ilustrasi pengantin dan bridesmaid (pexels.com/iam luisao)
Tidak ada salahnya ingin tampil cantik, mengabadikan momen, atau membagikan pengalaman menjadi bridesmaid di media sosial. Namun, keinginan tersebut sebaiknya tidak membuatmu melupakan kenyamanan pengantin. Hindari mengambil alih sesi foto, sengaja mengalihkan perhatian saat acara berlangsung, atau mengunggah foto dan informasi pribadi yang belum mendapat izin, terutama jika pengantin ingin menjaga momen tertentu tetap privat.
Kamu juga perlu menghindari persaingan tidak sehat dengan sesama bridesmaid, misalnya merasa harus menjadi yang paling dekat dengan pengantin atau paling menonjol dalam foto. Peran ini bukan ajang untuk membuktikan siapa teman terbaik atau siapa yang paling menarik perhatian. Kamu tetap bisa menikmati pengalaman tersebut tanpa menjadikannya panggung pribadi. Justru, sikap yang tulus dan tahu diri akan membuat kehadiranmu terasa lebih berarti bagi pengantin.
Ada enam etika jadi bridesmaid agar gak merepotkan pengantin yang perlu kamu pahami. Dipercaya untuk mendampingi teman di hari pernikahannya merupakan bentuk kepercayaan yang patut dihargai. Kamu tetap boleh memiliki pendapat, kebutuhan, dan batasan pribadi, tetapi jangan sampai ego sendiri membuat orang yang sedang merayakan momen penting justru harus mengurus drama tambahan. Jadilah bridesmaid yang kehadirannya membawa dukungan, bukan beban.