Awal Mula Windah Basudara Bikin Campaign Lawan Buzzer, Ada Apa?

Windah Basudara mengajak kreator menyebarkan klip dokumentasi demonstrasi 28 Oktober 2026 melalui TikTok dan Instagram.
Ajakan itu muncul setelah Windah membantah tuduhan sebagai buzzer bayaran terkait komentarnya tentang karhutla.
Windah bekerja sama dengan MotionKlip dan menegaskan pembayaran kreator berasal dari uang pribadinya.
Windah Basudara baru-baru ini mengajak warganet untuk menyebarkan dokumentasi demonstrasi pada 28 Oktober 2026 melalui media sosial. Ajakan itu disampaikan Windah melalui Instagram Story pada malam hari seusai demo terjadi. YouTuber dan streamer gaming tersebut bahkan membuka kampanye berbayar bagi kreator yang membuat klip berisi sorotan orasi mahasiswa, aktivis, akademisi, hingga masyarakat yang turun ke jalan.
Ia juga bekerja sama dengan MotionKlip untuk menggalakan kampanye ini. Soal sumber uangnya, Windah lalu menegaskan bahwa dana untuk membayar para kreator berasal dari uang pribadinya, bukan dari pihak lain. Lantas, apa yang melatarbelakangi langkah Windah tersebut?
1. Windah Basudara kesal dituduh sebagai buzzer hingga diserang di media sosial

Windah Basudara (instagram.com/windahbasudara) Polemik ini bermula ketika Windah Basudara menyuarakan keresahan mengenai kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan. Ia menyoroti dampak kebakaran terhadap lingkungan, satwa liar, serta masyarakat yang terdampak kabut asap. Dalam siaran langsungnya pada Oktober 2026, Windah juga mengkritik penanganan karhutla dan menyinggung kemungkinan lahan bekas kebakaran dialihfungsikan menjadi perkebunan kelapa sawit.
Namun, pernyataannya justru diikuti tudingan dari sejumlah akun media sosial yang menyebutnya sebagai buzzer bayaran. Windah bahkan dituduh menerima bayaran dari pihak tertentu, termasuk Anies Baswedan. Ia kemudian meluapkan kekesalannya melalui Instagram Story.
"Asuh bela hutan dan hewan dibilang dibayar mafia, dibayar anies. Tapi gw akui buzzer- buzzer ini lumayan research. Mereka tau gw gak buka saweria. Dan banyak bener coment template yang ngaku-ngaku penonton lama padahal mah gk nonton. Ini distribusi uangnya dari mana yah, jangan bilang ada distribusi pajak yg selama ini kita bayar. Buat buzzer-buzzer ini, fck lah," tulis Windah.
2. Bikin kampanye lawan buzzer, Windah ajak netizen sebarkan klip demo

Windah Basudara (instagram.com/windahbasudara) Setelah keluhannya akan buzzer, Windah mengajak warganet untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana menyebarkan dokumentasi demonstrasi. Ia meminta kreator membuat klip yang menyoroti orasi mahasiswa, aktivis, akademisi, dan masyarakat yang mengikuti aksi pada 28 Oktober 2026.
Windah membuka kesempatan bagi kreator untuk membuat konten berupa klip pendek maupun slideshow yang dapat diunggah ke TikTok dan Instagram. Ia ingin momen demonstrasi yang terjadi di lapangan mendapatkan perhatian lebih luas melalui distribusi konten di media sosial.
"Yok kita lawan buzzer2 rezim ini. Gw bayar kalian yang buat kontent clip highlight orasi-orasi demo mahasiswa, aktivist, akademis, masyarakat di tanggal 28 oktober ini...," tulis Windah dalam Instagram Story pada Rabu (28/10/2026) malam.
Ia juga menyoroti kekuatan media sosial dalam memperluas jangkauan informasi. Menurut Windah, demonstrasi memang gak serta-merta membuat kebijakan pemerintah berubah, tetapi dokumentasinya dapat membantu masyarakat yang belum mengetahui persoalan tersebut untuk memperoleh informasi.
3. Gandeng MotionKlip, Windah tegaskan pakai uang pribadi untuk bayar kreator

Windah Basudara (instagram.com/windahbasudara) Untuk menjalankan kampanye tersebut, Windah bekerja sama dengan MotionKlip, platform yang memfasilitasi kampanye pembuatan klip pendek oleh kreator konten. Secara umum, sistem platform ini memungkinkan peserta mengikuti kampanye, membuat konten sesuai ketentuan, mengunggah atau mengirimkan hasilnya, lalu memperoleh bayaran berdasarkan ketentuan kampanye dan jumlah penayangan yang memenuhi syarat. Melalui format ini, materi yang menarik dari sebuah peristiwa dapat dipotong menjadi klip singkat untuk TikTok atau Instagram. Kreator juga dapat menyajikannya dalam format slideshow, sehingga dokumentasi demonstrasi bisa tersebar melalui berbagai bentuk konten.
Windah turut menegaskan bahwa pembayaran untuk para kreator tidak berasal dari pihak yang dituduhkan warganet, melainkan dari dana pribadinya.
"Gw gaaji pake duit gw sndiri, bukan duit Anies, Soros, Mafia, antek2 asing...," tulisnya.
Adapun demo pada Rabu, 28 Oktober 2026 yang bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ini digelar oleh aliansi mahasiswa dan masyarakat sipil, termasuk Komite Sadar dan BEM UI, sebagai aksi lanjutan dari demonstrasi 20 Oktober 2026 untuk mengevaluasi hampir dua tahun masa pemerintahan Prabowo-Gibran. Melalui maklumat Komite Sadar, massa menyampaikan lima tuntutan pokok kepada pemerintah dan mengusung tema Tepati atau Pergi dalam aksinya.
Kamu tertarik ikutan?





















