Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Humektan vs. Emolien vs. Oklusif, Mana yang Cocok untuk Kulitmu?

ilustrasi skincare
ilustrasi skincare (pexels.com/Yan Krukau)

Dalam dunia skincare, istilah humektan, emolien, dan oklusif sering muncul. Tapi, masih banyak yang bingung apa bedanya dan mana yang sebenarnya dibutuhkan kulit. Ketiganya sama-sama berperan dalam menjaga kelembapan, namun cara kerjanya sangat berbeda. Salah pilih jenis pelembap bisa membuat kulit terasa kurang nyaman, entah jadi kering, berminyak, atau bahkan terasa “tidak bekerja sama sekali”.

Memahami perbedaan humektan, emolien, dan oklusif adalah kunci untuk merawat kulit secara lebih tepat dan efektif. Setiap bahan skincare ini memiliki fungsi spesifik yang menyesuaikan kondisi kulit, lingkungan, dan bahkan rutinitas skincare harianmu. Jadi, daripada asal pakai pelembap, yuk kenali dulu mana yang benar-benar dibutuhkan kulitmu agar hasilnya maksimal dan kulit tetap sehat!

1. Pengertian humektan

ilustrasi skincare
ilustrasi skincare (pexels.com/Antoni Shkraba)

Humektan adalah bahan yang digunakan dalam produk perawatan kulit topikal. Fungsi utamanya adalah untuk meningkatkan hidrasi dengan menarik kelembapan ke dalam kulit. Nichelle Temple, seorang ahli kecantikan, melansir Byrdie mengatakan, seperti magnet hidrasi kecil, mereka menarik air ke permukaan kulit, menariknya jauh ke bawah kulit.

Namun humektan tidak hanya menarik air, juga menahannya dengan kuat. Bahkan, itulah yang membuat humektan begitu unik. Dr. Naana Boakye, seorang dokter kulit bersertifikat menjelaskan, humektan menarik kelembapan, mengikat air ke kulit, meningkatkan kadar hidrasi, dan membuat kulit tampak lebih kenyal sehingga kulit terlihat dan terasa lebih lembut.

"Humektan ideal untuk semua orang, terutama untuk mereka yang memiliki kulit kering, matang, atau rentan berjerawat. Poin penting lainnya yang perlu diperhatikan tentang humektan adalah bahwa humektan mengandung berbagai bahan yang mungkin sudah kamu kenal. Gliserin adalah pelembap standar emas, begitu juga asam hialuronat, ekstrak ganggang dan rumput laut, serta propilen glikol," kata Temple.

2. Pengertian emolien

ilustrasi skincare
ilustrasi skincare (pexels.com/cottonbro studio)

"Berbeda dengan humektan, emolien melembutkan kulit dari luar dengan melumasi permukaan kulit dan melindungi lapisan pelindungnya. Sebagian besar bekerja dengan mengisi kembali pasokan lipid pada lapisan kulit terluar," kata Samantha Susca, seorang ahli kecantikan selebriti.

Dia menjelaskan bahwa meskipun merupakan kebalikan dari humektan, emolien tetap bergantung pada humektan agar dapat bekerja secara optimal. Emolien tidak menghidrasi kulit dengan sendirinya dan membutuhkan humektan untuk menarik kelembapan.

Temple menjelaskan lebih lanjut bahwa sebagian besar produk pelembap menggabungkan emolien dan humektan. Ada ribuan kombinasi yang menentukan perbedaan antara pelembap kaya seperti krim dan losion dengan formula ringan seperti serum cair.

3. Pengertian oklusif

ilustrasi skincare
ilustrasi skincare (pexels.com/Anna Shvets)

Bahan oklusif juga berada di permukaan kulit dan seperti emolien, fungsi utamanya adalah mencegah hilangnya air. Menurut Dr. Naana Boakye, bahan ini memainkan peran penting dalam memperbaiki dan melindungi lapisan pelindung kulit. Pada dasarnya, oklusif berfungsi sebagai penyegel, meningkat kelembapan di bawah permukaan kulit. Dengan demikian, bahan ini tidak menghidrasi atau melembapkan kulit.

"Dengan penggunaan bahan oklusif, hidrasi tetap terkunci di dalam kulit sekaligus bertindak sebagai penghalang pelindung terhadap dunia luar, mencegah mikroba masuk," kata Susca.

Jadi, apa yang membedakan krim oklusif dari krim emolien? Konsistensi. Seperti yang dijelaskan oleh Dr. Naana Boakye, bahan-bahan oklusif terdiri dari hidrokarbon non-polar, yang tidak berinteraksi dengan air.

"Bayangkan minyak mineral dan skualen. Bahan umum lainnya termasuk minyak nabati, lilin alami, silikon seperti dimetikon dan sterol seperti kolesterol dan seramida ," katanya.

4. Mana yang cocok untuk kulitmu?

ilustrasi skincare
ilustrasi skincare (pexels.com/cottonbro studio)

Mengingat sifat unik dari bahan-bahan ini, mudah untuk memahami mengapa rutinitas perawatan kulitmu akan mendapatkan manfaat dari penggunaan semuanya. Namun, menurut para ahli, pendekatan gabungan lebih baik daripada mengaplikasikan beberapa lapisan produk.

"Kamu mungkin tidak perlu menggunakan semuanya secara terpisah, tetapi kulitmu akan mendapatkan manfaat dari ketiga skincare tersebut. Kamu bisa mendapatlan hidrasi, perbaikan lapisan pelindung kulit, dan perlindungan yang bekerja bersama. Untungnya, saat ini banyak produk perawatan kulit mengandung campuran bahan-bahan tersebut," kata Dr. Boakye.

  1. Humektan diperlukan untuk semua jenis kulit karena menarik air ke dalam kulit. Humektan biasanya ringan dan oleh karena itu harus diaplikasikan terlebih dahulu. Jika kamu memiliki kulit berminyak atau kombinasi, atau jika kulitmu sering terasa dehidrasi, humektan adalah pilihan yang tepat.
  2. Emolien digunakan selanjutnya. Emolien bekerja bersamaan dengan humektan dan mencegah hilangnya air. Jika kamu memiliki kulit kering atau kulit yang mulai menua, emolien sangat penting untuk menjaga kesehatan dan kilau awet muda.
  3. Produk oklusif adalah yang paling kental dari ketiganya dan harus digunakan terakhir, sehingga dapat berfungsi sebagai penyegel untuk mengunci kelembapan. Jika kamu sedang mengatasi jerawat, berhati-hatilah dengan produk oklusif. Konsistensinya yang berat dapat menimbulkan masalah pada kulit berjerawat, berpotensi menyebabkan pori-pori tersumbat dan timbulnya jerawat. Selalu pilih produk non-komedogenik untuk menghindari masalah ini.

"Meskipun ketiga langkah tersebut tidak selalu diperlukan, ketiganya dapat bekerja secara sinergis tergantung pada kebutuhan dan lingkungan kulit," tambah Susca.

Humektan, emolien, dan oklusif bekerja saling melengkapi, sementara kebutuhan kulit bisa berubah tergantung kondisi, cuaca, maupun gaya hidup. Dengan memahami fungsi masing-masing, kamu bisa lebih bijak memilih produk atau bahkan mengombinasikannya agar kelembapan kulit terjaga secara optimal.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum
Follow Us

Latest in Life

See More

5 Cara Mempraktikkan Stoicism saat Menghadapi Kemacetan Jakarta

09 Feb 2026, 15:07 WIBLife