مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya: “Siapa yang mengerjakan ibadah pada malam Qadar dengan penuh keimanan dan keikhlasan, maka diampuni dosanya yang telah lalu. Dan siapa yang berpuasa di bulan Ramadan dengan iman dan ikhlas, maka diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari)
Hadits alam Lailatul Qadar: Keutamaan dan Tanda-Tandanya

Hadits malam Lailatul Qadar menjelaskan bahwa ibadah pada malam tersebut lebih baik daripada seribu bulan.
Beberapa hadits juga menyebutkan tanda malam Lailatul Qadar serta doa yang dianjurkan untuk dibaca pada malam tersebut.
Nabi Muhammad menganjurkan umat Islam mencari Lailatul Qadar pada malam ganjil di sepuluh malam terakhir Ramadan.
Hadits malam Lailatul Qadar menjelaskan keutamaan, waktu terjadinya, tanda-tanda, hingga amalan yang dianjurkan. Dalam Islam, Lailatul Qadar dikenal sebagai malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan karena pada malam itu Allah melimpahkan banyak keberkahan.
Karena kemuliaannya sangat besar, Rasulullah banyak menyampaikan hadist tentang malam Lailatul Qadar kepada para sahabat. Hadis-hadis tersebut menjadi pedoman bagi umat Islam untuk memahami keutamaan Lailatul Qadar sekaligus cara mencarinya pada sepuluh malam terakhir Ramadan.
Berikut kumpulan hadist tentang malam Lailatul Qadar beserta maknanya. Baca, yuk!
Table of Content
1. Hadits tentang keutamaan malam Lailatul Qadar
Hadist pertama menjelaskan keutamaan ibadah pada malam Lailatul Qadar, yaitu lebih baik daripada ibadah selama seribu bulan. Hal ini berkaitan dengan turunnya Surah Al-Qadr yang menegaskan kemuliaan malam tersebut.
Rasulullah pernah menceritakan kisah seorang laki-laki dari Bani Israil yang berjuang di jalan Allah selama seribu bulan. Lalu, Allah menurunkan Surah Al-Qadr yang menjelaskan bahwa ibadah pada malam Lailatul Qadar memiliki pahala lebih besar dari yang dilakukan laki-laki itu.
2. Hadits tentang pengampunan dosa
Hadis berikut menjelaskan bahwa ibadah pada malam Lailatul Qadar dapat menjadi sebab diampuninya dosa-dosa yang telah lalu. Keikhlasan dan keimanan menjadi syarat utama agar seseorang mendapatkan pengampunan dosa pada malam Lailatul Qadar.
3. Hadits tentang waktu mencari Lailatul Qadar

Hadits lain menjelaskan kapan umat Islam dianjurkan mencari malam Lailatul Qadar. Nabi Muhammad memberikan petunjuk bahwa malam tersebut berada pada sepuluh hari terakhir Ramadan.
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ اْلاَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
Artinya: “Carilah malam Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.” (HR. Bukhari)
Jadi, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Terutama pada malam ganjil seperti malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29.
4. Hadits tentang kemungkinan malam ke-27
Selain hadits di atas, ada pula hadits yang menyebutkan kemungkinan malam Lailatul Qadar terjadi pada malam ke-27 Ramadan. Namun, para ulama tidak sepakat bahwa Lailatul Qadar selalu terjadi pada malam ke-27. Jadi, umat Islam dianjurkan beribadah secara maksimal sepanjang sepuluh malam terakhir Ramadan.
عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلّى الله عليه وسلم:
مَنْ كَانَ مُتَحَرِّيْهَا فَلْيَتَحَرَّهَا لَيْلَةَ سَبْعٍ وَعِشْرِيْنَArtinya: “Siapa yang ingin mencari malam Lailatul Qadar hendaklah ia mencarinya pada malam dua puluh tujuh.” (HR. Ahmad)
5. Hadits tentang tanda malam Lailatul Qadar
Hadits malam Lailatul Qadar juga menjelaskan beberapa tanda-tandanya. Berikut bunyi haditsnya:
وَأَمَارَتُهَا أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ فِيْ صَبِيْحَةِ يَوْمِهَا بَيْضَاءَ لاَ شِعَاعَ لَهَا
Artinya: “Cirinya adalah matahari terbit pada pagi hari setelah malam itu tampak putih dan tidak menyengat.” (HR. Muslim)
Hadits lain menjelaskan kondisi malam Lailatul Qadar:
لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةٌ طَلْقَةٌ بَلْجَةٌ لَا حَارَّةٌ وَلَا بَارِدَةٌ تَتَّضِحُ كَوَاكِبُهَا وَلَا يَخْرُجُ شَيْطَانُهَا حَتَّى يُضِىءُ فَجْرُهَا
Artinya: “Lailatul Qadar adalah malam yang cerah, tidak panas dan tidak dingin. Bintang-bintang terlihat jelas, dan setan tidak keluar hingga fajar.”
Beberapa ciri malam Lailatul Qadar berdasarkan hadits antara lain:
- Suasana malam terasa tenang
- Udara tidak panas dan tidak dingin
- Langit tampak cerah dengan bintang terlihat jelas
- Matahari terbit pada pagi hari tanpa sinar menyilaukan.
6. Hadist tentang doa malam Lailatul Qadar
Rasulullah mengajarkan doa yang dianjurkan dibaca ketika seseorang menjumpai malam Lailatul Qadar. Doa ini diriwayatkan oleh Aisyah RA.
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَيُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ القَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا
قَالَ قُولِي: اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّيArtinya: “Dari Aisyah: Saya bertanya kepada Rasulullah SAW, jika saya mengetahui malam Lailatul Qadar apa yang harus saya baca? Beliau menjawab: Bacalah, ‘Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan menyukai ampunan, maka ampunilah aku.’” (HR. Tirmidzi)
7. Hadits tentang amalan di sepuluh malam terakhir Ramadan
Selain menjelaskan keutamaan Lailatul Qadar, hadist juga menggambarkan bagaimana Rasulullah meningkatkan ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan.
Aisyah RA berkata:
“Jika masuk sepuluh malam terakhir Ramadan, Rasulullah menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya, dan mengencangkan sabuknya.” (HR. Ahmad)
Hadits lain menyebutkan bahwa Rasulullah rutin melakukan itikaf pada sepuluh malam terakhir Ramadan.
“Rasulullah selalu beritikaf di sepuluh akhir malam Ramadan sampai beliau wafat.” (HR. Bukhari)
Umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah pada periode ini. Misalnya melaksanakan salat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, berdoa, dan bersedekah.
Makna Lailatul Qadar menurut ulama tafsir

Lailatul Qadar tidak hanya dipahami sebagai malam penuh pahala, tetapi juga memiliki makna mendalam dalam kajian tafsir Al-Qur’an. Secara bahasa, kata “qadar” dapat berarti kemuliaan, ketetapan, atau kesempitan. Penafsiran ini menjelaskan mengapa malam tersebut memiliki posisi istimewa dalam Islam.
Malam Lailatul Qadar disebut malam sempit karena para malaikat turun ke bumi dalam jumlah sangat banyak hingga waktu fajar. Selain itu, Lailatul Qadar juga diartikan sebagai malam ketetapan karena ada pendapat yang menyakini Al-Qur’an diturunkan pada malam tersebut.
Para ulama juga memiliki pandangan berbeda tentang apakah Lailatul Qadar terjadi sekali saja atau berulang kali. Sebagian ulama berpendapat malam tersebut hanya terjadi saat Al-Qur’an pertama kali diturunkan. Namun, mayoritas ulama meyakini Lailatul Qadar terjadi setiap tahun pada bulan Ramadan, meskipun waktunya dirahasiakan oleh Allah.
Perbedaan pendapat ini memiliki hikmah. Karena waktu pastinya tidak diketahui, umat Islam dianjurkan untuk bersungguh-sungguh dalam beribadah sepanjang sepuluh malam terakhir Ramadan.
Kesimpulan
Kumpulan hadits malam Lailatul Qadar menunjukkan bahwa malam tersebut memiliki keutamaan yang sangat besar dalam Islam. Ibadah pada malam tersebut bernilai lebih baik daripada seribu bulan dan dapat menjadi sebab diampuninya dosa-dosa.
Lailatul Qadar kemungkinan terjadi pada malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan, meskipun waktu pastinya dirahasiakan oleh Allah. Karena itu, kamu dianjurkan memperbanyak ibadah pada periode tersebut.
Dengan memahami hadis tentang malam Lailatul Qadar, kamu jadi tahu bagaimana tanda-tandanya serta amalan yang dianjurkan untuk meraih keutamaannya. Jangan lewatkan malam Lailatul Qadar, ya.
FAQ seputar hadis malam Lailatul Qadar
| Apa hadis tentang malam Lailatul Qadar? | Hadis tentang malam Lailatul Qadar menjelaskan keutamaan malam tersebut, seperti pahala ibadah yang lebih baik dari seribu bulan dan pengampunan dosa. |
| Dalam hadits, Lailatul Qadar terjadi pada malam ke berapa? | Nabi Muhammad menyebutkan bahwa Lailatul Qadar dicari pada malam ganjil di sepuluh malam terakhir Ramadan, seperti malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29. |
| Apa tanda malam Lailatul Qadar menurut hadits? | Salah satu tanda yang disebut dalam hadis adalah matahari terbit pada pagi hari tanpa sinar menyilaukan, serta suasana malam terasa tenang dan sejuk. |
| Apa doa yang dianjurkan pada malam Lailatul Qadar? | Rasulullah mengajarkan doa “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni”, yang berarti memohon ampunan kepada Allah pada malam Lailatul Qadar. |
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI dan telah melewati proses editing oleh tim content IDN Times.