Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ceramah Tarawih 2026 Malam Kesembilan: Bersyukur atas Nikmat Allah

Ceramah Tarawih 2026 Malam Kesembilan: Bersyukur atas Nikmat Allah
Ceramah Tarawih 2026 Malam kesembilan (Dok. Istimewa)
Intinya Sih
  • Ceramah Tarawih malam kesembilan 2026 menekankan pentingnya bersyukur atas setiap nikmat Allah SWT, termasuk kesempatan beribadah dan menjalani Ramadan dengan penuh keimanan.
  • Bersyukur dijelaskan bukan sekadar ucapan, tetapi diwujudkan melalui ketaatan, amal saleh, serta pemanfaatan waktu Ramadan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
  • Pesan penutup mengajak umat Islam menjaga rasa syukur dalam segala keadaan agar menjadi hamba yang taat, beriman kuat, dan memperoleh keberkahan hidup dunia akhirat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Ceramah tarawih 2026 malam kesembilan merupakan waktu yang tepat untuk mengingat kembali pentingnya bersyukur atas nikmat Allah SWT. Sembilan hari Ramadan telah dilewati dengan ibadah, mulai dari puasa, salat tarawih, hingga tilawah Al-Qur’an. Pada malam ini, umat Islam tidak hanya diajak merenungkan bahwa kesempatan menjalani Ramadan itu sendiri adalah nikmat luar biasa yang wajib disyukuri.

Bersyukur bukan hanya sekadar ucapan “alhamdulillah” yang diucap dengan lisan, tetapi juga diwujudkan dengan ketaatan. Orang yang bersyukur akan menggunakan setiap nikmat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, bukan untuk lalai diri darinya. Dengan memahami makna syukur secara mendalam, ceramah tarawih 2026 malam kesembilan dapat menjadi titik balik untuk meningkatkan kualitas iman dan takwa.

1. Bagian pembuka

ilustrasi membuka ceramah Tarawih
ilustrasi membuka ceramah Tarawih (pexels.com/Alena Darmel)

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Innalhamdalillah washolatu wasalamu ala rosulillah sayyidina Muhammad ibni abdilah waala alihi wasohbihi wamawalah (amma ba'du).

Jemaah masjid yang dirahmati Allah SWT

Ceramah tarawih malam ke sembilan mengingatkan bahwa hidup dan kesempatan beribadah merupakan nikmat yang tidak dirasakan setiap orang. Banyak saudara kita yang tahun lalu masih bersama kita, namun kini telah kembali kepada Allah SWT. Kesempatan bernapas, bergerak, dan bersujud kepada-Nya di malam ini merupakan karunia yang sangat besar.

Sering kali manusia menyadari nilai nikmat ketika nikmat itu telah diambil kembali dari dirinya. Kesehatan akan terasa mahal ketika tubuh terbaring lemah karena sakit dan waktu terasa berharga ketika kesempatan telah berlalu. Untuk itu, malam Ramadan kesembilan ini menjadi waktu yang tepat untuk berhenti sejenak dan merenungkan karunia yang masih Allah titipkan kepada kita.

2. Bagian isi

Ilustrasi ceramah  Bersyukur atas Nikmat Allah
Ilustrasi ceramah Bersyukur atas Nikmat Allah (https://commons.wikimedia.org/Veri Ardian)

Jemaah masjid yang dimuliakan Allah,

Bersyukur atas nikmat Allah merupakan perintah yang tegas dalam ajaran Islam. Syukur mencakup pengakuan dalam lisan, hati, dan pembuktian lewat amal dan perbuatan. Dalam konteks Ramadan, syukur dapat diwujudkan dengan menjaga puasa dan meningkatkan kualitas ibadah.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

wa idz ta'adzdzana rabbukum la'in syakartum la'azîdannakum wa la'ing kafartum inna ‘adzâbî lasyadîd

Artinya: “(Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras.” (QS. Ibrahim ayat 7)

Pada ayat ini, disebutkan bahwa rasa syukur merupakan sebab bertambahnya nikmat manusia dari Allah SWT. Allah menjanjikan tambahan karunia bagi hamba yang mampu menjaga rasa terima kasih kepada-Nya. Oleh karena itu, ceramah tarawih 2026 malam kesembilan ini menjadi pengingat agar kita tidak termasuk golongan yang lalai dan kufur nikmat.

Selain ayat tersebut, Allah SWT juga menyampaikan pentingnya syukur dalam firmannya:

fadzkurûnî adzkurkum wasykurû lî wa lâ takfurûn

Artinya: “Maka, ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.” (QS. Al-Baqarah ayat 152)

Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa Allah memerintahkan kepada kita untuk mengingat-Nya, baik melalui lisan dengan melafalkan pujian, melalui hati dengan mengingat-Nya, dan melalui fisik dengan menaatinya. Jika umat Muslim mengingat-Nya, maka Allah akan melimpahkan dengan pahala, pertolongan, dan kebahagiaan dunia dan akhirat.

Di bulan Ramadan ini, nikmat waktu sangatlah berharga. Waktu yang Allah berikan hendaknya diisi dengan ibadah-ibadah, seperti tilawah atau melakukan amal saleh lainnya. Dengan memanfaatkan waktu secara optimal, rasa syukur akan terlihat dalam tindakan nyata.

Jemaah yang dirahmati Allah, bersyukur atas nikmat-Nya merupakan salah satu hal yang dapat menguatkan ketakwaan. Ketika seseorang menyadari besarnya karunia Allah pada dirinya, ia akan malu untuk berbuat maksiat. Rasa malu tersebut akan menjadi benteng yang menjaga diri dari perbuatan dosa.

3. Bagian penutup

Ilustrasi menutup ceramah tarawih
Ilustrasi menutup ceramah tarawih (pexels.com/Photo by Alena Darmel)

Jemaah sekalian, di ujung ceramah Tarawih 2026 malam kesembilan ini mari kita tingkatkan rasa syukur kita kepada Allah SWT. Bersyukur bukan hanya ketika nikmat terasa besar dan membahagiakan, tetapi juga saat ujian hidup menyapa kita. Semoga kita termasuk dalam golongan calon penghuni surga karena rasa syukur yang terus kita panjatkan padanya, aamiin ya rabbal alamin.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Itulah ceramah tarawih 2026 malam kesembilan tentang bersyukur atas nikmat Allah. Melalui ceramah tersebut, diharapkan setiap Muslim semakin menyadari bahwa setiap nikmat yang dirasakan harus dijaga dengan ketaatan dan amal saleh. Semoga dengan rasa syukur, kita mampu menjalani sisa Ramadan dengan hati yang lebih tunduk, ibadah yang lebih tenang, dan kehidupan yang penuh keberkahan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Muhammad Tarmizi Murdianto
EditorMuhammad Tarmizi Murdianto
Follow Us

Latest in Life

See More