Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Cara Berhenti Membuka HP Setiap Kali Ada Waktu Kosong
ilustrasi membuka HP (pexels.com/Ron Lach)
  • Bedakan penggunaan HP untuk kebutuhan jelas, seperti membalas pesan atau mencari informasi, dari dorongan tanpa tujuan yang biasanya berujung berpindah aplikasi dan scrolling.
  • Kurangi akses impulsif dengan memindahkan aplikasi pemicu bosan dari layar utama atau keluar sementara dari akun, agar ada jeda sebelum mulai scrolling.
  • Biarkan waktu kosong dan rasa bosan tanpa selalu menambah informasi; ubah rutinitas setelah aktivitas agar HP tidak otomatis menjadi pilihan pertama.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kalau ada sedikit waktu kosong saja, tangan rasanya otomatis mencari HP. Baru selesai makan, menunggu air mendidih, atau tengah rehat dari pekerjaan, layar ponsel sudah menyala sebelum kita sempat memikirkan mau melihat apa.

Padahal, sering kali setelah layar HP terbuka, kita malah berpindah-pindah aplikasi tanpa benar-benar mencari sesuatu. Kalau kebiasaan ini mulai terasa mengganggu, yuk lihat beberapa cara berhenti membuka HP setiap kali ada waktu kosong!

1. Bedakan keperluan membuka HP dan sekadar ingin melihat sesuatu

ilustrasi membuka HP (pexels.com/George Pak)

Ada perbedaan antara mengambil HP karena memang perlu dan mengambilnya karena tangan ingin melakukan sesuatu. Membalas pesan, mengecek alamat, mencari informasi, atau mengatur jadwal jelas punya tujuan. Sebaliknya, membuka Instagram tanpa ingin melihat unggahan tertentu sering kali hanya berakhir dengan kita menggulir layar dari satu konten ke konten lain.

Perhatikan apa yang sebenarnya ingin kamu lakukan sebelum membuka aplikasi. Kalau memang ada sesuatu yang perlu dicari, kerjakan lalu tutup kembali HP setelah selesai. Kalau gak ada tujuan yang jelas, gak perlu memaksakan diri mencari sesuatu untuk dilihat hanya karena sedang punya waktu luang.

2. Jangan biarkan satu aplikasi selalu menjadi tempat pelarian

ilustrasi TikTok (pexels.com/cottonbro studio)

Perhatikan aplikasi yang paling sering muncul setiap kali kamu merasa bosan. Mungkin bukan karena isinya selalu menarik, tetapi karena kamu sudah hafal bahwa membuka aplikasi tersebut bisa langsung mengisi beberapa menit waktu luang kamu. Kebiasaan seperti ini bisa terbentuk hanya karena aplikasi itu selalu tersedia di layar utama HP.

Pindahkan aplikasi tersebut ke folder yang jarang dibuka atau keluar dari akun untuk sementara. Bukan berarti kamu harus menghapusnya selamanya, tetapi tambahkan sedikit usaha sebelum aplikasi itu bisa dibuka dengan gampangnya. Kalau setiap keinginan scrolling gak semudah itu dalam mengakses aplikasinya, kamu punya kesempatan untuk menyadari bahwa sebenarnya kamu gak sedang membutuhkan aplikasi tersebut untuk kamu buka.

3. Sisakan beberapa waktu kosong tanpa memasukkan informasi baru

ilustrasi waktu luang (unsplash.com/Isaac Y. Takeu)

Banyak waktu kosong kita isi dengan sesuatu yang berkaitan dengan media sosial. Lima menit sebelum berangkat dipakai untuk membaca berita, perjalanan pulang diisi dengan menonton video, lalu sebelum tidur masih melihat unggahan orang lain. Akibatnya, hampir setiap pergantian kegiatan selalu diikuti oleh informasi baru yang harus kita lihat.

Sesekali, biarkan waktu kosong tetap kosong. Duduk sambil melihat keadaan sekitar, menikmati perjalanan, atau sekadar membiarkan pikiran berpindah-pindah tanpa bantuan layar juga gak masalah. Kamu gak harus selalu tahu apa yang sedang terjadi di internet hanya karena punya beberapa menit sebelum melakukan kegiatan berikutnya.

4. Ubah kebiasaan setelah menyelesaikan sesuatu

Ilustrasi menulis poin penting (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Perhatikan apa yang biasanya kamu lakukan tepat setelah melakukan suatu kegiatan. Setelah makan, misalnya, tangan langsung mengambil HP; setelah mengirim pekerjaan, langsung membuka media sosial; setelah bangun dari tempat tidur, layar menjadi hal pertama yang dilihat. Kalau urutannya terus sama, mengambil HP terasa seperti bagian dari kegiatan sehari-hari kamu.

Kamu gak perlu mengubah seluruh kebiasaan dalam sehari. Pilih satu momen yang paling sering berakhir dengan membuka HP, lalu ubah urutannya. Setelah makan, misalnya, bereskan piring lebih dulu atau ngobrol dengan orang di dekatmu sebelum menyentuh HP lagi. Perubahan kecil pada urutan kegiatan bisa membuat tangan gak selalu langsung mencari-cari ponsel begitu satu aktivitas selesai.

5. Terima kalau beberapa menit memang terasa membosankan

ilustrasi bosan (pexels.com/cottonbro studio)

Mungkin ini bagian yang paling sulit karena kita sudah terbiasa menghilangkan rasa bosan secepat mungkin. Begitu antrean terasa lama, langsung buka HP; ketika teman belum datang, cari sesuatu untuk ditonton; saat gak tahu mau melakukan apa, media sosial menjadi pilihan tontonan paling mudah. Padahal, rasa bosan selama beberapa menit bukan sesuatu yang harus segera diatasi.

Biarkan saja beberapa menit terasa biasa saja. Kamu bisa melihat orang lewat, memperhatikan suasana tempatmu berada, memikirkan sesuatu yang belum selesai, atau bahkan gak melakukan apa-apa. Setelah terbiasa, waktu kosong gak akan terasa seperti waktu yang harus diisi, dan HP pun tak lagi menjadi pilihan pertama setiap kali suasana mulai sepi.

Kita mungkin memang gak perlu serta-merta menyingkirkan HP dari setiap kegiatan. Meski begitu, yang perlu diperhatikan dalam menerapkan cara berhenti membuka HP setiap kali ada waktu kosong adalah kebiasaan mencari gawai ketika tangan mulai 'gatal'. Bahkan, sebelum kita tahu apa yang ingin dilakukan. Kalau ada lima menit kosong dan kamu gak langsung membuka HP, bisa jadi kamu sudah mulai membiasakan diri dengan kebiasaan baik yang baru.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article