ilustrasi seorang wanita yang sedang gelisah (pexels.com/Vitaly Gariev)
Ironisnya, rasa cemas itu sendiri terkadang membuat seseorang semakin ingin mencari informasi. Kita mungkin berpikir bahwa dengan terus membaca berita, mencari penjelasan, atau melihat perkembangan terbaru, rasa khawatir akan berkurang.
Namun, ketika informasi yang ditemukan justru semakin banyak dan mengganggu, kecemasan dapat kembali muncul dan mendorong kita untuk mencari informasi berikutnya. Siklus semacam ini membuat doomscrolling terasa seperti usaha untuk mendapatkan ketenangan, padahal justru membuat pikiran terus aktif. Mengenali pola tersebut bisa menjadi langkah awal untuk mulai membatasi kebiasaan scrolling, terutama menjelang waktu tidur.
Tidak semua aktivitas scrolling sebelum tidur otomatis merupakan doomscrolling, dan membaca berita bukan berarti sesuatu yang buruk. Yang perlu diperhatikan adalah ketika kebiasaan tersebut terasa sulit dihentikan, didominasi informasi negatif, atau membuat pikiran semakin gelisah setelahnya.
Cobalah memberikan jeda sebelum tidur dengan meletakkan ponsel, memilih bacaan yang lebih ringan, atau melakukan aktivitas yang membantu tubuh dan pikiran beralih ke suasana istirahat. Dengan begitu, kualitas tidur pun menjadi lebih baik. Semoga bermanfaat!