ilustrasi finansial (unsplash.com/MichelleHenderson)
Di balik semua kecemasan itu, ada sinyal positif yang menarik. Sebanyak 69,1 persen responden menyatakan lebih tertarik pada konten financial management yang praktis dan bisa langsung diterapkan, dibanding konten yang menekankan risiko jatuh miskin. Ini menunjukkan bahwa Gen Z dan Milenial bukan generasi yang pasrah, mereka justru aktif mencari cara untuk mendapatkan kendali atas kondisi finansialnya.
Tantangannya bukan soal motivasi, tapi soal ekosistem yang mendukung. Selama kualitas pekerjaan yang tersedia belum memadai dan akses terhadap informasi finansial yang relevan masih terbatas, kecemasan itu akan terus jadi latar belakang dari setiap keputusan finansial yang mereka buat.
Cemas finansial di kalangan gen Z dan milenial bukan tanda kelemahan, tapi respons logis terhadap kondisi yang memang tidak mudah. Hal yang mereka butuhkan bukan sekadar motivasi, tapi sistem dan informasi yang benar-benar bisa membantu mereka melangkah maju.
IDN menggelar Indonesia Summit 2026, sebuah konferensi independen yang khusus diselenggarakan untuk dan melibatkan generasi Milenial dan Gen Z di Tanah Air. Dengan tema "The Next Us: Indonesia's Leap in the Algorithmic Age". Indonesia Summit 2026 bertujuan membentuk dan membangun masa depan Indonesia dengan menyatukan para pemimpin dan tokoh nasional dari seluruh nusantara.
Indonesia Summit 2026 diadakan di Tribrata Dharmawangsa, Jakarta, pada 17-18 Juni 2026. Dalam IS 2026, IDN juga meluncurkan Indonesia Millennial and Gen-Z Report 2027.
Survei ini dikerjakan oleh IDN Research Institute. Melalui survei ini, IDN Media menggali aspirasi dan DNA Milenial dan Gen Z, apa nilai-nilai yang mendasari tindakan mereka. Survei ini menjangkau responden Milenial dan Gen Z di sembilan wilayah di Indonesia, antara lain Sumatra Utara, Kepulauan Riau, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jakarta Timur, Kalimantan, dan Sulawesi.