Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Hal Mengharukan yang Menyentuh Hati, Masih Ada Orang Baik
ilustrasi menangis haru (pexels.com/Andrea Piacquadio)
  • Memaafkan kesalahan besar dan memberi kesempatan kembali menjadi bentuk ketulusan yang patut dihargai, sekaligus dorongan untuk tidak mengulangi kekeliruan.
  • Kebaikan dapat datang dari orang yang kondisinya lebih terbatas, seperti pedagang lansia atau warga terdampak musibah yang tetap berbagi dan menjamu.
  • Teman yang tetap hadir saat hidup terpuruk, dukungan ketika cemas, serta ucapan ikut bahagia menunjukkan kehangatan dari orang-orang yang tulus.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kamu mungkin tipe orang yang hampir gak pernah nangis lagi sejak beranjak remaja sampai sekarang. Sebab ada orang yang memang mudah sekali merasa tersentuh hatinya sampai mengeluarkan air mata. Akan tetapi, tentu itu tidak berarti dirimu gak punya perasaan serta sensitivitas.

Dalam situasi-situasi tertentu kamu dapat merasakan haru yang kuat. Sekalipun air mata tak sampai menetes di pipi, hati sebenarnya bergetar hebat. Bukan karena kamu lagi sedih.

Namun, ini justru disebabkan oleh cara orang lain dalam memperlakukanmu. Kebaikan-kebaikan yang lahir dari ketulusan tak ubahnya embun yang membasahi gersangnya hati. Seperti lima hal mengharukan yang menyentuh hati berikut ini. Wajar apabila kamu masih memikirkannya sampai lama setelah kejadian berlalu.

1. Tetap dimaafkan setelah kesalahan yang besar atau banyak

ilustrasi menangis haru (pexels.com/https://kaboompics.com/)

Hidupmu tidak terlepas dari kesalahan. Setiap kekeliruan itu juga dapat berdampak luas serta menyeluruh. Kamu sendiri sadar bahwa melihat kesalahan yang dilakukan, amat manusiawi bagi orang lain untuk tidak mau memaafkanmu.

Mereka bahkan pantas membenci dan menolakmu agar tidak kembali ke dalam kehidupan mereka. Faktanya, mereka seakan-akan memiliki hati malaikat. Mereka masih bersedia memaafkanmu setelah segala yang terjadi dan memberimu kesempatan kembali.

Sudah seharusnya dirimu amat mensyukuri kebaikan hati yang belum tentu diperoleh dari orang lain. Jangan berhenti hanya dengan merasa terharu saat kamu dimaafkan untuk kesekian kalinya. Bersungguh-sungguhlah untuk menjadikan kekeliruan ini yang terakhir. Bukan kamu justru makin tidak tahu diri dengan terus mengulang kesalahan, bahkan tambah parah.

2. Diberi sesuatu oleh orang yang kurang mampu dibanding kamu

ilustrasi menerima hadiah (pexels.com/RDNE Stock project)

Logikanya, orang yang mampu memberi kepada orang yang kurang mampu. Namun, realitasnya hampir semua orang punya keinginan untuk berbagi. Apalagi pada orang-orang yang disayangi atau dianggapnya penting.

Tidak terkecuali orang-orang yang kondisinya kurang baik dibandingkan dengan kondisimu. Mungkin kamu pernah berniat melariskan dagangan lansia yang terlihat sangat menggiurkan. Akan tetapi, pedagang tersebut justru kasih banyak bonus seakan-akan tak menghitung untung rugi.

Atau dirimu mendatangi rumah warga yang sedang mengalami musibah. Lalu mereka berusaha untuk tetap menjamu mu dengan aneka makanan dan minuman yang masih ada. Mereka seperti tak berpikir itu bakal menipiskan persediaan makanan mereka sendiri.

3. Masih diterima sebagai teman ketika hidupmu di titik terendah

ilustrasi menangis haru (pexels.com/RDNE Stock project)

Punya banyak teman ketika hidupmu baik-baik saja patut disyukuri. Akan tetapi, itu bukan kondisi yang istimewa. Hampir semua orang pasti tidak keberatan berkawan denganmu ketika hidupmu berjalan relatif aman.

Namun, saat hidupmu diuji, tak sedikit orang yang dahulu kawan mendadak melarikan diri. Mereka sangat takut bila dihubungi olehmu. Seakan-akan mereka khawatir hanya akan direpotkan olehmu. Kawan yang dulu selalu punya waktu untukmu mendadak sok sibuk gak jelas.

Hatimu seketika lumer saat masih ada orang yang menerimamu dalam pertemanan. Bahkan sikapnya seperti gak ada yang berubah dalam hidupmu. Kebaikan dan kehangatannya tak berkurang sedikit pun. Bersama mereka, dirimu merasakan ketenangan sekalipun hidup sedang diuji.

4. Pas lagi cemas dan hopeless ada yang bilang, "Tenang, ada aku di sini."

ilustrasi pertemanan (pexels.com/SHVETS production)

Rasa cemas tidak muncul semata-mata karena adanya masalah yang nyata. Sesuatu yang masih berupa potensi persoalan pun dapat membuatmu gelisah berkepanjangan. Apalagi ditambah perasaan sendirian.

Pasti ada kekhawatiran kalau-kalau dirimu gak tertolong. Maka dari itu, reaksi orang-orang di sekitarmu yang tahu kamu sedang ada masalah menjadi sangat penting. Apabila mereka cuek sekali atau malah suka menakut-nakuti, tentu dirimu makin kepikiran.

Kamu dapat panik sekali sehingga menghambat rutinitas. Sebaliknya, dirimu akan lebih tenang kalau terdapat orang yang berkata, "Tenang, ada aku di sini." Perkataannya bukan sekadar tanda ia memang dekat secara fisik, melainkan juga siap membantumu jika dirimu gak mampu lagi mengatasi sesuatu.

5. Atau ucapan, "Aku bahagia melihatmu bahagia."

ilustrasi menangis haru (pexels.com/Trung Nguyen)

Kalimat seperti di atas basi? Tentu tidak jika dibarengi dengan raut wajah penuh kesungguhan. Pun jarang orang mengatakannya sepintas lalu atau terlalu sering. Biasanya orang yang mengucapkan atau menuliskannya juga memiliki kedekatan hubungan denganmu.

Atau, setidaknya pernah dekat. Seperti mantan pacar yang mengucapkan kalimat tersebut di hari akhirnya, kamu melepas masa lajang dengan seseorang. Satu kalimat yang menandakan ketulusan dalam hubungan.

Bertolak belakang dengan seandainya orang malah kesal setiap melihat kebahagiaanmu. Itu namanya dengki dan membuatmu selalu merasa ketar-ketir kalau-kalau sifatnya berakibat buruk untukmu. Jika orang lain sampai bilang ikut bahagia saat kamu bahagia, dirimu juga wajib merasakan hal yang sama di setiap momen terbaik dalam hidupnya.

Berbagai hal mengharukan yang menyentuh hati menunjukkan bahwa kamu masih dikelilingi oleh orang-orang baik. Satu hal yang harus amat disyukuri olehmu. Pastikan dirimu mampu membalas kebaikan mereka sehingga hubungan memuaskan bagi semua.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article