Puisi sering kali mendapat stereotip yang kurang menyenangkan. Ada yang bilang terlalu melankolis, terlalu romantis atau hanya cocok untuk orang-orang yang ingin terlihat puitis di media sosial. Bahkan, tak sedikit yang mengira membaca puisi hanyalah hobi "biar kelihatan keren".
Padahal, di balik setiap bait yang dibaca, ada sisi psikologis yang jauh lebih dalam. Ada perasaan yang tak bisa diungkapkan dengan kalimat biasa. Namun, terasa dekat ketika dituangkan dalam metafora atau simbol. Puisi menawarkan ruang untuk berhenti sejenak, merenung, dan mengenali diri sendiri. Berikut beberapa sisi psikologis yang mungkin belum banyak disadari.
