincare mereka. Gen Z mulai melakukan perawatan kulit yang fokus menangani peremajaan kulit meski usianya masih 20-an. Mereka juga menunjukkan ketertarikan terhadap produk skincare premium. Hal ini mengindikasikan kebutuhan akan formula skincare yang lebih mutakhir.
Mayoritas Gen Z mulai membeli produk skincare untuk anti aging dengan permasalahan seperti kerutan dan garis halus. Generasi muda yang ingin mengurangi wrinkles, angkanya mencapai 39 persen dibandingkan kelompok usia milenial yang lebih tua. Persentasenya hanya 17 persen.
Selain itu, kebutuhan untuk mengurangi fine lines juga menjadi konsentrasi Gen Z. Angkanya hingga 19 persen, berbanding terbalik dengan milenial yang tampaknya tidak fokus kepada masalah itu (1 persen). Skin concern lainnya adalah oily skin, allergy, dan sensitive skin.
2. Makeup jadi produk paling digemari oleh Gen Z

Secara spesifik, kategori produk yang paling banyak dibeli oleh Gen Z adalah makeup. Produk riasan wajah mencatatkan penjualannya paling signifikan. Angkanya mencapai 24 persen. Persentase ini menunjukkan tak hanya kebutuhan makeup yang terus meningkat, namun juga jumlah produk dalam kategori tersebut juga mengalami pertumbuhan.
Sementara skincare mencatatkan sales growth sebesar 9 persen, terendah di antara kategori lainnya. Hal ini mengindikasikan, meskipun jumlah pembeli dan kuantitas pembelian cenderung stabil, nilai penjualan tetap tumbuh. Kondisi tersebut menunjukkan adanya pergeseran preferensi Gen Z ke produk skincare yang lebih premium.
Selain skincare dan makeup, kalangan Gen Z juga semakin peduli untuk melakukan perawatan rambut. Kategori hair care menunjukkan tren positif dengan sales growth 13 persen. Tren ini menandakan minat yang meningkat positif untuk produk perawatan rambut.
3. Prediksi tren di dunia kecantikan, siap-siap ada Gen Alpha Beauty!

Berdasarkan pola belanja generasi muda, SOCO Insight Factory 2026 memprediksi kebutuhan seperti tweakment, beauty supplements, dan hair and scalp care akan menjadi tren. Selain itu, seiring bertambahnya usia generasi alpha, akan ada segmentasi spesifik terkait gen alpa beauty.
Semakin meningkatnya edukasi kecantikan, membuat konsumen menginginkan performa yang lebih efektif, terukur, dan mendekati standar perawatan profesional. Tweakment (perawatan skincare pribadi seperti perawatan klinik) menjadi inovasi perawatan kulit yang tampaknya akan semakin diminati. Ke depannya, diprediksi industri kecantikan akan melahirkan lebih banyak tren beauty clinic–inspired yang memanfaatkan bahan aktif, alat, hingga prosedur seperti di klinik kecantikan.
Kesadaran akan peningkatan kecantikan dari luar dan dalam semakin luas sehingga beauty supplements sebagai kebutuhan dari dalam, akan mengalami peningkatan. Dalam survei ini, ditemukan bahwa konsumen paling banyak menggunakan suplemen untuk menguatkan rambut. Hal ini memproyeksikan, jenis suplemen yang akan diminati adalah kesehatan usus, perawatan rambut, sleep and stress solution, mood and energy booster, antioxidant, serta hormonal management.
Sama halnya dengan tweakment dan supplement, pertumbuhan hair and scalp care ditaksir akan semakin meningkat karena kebutuhan konsumen terkait kesehatan rambut. Konsumen akan membutuhkan inovasi terkait aging hair, ketombe, dan kulit kepala sensitif. Produk dengan hasil seperti perawatan di salon namun bisa dilakukan di rumah, akan sangat digandrungi.
Terakhir, generasi alpha yang lahir antara tahun 2011 hingga 2024 tampaknya akan semakin sadar akan perawatan tubuh yang sesuai untuk dirinya, bahkan bisa dimulai dari usia 8 tahun. Brand kecantikan tampaknya perlu bersiap untuk menghadirkan produk yang bisa menjawab kebutuhan generasi muda ini.
![[QUIZ] Jika Kamu jadi Teman Main Upin & Ipin saat Takbiran, Kamu Tipe Orang seperti Apa?](https://image.idntimes.com/post/20250412/1-53e2a4f591374370925d3f87c7e3303d.jpg)

















