Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Cara Masha Hadapi Rasa Takut jadi Pelajaran Berharga untuk Gen Z

2 min read
Cara Masha Hadapi Rasa Takut jadi Pelajaran Berharga untuk Gen Z
cuplikan serial kartun masha and the bear episode Perfect Picture (dok.Masha and The Bear/Perfect Picture)
  • Rasa takut tidak sepenuhnya bisa dihindari, tetapi keberanian muncul ketika seseorang tetap melangkah meski merasa khawatir.

  • Optimisme berkaitan dengan keberanian dan dapat dibangun melalui kebiasaan seperti gratitude journal, afeksi positif, serta visualisasi.

  • Keberanian dapat dilatih bertahap dengan menghadapi situasi sederhana sebelum meningkatkan tantangan dan meninggalkan zona nyaman.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Rasa takut menjadi bagian dari diri seseorang yang tak sepenuhnya bisa dihindari. Bahkan, karakter seceria Masha dalam Masha and the Bear pun beberapa kali menunjukkan sikap takut dan ragu. Keberanian justru muncul ketika seseorang tetap melangkah maju, meski ada rasa khawatir yang menyertainya.

Dari tingkah Masha dan pola didik Beruang, terdapat sejumlah pelajaran berharga tentang bagaimana menghadapi ketakutan tanpa membiarkannya menghambat langkah. Hal ini terasa relevan bagi Gen Z yang sering berhadapan dengan rasa takut akan kegagalan, penolakan, hingga kekhawatiran terhadap masa depan.

  1. 1. Bersikap optimis

    cuplikan Masha and the Bear episode What a Wonderful Game
    cuplikan Masha and the Bear episode What a Wonderful Game (youtube.com/Masha and The Bear)

    Optimis adalah cara berpikir yang proaktif dan positif, seperti penjelasan dalam laman PsychCentral. Perasaan bahwa perjalanan akan berakhir sukses, bahkan ketika jalan yang dilalui penuh dengan tantangan. Ketika kamu berasumsi bahwa hal-hal akan berjalan dengan baik, maka kamu akan melangkah tanpa ragu.

    Sikap optimis akan memengaruhi kesejahteraan diri, kepuasan hidup, perkembangan pribadi, dan motivasi seseorang. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat optimisme seseorang, secara positif berkaitan dengan keberanian yang dirasakan sendiri. Membangun optimisme dapat dilakukan dengan menulis gratitude journal, memberikan afeksi positif pada diri sendiri, hingga memvisualisasikan hasil terbaik yang mungkin dapat terjadi.

  2. 2. Berani bukan berarti tak memiliki ketakutan

    karakter Masha saat berada di hutan dalam Masha and the Bear
    karakter Masha saat berada di hutan dalam Masha and the Bear (youtube.com/Masha and The Bear)

    Keberanian bukan berarti tidak memiliki rasa takut, melainkan kemampuan untuk tetap melangkah meski perasaan tersebut muncul. Rasa takut dan kecemasan memang kerap membuat seseorang ragu untuk mencoba hal baru, bahkan tanpa disadari dapat menahan potensi terbaik yang dimiliki. Karena itu, keberanian dibutuhkan untuk menghadapi ketakutan secara langsung dengan mengandalkan ketahanan diri dan tekad untuk terus bergerak maju

    "Keberanian adalah ketahanan terhadap rasa takut dan penguasaan terhadap rasa takut, bukan tidak adanya rasa takut," ujar Mark Twin, penulis buku self development asal Amerika Serikat.

  3. 3. Berlatih meninggalkan zona nyaman

    Screenshot 2026-05-22 114459.png
    masha

    Ketika membiarkan rasa takut menghalangi langkahmu, kamu juga akan mengabaikan target dan kemajuan dalam diri. Terkadang, ketakutan membuat seseorang mengurungkan niat dalam mencoba hal baru dan memilih untuk berada di zona nyaman. Karena itu, keberanian perlu dilatih secara perlahan dengan sengaja keluar dari zona nyaman.

    Melatih keberanian tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Cobalah dengan menghadapi situasi sederhana yang sedikit membuatmu tidak nyaman, tetapi memiliki risiko yang relatif kecil. Setelah terbiasa menghadapi ketakutan-ketakutan kecil, kamu bisa perlahan meningkatkan tantangannya.

    Seperti Masha yang dikenal memiliki sikap yang berani dalam mengeksplorasi banyak hal. Masha juga menjadi sosok yang selalu terbuka untuk keluar dari zona nyaman sebab keberanian juga bisa tumbuh melalui kebiasaan meski masih merasa takut.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More