Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Hari Tasyrik, Apa Larangan bagi Umat Islam?

Hari Tasyrik, Apa Larangan bagi Umat Islam?
Ilustrasi unta di padang pasir. (Pixabay)
Intinya Sih

  • Hari Tasyrik berlangsung pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah, yaitu tiga hari setelah Idul Adha yang dianjurkan untuk menyembelih hewan kurban.
  • Umat Islam dilarang berpuasa pada Hari Tasyrik karena hari tersebut diperuntukkan bagi makan, minum, dan memperbanyak zikir kepada Allah.
  • Penamaan Hari Tasyrik berasal dari kebiasaan menjemur dan mengeringkan daging kurban di bawah sinar matahari selama tiga hari setelah Idul Adha.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Di agama Islam, hari Tasyrik dikenal sebagai nama dari 3 (tiga) hari setelah hari raya Idul Adha. Hari Tasyrik jatuh pada tanggal 11, 12, 13 Dzulhijjah. 

Pada Hari Tasyrik, umat Islam dianjurkan untuk menyembelih hewan kurban. Lantas, apa larangan di hari Tasyrik? Berikut penjelasannya.

Table of Content

1. Larangan berpuasa

1. Larangan berpuasa

Ilustrasi merayakan Idul Fitri (pexels.com/PNW Production)
Ilustrasi merayakan Idul Fitri (pexels.com/PNW Production)

Umat Islam di hari Tasyrik dilarang melaksanakan puasa sunah dalam bentuk apa pun, baik puasa qadha, puasa Daud, puasa Senin-Kamis, dan sebagainya. Hal ini dikarenakan hari Tasyrik dianjurkan untuk makan hidangan hasil sembelih. Ini merupakan salah satu bentuk amalan baik bagi umat Islam.

Larangan puasa di hari Tasyrik juga disebabkan hari tersebut masih dalam rangkaian Idul Adha. Takbir akan terus berkumandang di hari Tasyrik. 

2. Dalil dan hadits mengenai Hari Tasyrik

Membaca Al-Qur'an (unsplash/Masjid MABA)
Membaca Al-Qur'an (unsplash/Masjid MABA)

Larangan berpuasa di hari Tasyrik tidak semata-mata tersebar sebagai budaya saja. Larangan ini jelas adanya dan hadirnya hadits yang menjelaskan hal tersebut. 


Menurut hadits riwayat Muslim, hari Tasyrik adalah hari makan dan minum: 


عَنْ نُبَيْشَةَ الْهُذَلِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَزَادَ فِي رواية وَذِكْرٍ لِلَّه


Artinya: "Dari Nubaisyah Al-Hudzali, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, Hari Tasyrik adalah hari makan, minum (pada riwayat lain), dan hari zikir,'" (HR Muslim).

3. Hadits lainnya

ilustrasi berbuka puasa
ilustrasi berbuka puasa (magnific.com/rawpixel.com)

Dalam hadits lain, juga dijelaskan mengenai penetapan waktu dan sebutan bagi hari Tasyrik: 


وأيام التشريق ثلاثة بعد يوم النحر سميت بذلك لتشريق الناس لحوم الأضاحى فيها وهو تقديدها ونشرها في الشمس


Artinya: "Hari Tasyrik adalah sebutan bagi tiga hari (11, 12, 13 Dzulhijjah) setelah hari nahar (10 Dzulhijjah). Tiga hari itu dinamai demikian karena orang-orang menjemur daging kurban di waktu tersebut, yaitu mendendeng dan menghampar daging pada terik matahari," (Al-Imam An-Nawawi, Al-Minhaj, Syarah Shahih Muslim Ibnul Hajjaj)

 
Itu dia penjelasan mengenai apa larangan di hari Tasyrik bagi umat Islam beserta haditsnya! Semoga memberi pencerahan bagimu, ya!

FAQ Seputar Hari Tasyrik dan Larangan bagi Umat Islam

Apa larangan paling utama dan mutlak bagi umat Islam pada hari tasyrik?

Larangan paling utama adalah berpuasa, baik itu puasa sunnah (seperti Senin-Kamis atau puasa Daud), puasa wajib pengganti (qadha Ramadan), maupun puasa nazar. Hukum berpuasa pada tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah adalah haram mutlak.

Mengapa umat Islam dilarang keras untuk berpuasa pada hari tasyrik?

Karena hari tasyrik merupakan waktu yang ditetapkan oleh syariat sebagai hari raya untuk makan, minum, dan bersenang-senang menikmati hidangan kurban sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT. Menolak makan (dengan berpuasa) pada hari-hari ini dianggap menyalahi tujuan jamuan Allah.

Apakah jemaah haji yang sedang di Tanah Suci juga terkena larangan puasa ini?

Pada dasarnya sama. Namun, dalam fikih mazhab Syafii, ada pengecualian khusus (kemurahan/ruhsah) hanya bagi jemaah haji Tamattu' atau Qiran yang tidak mampu membayar denda (dam) berupa menyembelih seekor kambing. Mereka diperbolehkan menggantinya dengan berpuasa di hari tasyrik.

Apa konsekuensinya jika seseorang telanjur berpuasa karena lupa atau tidak tahu?

Jika tidak tahu atau lupa, maka ia tidak berdosa namun puasanya otomatis tidak sah dan wajib segera dibatalkan (segera makan atau minum) begitu ia mengingat atau mengetahui hukumnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Febriyanti Revitasari
Eddy Rusmanto
Febriyanti Revitasari
EditorFebriyanti Revitasari

Related Articles

See More