ilustrasi melakukan evaluasi (pexels.com/Sora Shimazaki)
Menemukan passion bukanlah proses yang selesai dalam hitungan minggu. Seiring bertambahnya pengalaman, minat dan tujuan hidup seseorang juga dapat berubah. Karena itu, penting untuk meluangkan waktu mengevaluasi diri secara berkala.
"Melakukan evaluasi berkala itu memang masuk akal. Lagipula, terlalu mudah membiarkan waktu berlalu begitu saja saat kamu berada dalam situasi yang salah. Kamu mungkin terlalu terpaku pada detail-detail kecil sehari-hari sehingga tidak dapat melihat gambaran yang lebih besar," kata profesor, ahli kesehatan komputasi, dan digital Bruce Y. Lee, M.D., M.B.A. dalam Psychology Today.
Tanyakan pada diri sendiri, aktivitas apa yang paling membuatmu berkembang, keterampilan apa yang semakin meningkat, dan pekerjaan seperti apa yang memberimu energi, bukan justru mengurasnya. Evaluasi ini tidak harus diikuti dengan keputusan besar seperti resign atau drop out. Sebaliknya, gunakan hasil refleksi tersebut untuk mengambil langkah kecil yang realistis.
Misalnya, mengikuti sertifikasi baru, memperluas jaringan profesional, mengambil proyek lintas divisi di kantor, atau magang di bidang yang ingin dipelajari. Perubahan bertahap memberi kesempatan untuk menguji kecocokan tanpa mengorbankan stabilitas finansial maupun pendidikan.
Menemukan passion tidak harus diawali dengan keputusan ekstrem seperti resign dari pekerjaan atau keluar dari bangku kuliah. Dengan memberi ruang untuk bereksperimen, membangun keterampilan, serta melakukan evaluasi diri secara berkala, kamu dapat mengenali bidang yang benar-benar sesuai dengan dirimu tanpa mengorbankan kestabilan hidup.