Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

7 Cara Menikmati Ramadan dengan Pendapatan Pas-pasan

7 Cara Menikmati Ramadan dengan Pendapatan Pas-pasan
ilustrasi seorang pria (pexels.com/Trường Nguyễn Thanh)
Intinya Sih
  • Artikel menyoroti bahwa Ramadan bukan hanya soal konsumsi, tapi juga kesempatan memperkuat ibadah dan rasa syukur meski dengan pendapatan terbatas.
  • Ditekankan pentingnya mengatur keuangan sesuai kemampuan, tidak membandingkan diri dengan orang lain, serta tetap menikmati momen sederhana bersama keluarga.
  • Dianjurkan memanfaatkan peluang hemat seperti mudik gratis dan menjaga semangat berbagi melalui zakat fitrah tanpa kehilangan makna spiritual Ramadan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Baik muslim yang kaya, kelas menengah, maupun tidak mampu sama-sama dikenai kewajiban berpuasa selama Ramadan. Ini sebenarnya cukup untuk menunjukkan bahwa semua orang memiliki kedudukan setara di depan Tuhan. Namun, pendapatan yang kecil boleh jadi membuatmu kurang nyaman selama Ramadan.

Di masyarakat, bulan suci Ramadan bukan sekadar untuk memperbanyak ibadah. Biaya konsumsi mayoritas orang juga bertambah. Tiada hari tanpa belanja, baik untuk memenuhi kebutuhan dapur, persiapan hari raya, maupun sedekah makanan.

Kamu gak usah merasa tersisih dari hiruk-pikuk pusat-pusat perbelanjaan. Berapapun penghasilanmu, dirimu tetap harus fokus dalam beribadah. Jangan hilang arah hanya karena bulan Ramadanmu berjalan dengan begitu sederhana. Puasa akan terasa lebih nyaman melalui tujuh cara menikmati Ramadan dengan pendapatan pas-pasan berikut ini.

1. Bersyukur masih bisa berpuasa dalam keadaan sehat

seorang pria
ilustrasi seorang pria (pexels.com/Võ Nguyễn ( Terri ))

Meski penghasilan tidak banyak, kamu punya rezeki yang luar biasa berupa kesehatan. Bayangkan rasanya menjadi Muslim yang tak dapat menunaikan ibadah puasa karena sakit. Pasti sedih sekali meski mereka memang diperbolehkan untuk tidak berpuasa.

Sementara dirimu bukan hanya dapat berpuasa. Kamu juga kuat berpuasa sambil beraktivitas seperti biasa. Ini bukti kesehatanmu dalam kondisi yang sangat prima. Bukan bisa beli apa saja selama Ramadan yang terpenting.

2. Hindari sibuk mengamati belanja orang lain selama Ramadan

pengunjung warung
ilustrasi pengunjung warung (pexels.com/Tom Fisk)

Memang, kalau kamu melihat ramainya tempat-tempat belanja sejak awal Ramadan hingga jelang Lebaran nanti, bisa bikin berkecil hati. Semua orang seakan-akan punya uang tak terhingga buat dibelanjakan. Satu orang saja dapat membawa pulang begitu banyak belanjaan.

Trolinya penuh atau tangan kanan dan kiri menenteng kantong belanja besar-besar. Jika kalian mengantre di kasir yang sama, total belanja jomplang sekali. Belanjaanmu mungkin cuma senilai puluhan bahkan belasan ribu rupiah.

Hanya minuman dingin dan roti sobek untuk membatalkan puasa. Sementara orang lain berbelanja ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Belum lagi nanti jelang Lebaran orang-orang membeli pakaian. Semua itu tidak perlu terlalu menyita perhatianmu. Biarkan saja daripada kamu minder atau menjadi ingin julid.

3. Membelanjakan uang semampumu saja

berbelanja
ilustrasi berbelanja (pexels.com/Gustavo Fring)

Hanya karena orang-orang berbelanja lebih banyak dari biasanya selama Ramadan hingga Lebaran, bukan lantas kamu ikut-ikutan. Tak usah memaksakan diri menyamai, apalagi melebihi, belanja mereka. Ukuranmu adalah kantong sendiri. Bukan kocek orang lain.

Bahkan pendapatanmu diusahakan tidak dihabiskan setiap bulan. Mau bulan Ramadan atau bukan, menyisihkan 50 ribu rupiah pun penting terus dilakukan. Baik belanja makanan maupun pakaian untuk hari raya harus sesuai bujet.

4. Ngabuburit tak harus war takjil

pedagang sate
ilustrasi pedagang sate (pexels.com/Cats Coming)

Lantaran dompet tipis, kamu jadi gak percaya diri hendak ngabuburit di sore hari. Seolah-olah ngabuburit cuma buat orang-orang yang punya kelebihan uang untuk dibelanjakan. Apalagi, setiap sore ada banyak sekali pedagang takjil.

Padahal, jalan-jalan sore sembari menunggu waktu berbuka tak harus beli takjil, lho. Apalagi sampai berebut segala. Jika dirimu dapat membuat takjil sederhana di rumah, kenapa mesti beli?

Sering kali orang hanya lapar mata melihat aneka jajanan yang dijual di pinggir jalan. Bila pun kamu ingin membeli takjil, cukup 1 atau 2 jenis saja. Sekadar buat icip-icip. Tak usah memborongnya.

5. Lebih banyak di rumah bareng keluarga

bersama keluarga
ilustrasi bersama keluarga (pexels.com/Anastasia Shuraeva)

Di tengah keluarga, kamu akan merasa jauh lebih tenang. Sebab kalian merasakan situasi yang sama. Sementara ketika dirimu terlalu banyak di luar rumah tanpa keperluan jelas, pasti menjadi lebih mudah membandingkan diri dengan orang lain.

Kamu gak sengaja mendengar sekelompok orang membicarakan bukber di kafe, hati langsung panas. Ada orang yang belanjaannya sampai dibawakan oleh beberapa karyawan toko, dirimu mendadak merasa paling miskin sedunia. Mending kamu sepulang kerja langsung ke rumah dan menyiapkan buka puasa bareng keluarga.

6. Alhamdulillah dapat berbuka, sahur, dan nantinya bayar zakat fitrah

makan bersama
ilustrasi makan bersama (pexels.com/George Pak)

Pendapatanmu memang kecil. Namun, dirimu tidak sampai kelaparan. Hidangan di rumahmu masih sangat layak dan bergizi. Misal, buat buka puasa ada telur balado, tumis sayur, dan kerupuk.

Sahur masih ada sisa telur balado dan tinggal ditambahkan lalapan serta tahu atau tempe goreng. Walaupun menu-menu tersebut di foto tidak seestetik menu restoran, kebutuhan nutrisimu tetap terpenuhi. Sama-sama kenyang dan menyehatkan.

Pun insya Allah dirimu akan dapat membayar zakat fitrah seperti tahun-tahun sebelumnya. Bukan tahun lalu kamu masih membayar zakat fitrah, tapi tahun ini bakal menjadi penerima. Dirimu mungkin bukan orang yang kaya raya. Namun, juga bukan golongan fakir miskin.

7. Ikut mudik gratis saja kalau ada

berdiri di bawah pohon
ilustrasi berdiri di bawah pohon (pexels.com/Nam Phong Bùi)

Dengan pendapatan pas-pasan, kamu juga boleh mudik, kok. Terlebih, libur Lebaran adalah yang terpanjang buatmu. Di luar libur Idulfitri, kamu tidak pernah libur sepanjang itu.

Namun, dirimu mesti cepat mencari kesempatan mudik gratis. Penghematannya sangat besar dibandingkan dengan kamu harus membeli tiket sendiri untuk pergi dan pulang. Ikuti saja waktu berangkat serta kembalinya walaupun mungkin agak singkat. Dirimu tak perlu pusing memikirkan uang transportasi.

Pendapatan yang masih di bawah harapan jangan membuatmu bersedih, apalagi kehilangan semangat di bulan Ramadan. Raih kemenangan tidak hanya dengan menahan hawa nafsu, tetapi juga melalui penerapan cara menikmati Ramadan dengan pendapatan pas-pasan. Perbesar syukurmu hingga tak terhingga. Ramadan juga bukan bulan yang mendorongmu untuk membuang-buang uang. Finansial yang pas-pasan bukan masalah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Latest in Life

See More