5 Cara Membangun Networking Berkualitas lewat Bukber Kantor

- Bukber kantor bukan sekadar tradisi tahunan, tapi kesempatan strategis untuk memperluas relasi lintas divisi secara natural dan membangun koneksi profesional yang lebih kuat.
- Interaksi efektif tercipta lewat niat positif, posisi duduk strategis, kemampuan mendengarkan aktif, serta menjaga obrolan tetap sehat dan produktif tanpa terjebak gosip.
- Koneksi perlu dilanjutkan setelah acara dengan komunikasi ringan dan sopan agar hubungan kerja makin solid serta membuka peluang kolaborasi di masa depan.
Setiap Ramadan, agenda bukber perusahaan selalu muncul di kalender. Ada yang antusias, ada juga yang datang karena tidak enak hati. Kamu mungkin menganggapnya sekadar formalitas tahunan. Padahal, ini bisa jadi peluang besar untuk membangun relasi kerja yang lebih luas.
Sayangnya, banyak orang belum sadar potensi ini. Padahal, momen buka bersama bisa jadi ruang aman untuk memperluas relasi lintas divisi. Cara networking di kantor tidak selalu harus lewat forum resmi. Yuk simak bagaimana memanfaatkan momen ini tanpa terlihat ambisius.
1. Datang dengan niat lebih dari sekadar makan

Mindset kamu sebelum berangkat sudah menentukan hasilnya. Kalau kamu datang hanya untuk absensi dan menikmati hidangan, interaksi yang terjadi pun akan biasa saja. Coba ubah sudut pandang, anggap ini sebagai ruang membangun networking secara natural. Dengan niat yang tepat, kamu akan lebih peka membaca situasi.
Perhatikan siapa saja yang hadir dan siapa yang ingin kamu kenal lebih jauh. Tidak perlu terlihat ambisius, cukup siapkan topik ringan yang relevan dengan pekerjaan. Saat obrolan mengalir, sisipkan ketertarikanmu pada proyek atau divisi mereka. Politik kantor sehat dimulai dari rasa ingin tahu yang tulus, bukan pencitraan berlebihan.
2. Pilih posisi duduk yang strategis

Posisi duduk sering dianggap sepele, padahal ini bagian penting dari cara networking di kantor. Kalau kamu selalu duduk dengan circle yang sama, kesempatan bertemu orang baru jadi terbatas. Sesekali, beranikan diri duduk di meja yang berbeda. Mungkin awalnya terasa canggung, tapi di situlah peluang terbuka.
Duduk di dekat atasan atau divisi lain bukan berarti kamu menjilat. Ini soal membuka ruang percakapan yang jarang terjadi di jam kerja. Gunakan momen sebelum makanan datang untuk mengobrol santai. Topik ringan seperti pengalaman Ramadan atau tantangan proyek bisa jadi jembatan yang efektif.
3. Jadilah pendengar yang benar-benar hadir

Banyak orang terlalu fokus ingin terlihat pintar saat bukber perusahaan. Akibatnya, mereka sibuk bicara tanpa benar-benar mendengar. Padahal, membangun relasi kerja yang kuat sering dimulai dari kemampuan mendengarkan. Orang merasa dihargai ketika ceritanya diperhatikan.
Saat rekan atau atasan berbagi pengalaman, beri respons yang relevan. Tunjukkan bahwa kamu memahami konteksnya, bukan sekadar mengangguk. Dari situ, percakapan bisa berkembang lebih dalam. Networking yang berkualitas lahir dari koneksi emosional, bukan basa-basi kosong.
4. Hindari gosip, pilih obrolan yang membangun

Suasana santai kadang membuat orang lupa batas. Obrolan bisa bergeser menjadi gosip tentang rekan kerja atau kebijakan perusahaan. Di sinilah kamu perlu cerdas menjaga posisi. Politik kantor sehat bukan tentang ikut arus, tapi tahu kapan harus mengalihkan topik.
Kalau percakapan mulai tidak nyaman, arahkan ke hal yang lebih positif. Kamu bisa bertanya soal rencana tim ke depan atau insight dari proyek terbaru. Dengan begitu, kamu tetap terlihat profesional tanpa merusak suasana. Reputasimu justru akan lebih dihargai.
5. Lanjutkan koneksi setelah acara selesai

Networking tidak berhenti saat acara bubar. Justru setelah bukber perusahaan, kamu punya alasan untuk follow up. Kirim pesan singkat yang sopan atau lanjutkan diskusi ringan yang sempat tertunda. Cara sederhana ini menunjukkan bahwa kamu serius membangun relasi kerja.
Tidak perlu terlalu formal atau kaku. Cukup ucapkan terima kasih atas obrolan tadi malam dan sambungkan dengan konteks pekerjaan. Konsistensi kecil seperti ini membuat namamu lebih diingat. Dalam jangka panjang, hal ini bisa membuka pintu peluang yang tak terduga.
Bukber kantor memang terlihat sederhana, tapi dampaknya bisa besar kalau kamu peka membaca peluang. Networking di kantor tidak selalu harus lewat rapat formal atau presentasi serius. Kadang, hubungan profesional justru tumbuh dari meja makan yang hangat dan penuh tawa. Yuk manfaatkan momen ini untuk memperluas langkah kariermu.








![[QUIZ] Dari Karakter Upin dan Ipin Favorit, Kamu Tipe Murid Seperti Apa?](https://image.idntimes.com/post/20240731/screenshot-2024-07-31-110715-9c84d19ef5d0013432e1371c5ba91423.png)









