Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Hal Tentang Incentive Motivation, Bergantung pada Reward?

5 Hal Tentang Incentive Motivation, Bergantung pada Reward?
Ilustrasi orang yang sedang termotivasi (pexels.com/Niko Twisty)

Motivasi merupakan kunci utama untuk membuat kamu semangat menjalankan kehidupan. Motivasi yang tinggi pun bisa membuat kamu mampu mencapai cita-cita dan impian.

Tanpa adanya motivasi, manusia akan kehilangan bahan bakar semangat. Sehingga cenderung gak punya dorongan untuk bergerak maju. Salah satu jenis motivasi yang banyak disukai adalah incentive motivation (motivasi insentif). Apa itu incentive motivation? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini!

1. Apa itu incentive motivation?

Ilustrasi mendapatkan reward (pexels.com/Anastasia Shuraeva)
Ilustrasi mendapatkan reward (pexels.com/Anastasia Shuraeva)

Melansir dari Life Hack, Paolina Milana, seorang confidence coach, menyebutkan bahwa incentive motivation berkaitan dengan cara sebuah tujuan mempengaruhi perilaku seseorang. Maksudnya adalah, incentive motivation ini dipengaruhi oleh faktor eksternal. Hal ini sejalan dengan yang disebutkan Dr. Holly Wyatt, seorang profesor nutrition sciences, dilansir Life Hack.

"Sumber atau faktor motivasi eksternal adalah hal-hal di luar diri kita yang bisa membantu memotivasi kita," jelasnya.

Incentive motivation merupakan dorongan untuk melakukan sesuatu demi sebuah reward atau penghargaan eksternal. Sehingga motivasi bukan berasal dari faktor internal atau diri sendiri. Melainkan dari penghargaan eksternal yang berusaha didapatkan oleh seseorang.

2. Contoh incentive motivation

Ilustrasi murid yang sedang mengangkat tangan (pexels.com/Pavel Danilyuk)
Ilustrasi murid yang sedang mengangkat tangan (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Paolina Milana menyebutkan, contoh yang saat ini banyak terjadi dari incentive motivation adalah terkait vaksinasi Covid. Banyak orang termotivasi untuk melakukan vaksinasi Covid disebabkan reward eksternal yang akan mereka dapatkan.

Orang-orang yang sudah vaksin mendapatkan akses untuk bepergian ke luar negeri, naik kereta, dan sebagainya. Selain itu, di beberapa tempat pun orang-orang yang sudah vaksin akan diberikan reward berupa doorprize. Sehingga motivasi melakukan vaksin bukanlah datang dari diri sendiri, melainkan reward yang nantinya akan didapatkan.

Contoh lainnya yang paling umum misalnya ketika kamu berusaha menjadi juara kelas, karena dijanjikan akan dibelikan sepeda baru oleh orangtua. Intinya, incentive motivation ini membuat kamu semangat melakukan sesuatu, karena nantinya akan mendapatkan sebuah reward.

3. Akar dari incentive motivation

Ilustrasi mendapatkan reward (pexels.com/RODNAE Productions)
Ilustrasi mendapatkan reward (pexels.com/RODNAE Productions)

Paolina Milana menjelaskan, ternyata incentive motivation menjadi metode yang paling umum dilakukan sejak kita kecil. Orangtua telah menerapkan incentive motivation sejak zaman dahulu. Anak yang mau makan sayuran biasanya akan diberikan reward berupa diizinkan mengonsumsi makanan manis, atau diajak jalan-jalan ke suatu tempat bermain.

Sampai dewasa, secara gak sadar kita tetap berdampingan dengan incentive motivation. Motivasi insentif ini memainkan peran utama juga dalam berbagai kegiatan yang kita lakukan. Namun, nilai dari insentif pun tentunya gak akan sama dengan masa kecil.

"Nilai insentif dapat berubah dari waktu ke waktu dan dalam situasi yang berbeda," ujar Stephen L. Franzoi, seorang author tentang social psychology, dilansir Very Well Mind.

Saat ini, insentif yang dibutuhkan memiliki nilai lebih besar. Misalnya, para mahasiswa yang sedang berjuang di dunia perkuliahan. Hal tersebut dilakukan karena tujuannya untuk mendapatkan gelar atau pekerjaan yang bagus.

4. Bagaimana incentive motivation bekerja?

Ilustrasi orang yang sedang termotivasi (pexels.com/Tirachard Kumtanom)
Ilustrasi orang yang sedang termotivasi (pexels.com/Tirachard Kumtanom)

Melansir Very Well Family, Kendra Cherry, seorang psychosocial rehabilitation specialist, menyebutkan bahwa incentive motivation bekerja melalui insentif dari luar. Bukan seperti motivasi lainnya yang berasal dari gairah, naluri, atau dorongan internal.

Motivasi insentif menyatakan bahwa tindakan yang kamu lakukan memang diarahkan untuk mendapatkan imbalan. Kendra Cherry menambahkan, motivasi ini hanya dapat bekerja jika seorang individu memang menempatkan prioritasnya pada hadiah atau reward. 

5. Bentuk lain dari incentive motivation

Ilustrasi orang yang sedang belajar dengan keras (pexels.com/Yaroslav Shuraev)
Ilustrasi orang yang sedang belajar dengan keras (pexels.com/Yaroslav Shuraev)

Paolina Milana menjelaskan, incentive motivation ternyata bukan hanya sekadar dorongan untuk melakukan sesuatu agar mendapatkan reward. Namun, terdapat bentuk lain dari incentive motivation. Misalnya adalah fear motivation atau motivasi ketakutan.

Contohnya adalah ketika kamu termotivasi untuk menjadi juara kelas, karena takut mendapatkan hukuman dari orangtua. Alih-alih mengejar hadiah, kamu memiliki motivasi besar karena menghindari sebuah konsekuensi. Namun, pengaruh atau dorongannya tetap berasal dari faktor eksternal.

Itulah beberapa hal yang bisa kamu ketahui tentang incentive motivation atau motivasi insentif. Kira-kira, apakah kamu termasuk orang yang sering melakukan incentive motivation dan berfokus pada reward?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima
Follow Us

Related Articles

See More

9 Dekorasi Siraman El Rumi, Prosesi dengan Ornamen Magical

24 Apr 2026, 21:07 WIBLife