Dalam Psychology Today, Robert N. Kraft, PhD, profesor psikologi kognitif di Otterbein University, menuliskan, “Kita menonton ulang film-film lama karena film tersebut memungkinkan kita menghidupkan kembali masa yang kita kenang dengan penuh kasih. Saat menonton ulang tontonan, kita juga bisa terhubung dengan seseorang dari masa lalu dan mengingat percakapan, lelucon, hingga referensi yang pernah dibuat bersama”.
Kangen Masa Kecil? Ini Alasan Kenapa Nonton Upin & Ipin Bikin Hati Hangat

- Menonton ulang Upin & Ipin memicu nostalgia, menghadirkan kembali memori masa kecil, rutinitas sepulang sekolah, serta perasaan hidup yang dulu terasa lebih sederhana.
- Cerita yang sudah familier membuat penonton tidak perlu mengikuti alur dari awal, sehingga pikiran bisa lebih rileks sambil tetap terhibur setelah hari yang melelahkan.
- Karakter dan dunia Kampung Durian Runtuh terasa seperti teman lama; kedekatan ini membuat serial tersebut menjadi comfort show yang menghadirkan rasa hangat.
Pernah tiba-tiba ingin nonton Upin & Ipin lagi setelah sekian lama? Serial animasi asal Malaysia ini memang lekat dengan masa kecil banyak orang Indonesia. Dulu menonton kisah Upin, Ipin, dan teman-temannya mungkin cuma jadi hiburan setelah pulang sekolah. Namun sekarang, beberapa episodenya justru bisa terasa seperti perjalanan singkat ke masa lalu. Hal sederhana seperti suara karakter, suasana Kampung Durian Runtuh, sampai cerita tentang keluarga bisa memunculkan rasa familier.
Perasaan itu biasanya muncul ketika hidup sedang terasa melelahkan. Kita pun tanpa sadar mencari tontonan yang sudah dikenal dan tidak membutuhkan banyak energi untuk diikuti. Karena itu, bukan cuma sekadar hiburan, Upin & Ipin juga bisa menjadi comfort show bagi sebagian orang. Lalu, kenapa tontonan masa kecil bisa bikin hati terasa hangat?
1. Nostalgia bikin kita merasa dekat lagi dengan masa lalu

ilustrasi menonton kartun (pexels.com/Antoni Shkraba) Menonton Upin & Ipin bisa memicu nostalgia karena tontonan tersebut terhubung dengan pengalaman yang pernah kita jalani. Bukan cuma soal ceritanya, tetapi juga tentang versi diri kita ketika pertama kali menontonnya. Dulu mungkin kita menyaksikannya sambil makan, bermain, atau setelah pulang sekolah. Ketika ditonton lagi sekarang, memori-memori kecil itu bisa ikut muncul.
Jadi, mungkin yang sebenarnya kita rindukan bukan cuma Upin & Ipin, melainkan perasaan ketika hidup masih terasa lebih sederhana. Ada versi diri kita yang terasa lebih dekat ketika melihat kembali tontonan tersebut.
2. Cerita yang sudah dikenal bikin otak lebih santai

cuplikan serial Upin & Ipin (youtube.com/Les' Copaque Production) Menonton serial baru membutuhkan perhatian lebih karena kita harus mengenal karakter, mengikuti alur, dan mencari tahu akhir ceritanya. Sebaliknya, Upin & Ipin sudah punya tempat tersendiri di ingatan. Kita bahkan bisa saja tahu konflik akhirnya sebelum episodenya selesai.
Robert N. Kraft, PhD, profesor psikologi kognitif di Otterbein University, menjelaskan, “Jika kita sudah familier dengan sebuah cerita, kita bisa membiarkan pikiran rileks sambil tetap terhibur,” demikian dilansir Psychology Today.
Itulah kenapa menonton ulang tidak selalu berarti bosan atau kehabisan tontonan. Kadang, kita memang sedang memilih sesuatu yang tidak menuntut banyak energi. Apalagi setelah hari yang panjang, rasanya lebih menyenangkan kembali ke cerita yang sudah tahu cara membuat kita nyaman.
3. Karakternya bisa terasa seperti teman lama

Serial Upin Ipin produksi studio Les' Copaque Ada alasan mengapa melihat karakter seperti Upin, Ipin, Mail, Ehsan, atau Mei Mei lagi bisa terasa menyenangkan. Kita sudah mengenal sifat, kebiasaan, dan hubungan mereka sejak lama. Walaupun mereka karakter fiksi, kedekatan yang terbentuk selama bertahun-tahun bisa membuat kehadiran mereka terasa familier.
Menurut Chivonna Childs, PhD, psikolog dari Cleveland Clinic, “Sering kali, comfort show menghadirkan karakter yang bisa kita hubungkan dengan diri sendiri. Ceritanya terasa dekat dengan kita, atau merupakan cerita yang sebenarnya ingin bisa kita rasakan kedekatannya,” dilansir Cleveland Clinic.
Makanya, rasanya bisa seperti bertemu teman lama yang sudah lama tidak disapa. Kita tahu mereka tidak benar-benar mengenal kita, tetapi dunia yang mereka bawa pernah menjadi bagian dari keseharian kita.
Rasa hangat ketika melihat Upin & Ipin lagi mungkin sebenarnya berasal dari kenangan yang menempel pada tontonan tersebut. Bisa jadi yang bikin kangen bukan hanya Kampung Durian Runtuh, tetapi juga diri kita sendiri ketika kita masih menjadi anak-anak. Rasanya seperti bertemu kembali dengan kehidupan yang dulu sederhana, meski hanya lewat layar.






















