“Kombinasi protein dan serat yang tinggi pada makanan sahur dapat membantu menunda rasa lapar, memberikan rasa kenyang lebih lama, serta menjaga kadar gula darah tetap stabil sehingga mengurangi risiko kelelahan mental dan emosi yang tidak seimbang,” Tutur pakar nutrisi dari Istanbul Gelisim University, dikutip dari jurnal The Tricks of a Healthy and Balanced Diet in Ramadan, Istanbul Gelisim University
Cara Mengurangi Overthinking di Bulan Ramadan, Puasa LebihTenang!

- Ramadan menjadi waktu ideal untuk menenangkan pikiran, meski perubahan rutinitas bisa memicu overthinking jika tidak diimbangi dengan pola hidup sehat dan spiritual yang seimbang.
- Mengatur pola makan bergizi seimbang saat sahur dan berbuka, serta menjaga kualitas tidur dan aktivitas fisik ringan, membantu menjaga kestabilan emosi dan mencegah kelelahan mental.
- Memperbanyak dzikir, doa, serta fokus pada momen kini dapat menenangkan hati, mengurangi kecemasan berlebih, dan menjadikan Ramadan lebih bermakna bagi kesehatan batin.
Bulan Ramadan adalah momentum terbaik untuk menenangkan pikiran dan memperbaiki kualitas batin. Namun, perubahan rutinitas seperti jam tidur, pola makan, dan aktivitas harian terkadang membuat pikiran justru lebih mudah lelah dan dipenuhi kekhawatiran berlebihan.
Kabar baiknya, Ramadan juga menyediakan banyak cara alami untuk meredakan hal tersebut. Dengan mengatur pola hidup dan memperkuat sisi spiritual, pikiran bisa menjadi lebih jernih dan hati terasa lebih ringan. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan secara sederhana dan konsisten!
1. Cukupi asupan gizi dan atur pola makan

Apa yang kita makan sangat memengaruhi kondisi mental. Saat sahur, pilih makanan bergizi seimbang yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, dan serat agar energi bertahan lebih lama dan suasana hati tetap stabil. Hindari terlalu banyak gula karena bisa memicu naik-turun emosi secara drastis.
Saat berbuka, usahakan tidak berlebihan. Mulai dengan porsi ringan, cukup air, dan makanan bernutrisi agar tubuh tidak “kaget”. Pola makan yang teratur dan seimbang membantu tubuh lebih nyaman, sehingga pikiran pun tidak mudah gelisah atau lelah berlebihan.
2. Istirahat cukup untuk menjaga kesehatan mental

Kurang tidur adalah salah satu penyebab utama pikiran berlebihan. Usahakan tetap mendapatkan waktu tidur malam yang cukup meski harus bangun sahur. Tidur yang berkualitas membantu otak mengatur emosi dan membuat mental lebih stabil sepanjang hari.
“Semakin jelas bahwa tidur dan suasana hati memiliki hubungan dua arah. Kurang tidur membuat kita lebih sulit mengendalikan emosi dan dapat meningkatkan reaksi kita terhadap peristiwa yang menimbulkan stres," tutur Andrea Goldstein-Piekarski, PhD, Dosen Psikiatri dan Ilmu Perilaku, Stanford Medicine.
Selain itu, luangkan waktu untuk olahraga ringan seperti jalan santai atau stretching menjelang berbuka. Aktivitas fisik ringan membantu melancarkan peredaran darah dan melepaskan hormon yang membuat perasaan lebih tenang dan positif.
3. Perbanyak dzikir, doa, dan fokus pada saat ini

Ramadan adalah momen terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah. Mengisi waktu luang dengan zikir, membaca Al-Qur’an, dan berdoa dapat menenangkan hati serta mengurangi kecemasan akan masa depan. Mengingat Allah memberi rasa aman bahwa segala hal berada dalam kendali-Nya.
Saat pikiran negatif mulai muncul, biasakan membaca taawudz dan mengambil air wudu. Air membantu menenangkan emosi, sementara zikir mengalihkan pikiran dari hal-hal yang belum tentu terjadi. Fokuslah pada apa yang sedang dijalani hari ini, bukan kekhawatiran yang belum tentu menjadi nyata.
Dengan menjaga tubuh, pikiran, dan hati secara seimbang, Ramadan bisa menjadi waktu terbaik untuk mengurangi overthinking. Jalani dengan perlahan, penuh kesadaran, dan niatkan setiap usaha sebagai bagian dari ibadah.



















