Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

30 Quotes Bijak Albus Dumbledore di Harry Potter yang Menenangkan Hati

30 Quotes Bijak Albus Dumbledore di Harry Potter yang Menenangkan Hati
Albus Dumbledore, dikenal sebagai karakter yang tenang dan bijak (foto: Warner Bros/ Harry Potter and The Order of The Phoenix)
Intinya Sih
  • Artikel menyoroti kumpulan kutipan bijak Albus Dumbledore dari seri Harry Potter yang sarat makna tentang kehidupan, pilihan, dan keberanian menghadapi kenyataan.
  • Dumbledore digambarkan sebagai sosok pemimpin bijaksana yang menekankan pentingnya cinta, empati, serta kekuatan kata-kata dalam menghadapi kegelapan dan penderitaan manusia.
  • Kutipan-kutipannya mengajarkan nilai perjuangan, kejujuran, persatuan, serta kekuatan cinta sebagai perlindungan sejati melawan ambisi dan kekuasaan yang menyesatkan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Film Harry Potter telah membawa imajinasi luar biasa bagi para penikmatnya. Setiap karakter dalam buku maupun film Harry Potter punya ciri khasnya masing-masing yang membuat penampilan mereka tampak begitu ikonik.

Salah satunya Albus Dumbledore. Ia adalah penyihir sekaligus Kepala Sekolah Sihir Hogwarts. Karakternya lekat dengan kesan pemimpin yang bijaksana. Setiap kalimatnya bahkan bisa jadi kata-kata afirmasi yang menguatkan dan menenangkan hati juga, loh. Simak langsung dalama artikel ini!

1. Dunia gak cuma hitam dan putih, selalu ada keputusan yang harus diambil

Albus Dumbledore
Albus Dumbledore (dok. Warner Bros. Pictures/Harry Potter and the Order of the Phoenix)
  1. It does not do to dwell on dreams and forget to live, remember that.
    Tidak ada gunanya terpaku pada mimpi dan lupa untuk hidup, ingatlah itu.
  2. The truth. It is a beautiful and terrible thing, and should therefore be treated with great caution.
    Kebenaran. Ia adalah sesuatu yang indah sekaligus mengerikan, dan karena itu harus diperlakukan dengan sangat hati-hati.
  3. To the well-organised mind, death is but the next great adventure.
    Bagi pikiran yang terorganisir dengan baik, kematian hanyalah petualangan besar berikutnya.
  4. It is our choices, Harry, that show what we truly are, far more than our abilities.
    Pilihan-pilihan kitalah, Harry, yang menunjukkan siapa kita sebenarnya, jauh lebih dari kemampuan kita.
  5. You think the dead we have loved ever truly leave us? You think that we don’t recall them more clearly than ever in times of great trouble?
    Kau pikir orang-orang tercinta yang telah mati benar-benar meninggalkan kita? Kau pikir kita tidak mengingat mereka lebih jelas dari sebelumnya di saat-saat sulit?
  6. Call him Voldemort, Harry. Always use the proper name for things. Fear of a name increases fear of the thing itself.
    Panggil dia Voldemort, Harry. Selalulah gunakan nama yang tepat untuk segala sesuatu. Ketakutan akan sebuah nama hanya akan menambah ketakutan terhadap benda itu sendiri.
  7. The consequences of our actions are always so complicated, so diverse, that predicting the future is a very difficult business indeed...
    Konsekuensi dari tindakan kita selalu begitu rumit, begitu beragam, sehingga meramalkan masa depan memang merupakan urusan yang sangat sulit...
  8. Curiosity is not a sin. But we should exercise caution with our curiosity … yes, indeed ...
    Rasa ingin tahu bukanlah dosa. Tetapi kita harus berhati-hati dengan rasa ingin tahu kita... ya, benar sekali...
  9. It matters not what someone is born, but what they grow to be!
    Tidak penting seseorang terlahir sebagai apa, yang penting adalah akan menjadi apa mereka saat tumbuh dewasa!
  10. Understanding is the first step to acceptance, and only with acceptance can there be recovery.
    Pemahaman adalah langkah pertama menuju penerimaan, dan hanya dengan penerimaanlah pemulihan bisa terjadi.

2. Albus Dumbledore menunjukkan bahwa orang yang hebat gak harus arogan

Albus Dumbledore
Albus Dumbledore (harrypotter.com)
  1. Differences of habit and language are nothing at all if our aims are identical and our hearts are open.
    Perbedaan kebiasaan dan bahasa tidak berarti apa-apa jika tujuan kita sama dan hati kita terbuka.
  2. Indifference and neglect often do much more damage than outright dislike.
    Sikap tidak peduli dan pengabaian sering kali menyebabkan kerusakan yang jauh lebih besar daripada kebencian terang-terangan.
  3. Youth cannot know how age thinks and feels. But old men are guilty, if they forget what it was to be young … And I seem to have forgotten, lately...
    Kaum muda tidak bisa tahu bagaimana orang tua berpikir dan merasa. Tetapi orang tua bersalah, jika mereka lupa bagaimana rasanya menjadi muda … Dan sepertinya aku telah melupakannya, akhir-akhir ini ...
  4. It is the unknown we fear when we look upon death and darkness, nothing more.
    Ketidaktahuanlah yang kita takuti saat kita memandang kematian dan kegelapan, tidak lebih dari itu.
  5. Do not pity the dead, Harry. Pity the living, and, above all, those who live without love.
    Jangan kasihanilah mereka yang mati, Harry. Kasihanilah mereka yang hidup, dan, yang terpenting, mereka yang hidup tanpa cinta.
  6. People find it far easier to forgive others for being wrong than being right.
    Orang-orang merasa jauh lebih mudah untuk memaafkan orang lain karena telah berbuat salah daripada karena telah berbuat benar.
  7. I sometimes find, and I am sure you know the feeling, that I simply have too many thoughts and memories crammed into my mind.
    Terkadang aku merasa, dan aku yakin kau tahu rasanya, bahwa aku memiliki terlalu banyak pikiran dan ingatan yang berjejal di dalam pikiranku.
  8. This pain is part of being human. The fact that you can feel pain like this is your greatest strength.
    Rasa sakit ini adalah bagian dari menjadi manusia. Fakta bahwa kau bisa merasakan sakit seperti ini adalah kekuatan terbesarmu.
  9. Happiness can be found, even in the darkest of times, if one only remembers to turn on the light.
    Kebahagiaan dapat ditemukan, bahkan di masa yang paling gelap sekalipun, jika seseorang ingat untuk menyalakan lampu.
  10. Words are, in my not-so-humble opinion, our most inexhaustible source of magic. Capable of both inflicting injury, and remedying it.
    Kata-kata, menurut pendapatku yang tidak begitu rendah hati, adalah sumber sihir kita yang paling tidak ada habisnya. Mampu melukai, sekaligus menyembuhkannya.

3. Ia percaya bahwa siapa dirimu akan dipengaruhi oleh apa yang kamu buat

Albus Dumbledore
Albus Dumbledore (harrypotter.com)
  1. It is my belief that the truth is generally preferable to lies.
    Adalah keyakinanku bahwa kebenaran umumnya lebih baik daripada kebohongan.
  2. While we may come from different places and speak in different tongues, our hearts beat as one.
    Meskipun kita mungkin berasal dari tempat yang berbeda dan berbicara dalam bahasa yang berbeda, hati kita berdetak sebagai satu kesatuan.
  3. Where your treasure is, there your heart will be also.
    Di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.
  4. Perhaps those who are best suited to power are those who have never sought it.
    Mungkin mereka yang paling cocok memegang kekuasaan adalah mereka yang tidak pernah mencarinya.
  5. It is important to fight and fight again, and keep fighting, for only then can evil be kept at bay though never quite eradicated.
    Sangat penting untuk berjuang dan berjuang lagi, dan terus berjuang, karena hanya dengan begitulah kejahatan dapat ditahan meskipun tidak pernah benar-benar punah.
  6. We are only as strong as we are united, as weak as we are divided.
    Kita hanya sekuat persatuan kita, dan selemah perpecahan kita.
  7. We must try not to sink beneath our anguish … but battle on
    Kita harus mencoba untuk tidak tenggelam di bawah penderitaan kita… tetapi terus berjuang.
  8. Understanding is the first step to acceptance, and only with acceptance can there be recovery.
    Pemahaman adalah langkah pertama menuju penerimaan, dan hanya dengan penerimaanlah pemulihan bisa terjadi.
  9. We can’t choose our fate, but we can choose others. Be careful in knowing that.
    Kita tidak bisa memilih nasib kita, tetapi kita bisa memilih orang lain. Berhati-hatilah dalam memahami hal itu.
  10. You are protected, in short, by your ability to love! The only protection that can possibly work against the lure of power like Voldemort’s
    Singkatnya, kau terlindungi oleh kemampuanmu untuk mencintai! Satu-satunya perlindungan yang mungkin berhasil melawan godaan kekuasaan seperti milik Voldemort.

Itulah beberapa quotes Albus Dumbledore dalam film Harry Potter yang bisa menenangkan hidupmu. Darinya, kita bisa belajar untuk tetap berjuang, menunjukkan yang terbaik, dan tidak terlena oleh kekuasaan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Muhammad Tarmizi Murdianto
EditorMuhammad Tarmizi Murdianto
Follow Us

Related Articles

See More