Membaca buku Pramoedya Ananta Toer pada era Orde Baru bukan sekadar urusan memilih bacaan, tapi termasuk tindakan yang berisiko. Karya-karya Pram yang sarat kritik sosial dan sejarah dianggap berbahaya bagi kekuasaan hingga beberapa bukunya dilarang beredar di Indonesia. Di tengah ketatnya pelarangan buku saat itu, nama Pramoedya Ananta Toer justru semakin lekat dengan perjuangan kebebasan berpikir dan berekspresi.
Kini, buku-buku Pramoedya Ananta Toer yang pernah dicekal pemerintah bisa dibaca dengan lebih leluasa oleh masyarakat. Beberapa di antaranya bahkan menjadi karya penting dalam sejarah sastra Indonesia dan terus dibicarakan hingga sekarang. Penasaran apa saja buku Pramoedya Ananta Toer yang pernah dilarang dan apa alasan di balik pelarangannya? Yuk, simak daftar lengkapnya!
