Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Profil Peggy Hartanto, High End Brand Lokal yang Produknya Limited

Profil Peggy Hartanto, High End Brand Lokal yang Produknya Limited
Peggy Hartanto (instagram.com/peggyhartanto)
Intinya Sih
  • Peggy Hartanto adalah brand fashion asal Surabaya yang didirikan tahun 2012 oleh tiga bersaudara, Peggy, Petty, dan Lydia Hartanto, dengan konsep kontemporer dan desain futuristik.
  • Merek ini sukses menembus pasar internasional, tampil di ajang seperti Jakarta Fashion Week dan Elle Fashion Show Vietnam, serta masuk daftar Forbes Asia 30 Under 30 tahun 2016.
  • Koleksi Peggy Hartanto mencakup busana hingga tas kulit handmade dengan desain unik dan terbatas, menjadikannya favorit pencinta mode meski stok cepat habis karena proses produksi detail.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Merek lokal Peggy Hartanto tengah mendapat sorotan di media sosial. Womenswear brand ini dikenal dengan desain fashion yang ikonik, berupa lekukan yang futuristik. Menariknya, Peggy Hartanto telah digunakan oleh sejumlah selebriti dunia, seperti Gigi Hadid, Demi Lovato, dan Beyonce.

Sejumlah selebriti kenakan womenswear dari label Peggy Hartanto saat melenggang di red carpet. Sebagai brand yang telah dikenal secara global, Peggy Hartanto juga kerap menggelar fashion show di negara lain, seperti Vietnam. Di balik kiprahnya, Peggy Hartanto ternyata merupakan brand asal Surabaya yang merupakan inisiasi dari tiga bersaudara. Berikut adalah profilnya.

1. Dibalik kesuksesan Peggy Hartanto

Peggy Hartanto
Peggy Hartanto (instagram.com/peggyhartanto)

Peggy Hartanto semula adalah merek pakaian perempuan dengan konsep kontemporer yang didirikan sejak 2012. Peggy Hartanto sendiri pada mulanya didirikan oleh tiga bersaudara asal Surabaya, yakni Peggy, Petty dan Lydia Hartanto. Peggy dan Petty adalah anak kembar yang lahir pada 1988. Sebagai putri sulung, Lydia telah lahir setahun sebelumnya, akan tetapi ketiganya tumbuh bersama.

Peggy menempuh pendidikan formal di Raffles College of Design and Commerce di Sydney, Australia, lalu menjabat sebagai Direktur Kreatif di Peggy Hartanto. Sementara, Petty mengenyam pendidikan jurusan desain grafis di kampus yang sama.

Peggy mulai menekuni karier profesional setelah magang di label fashion mewah asal Australia, Colette Dinnigan. Setelah mendapatkan berbagai pengalaman, Peggy akhirnya memutuskan untuk fokus mengembangkan label Peggy Hartanto, didukung oleh kedua saudaranya, Petty dan Lydia.

2. Brand asal Surabaya yang melenggang di panggung dunia

Peggy Hartanto
Hasil karya Peggy Hartanto (instagram.com/peggyhartanto)

Kepiawaian ketiga founder membawa brand Peggy Hartanto ke kancah internasional. Merek asal Surabaya ini melahirkan koleksi busana dengan desain yang kreatif dan eksploratif. Merek Peggy Hartanto masuk dalam daftar Forbes Asia 30 Under 30: The Arts tahun 2016, lalu menjadi finalis untuk International Woolmark Prize Asia pada tahun 2017.

Sejak didirikan pada 2012, koleksi Peggy Hartanto telah dikenal dengan siluet yang atraktif, palet warna cerah, dan detail imajinatif. Pada koleksi pakaian, Peggy Hartanto memberi sentuhan surealis yang mengedepankan sisi modern dan feminin.

Karya Peggy Hartanto terbukti disukai oleh berbagai kalangan. Sebab, label ready to wear ini telah melenggang di panggung fashion show bergengsi di Indonesia, seperti Jakarta Fashion Week (JFW) hingga mancanegara, tepatnya di Elle Fashion Show 2023 di Ho Chi Minh, Vietnam. Langkah tersebut membuka peluang bagi Peggy Hartanto untuk lebih dikenal oleh kalangan selebriti dunia, serta terus menghadirkan kreasi yang spektakuler.

3. Produk Peggy Hartanto disukai pencinta mode

Peggy Hartanto
Peggy Hartanto (instagram.com/peggyhartanto)

Meski berangkat dari koleksi pakaian perempuan, merek Peggy Hartanti terus berevolusi menghadirkan berbagai lini fashion bagi perempuan, laki-laki, hingga anak-anak. Paggy Hartanto kian dikenal oleh masyarakat luas berkat koleksi tas berbahan kulit dengan signature appliqués, yakni teknik hiasan dengan potongan material yang ditempelkan pada permukaan tas. Aksen dekoratif inilah yang kemudian banyak disukai oleh pencinta mode.

Koleksi tas dari Peggy Hartanto sendiri dibuat dengan cow leather material. Tersedia dengan koleksi Voyage, Givre, Whirlpool, Locule, Stoma, Axil, Floret, Zig, Nuit, Saff, hingga Scenique. Bentuknya pun unik, ada petit cone bag, bucket bag, totebag, dan beraneka rupa lainnya. Kreasi ini dijual dengan beragam harga, kisarannya Rp1,3 jutaan untuk card holder hingga Rp4,9 jutaan untuk totebag.

Selain tas, ready to wear collections untuk perempuan terdiri dari dress, top, skirt, jumpsuit, outerwear, hingga aksesori. Harganya beragam, mulai dari Rp3,8 jutaan hingga Rp12 jutaan. Sayangnya, koleksi Peggy Hartanto cukup rare untuk didapatkan karena antusiasme yang tinggi, sehingga stock barang yang cepat habis.

Pihak Peggy Hartanto menyebut, hal ini berkaitan dengan supply chain yang terbatas. Sebab, produk Peggy Hartanto merupakan produk leather goods dengan pemotongan presisi, hand crafted yang detail, serta konstruksi yang kompleks.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Muhammad Tarmizi Murdianto
EditorMuhammad Tarmizi Murdianto
Follow Us

Related Articles

See More