"Rakit dapat bertahan bukan karena ia kaku dan tidak berubah, tetapi karena mampu beradaptasi, mengikat kembali bagian-bagiannya, dan mencari keseimbangan ketika gelombang datang," ujarnya. Jadi, yang penting bukan seberapa sempurna rakitnya, tapi seberapa mau kita terus menyesuaikan diri.
Instalasi ‘Lost at Sea’ Bibit di ArtJakarta, Gambarkan Isu Pendidikan

Instalasi berbentuk rakit memaknai sistem pendidikan Indonesia yang masih terombang-ambing dan membutuhkan kemampuan beradaptasi.
Narasi laut menghubungkan kondisi pendidikan dengan perjalanan investasi yang memerlukan pemahaman, arah, dan keseimbangan.
Pengunjung dapat menikmati pengalaman seni yang personal melalui aktivitas menulis dan origami untuk memvisualisasikan harapan.
Jakarta, IDN Times - Pernah gak sih kamu merasa sedang dibawa arus tanpa tahu mau berlabuh ke mana? Perasaan itu yang coba dihadirkan lewat instalasi berbentuk rakit yang terombang-ambing di tengah lautan di Art Jakarta 2026. Karya ini bisa kamu temui di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 2-4 Oktober 2026.
Platform investasi digital Bibit menjelaskan latar belakang instalasi ini pada media tour Jumat (2/10/2026) di pagelaran ArtJakarta 2026 JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat. Instalasi tersebut hasil kolaborasi Bibit dan platform investasi dan jual-beli saham online Stockbit dengan seniman asal Yogyakarta, Endry Pragusta lewat karya berjudul School of Medusa II dengan narasi 'Lost at Sea'. Ini bukan pertama kalinya Bibit hadir di pameran seni ini. Tahun ini jadi kali kelima mereka terlibat, kali ini sebagai Lead Partner. Di balik visualnya, ada isu pendidikan yang ikut disorot. Penasaran?
1. Rakit yang terombang-ambing gambarkan pendidikan Indonesia saat ini

Instalasi Lost at Sea dari Bibit di ArtJakarta, Jiexpo Kemayoran, Jakarta pusat pada 2-4 Oktober 2026 (IDN Times/Nisa Zarawaki) Rakit yang kamu lihat di instalasi ini bukan sekadar properti visual. Endry Pragusta menjadikannya simbol sistem pendidikan di Indonesia yang masih terombang-ambing seperti di tengah laut. Para pemangku kepentingan memang sudah berusaha dengan baik, tapi hasilnya masih jauh dari kata sempurna. Sistem pendidikan yang ada belum cukup memadai untuk membantu peserta didik, sehingga mereka harus menavigasi masa depan dengan perangkat yang belum tentu lengkap.
Menariknya, rakit dipilih bukan karena kuat dan kokoh, tapi karena sifatnya yang lentur dan bisa disusun ulang. William Ndut, Head of PR & Corporate Communication Bibit dan Stockbit, menjelaskan filosofi di baliknya.
2. Perjalanan investasi pun mirip dengan kondisi pendidikan

Instalasi Lost at Sea dari Bibit di ArtJakarta, Jiexpo Kemayoran, Jakarta pusat pada 2-4 Oktober 2026 (IDN Times/Nisa Zarawaki) Dari narasi laut itu, Bibit dan Stockbit ingin menyampaikan bahwa perjalanan investasi masyarakat Indonesia sebenarnya mirip dengan kondisi pendidikan tadi. Sejak awal, masyarakat lebih sering diajari cara mencari penghasilan daripada cara melindungi dan mengelola hasilnya. Akibatnya, kalau terus terombang-ambing tanpa arah, orang bisa saja rugi. Kata William, instalasi ini mengajak kita untuk melakukan sedikit penyesuaian supaya gak tenggelam dulu. Karena itu, investasi gak perlu dilihat sebagai upaya menebak setiap gelombang.
"Layaknya berlayar, dalam investasi, kita sulit untuk mengendalikan laut maupun memprediksi setiap gelombang. Yang dapat kita lakukan adalah belajar membaca arus, memahami kondisi, menentukan arah, dan menjaga keseimbangan," kata William.
3. Seni menjadi medium komunikasi yang memiliki lapisan makna

Instalasi Lost at Sea dari Bibit di ArtJakarta, Jiexpo Kemayoran, Jakarta pusat pada 2-4 Oktober 2026 (IDN Times/Nisa Zarawaki) Lewat lima kali keikutsertaan di ArtJakarta, Bibit dan Stockbit belajar dan berefleksi bahwa karya seni adalah medium komunikasi yang efektif. Karya seni mampu memberi lapisan pada pemahaman manusia dengan makna tersembunyi di dalamnya. Seniman memang punya maksud tersendiri untuk karyanya, tapi penikmat seni dari latar budaya berbeda bisa punya pandangan yang berbeda pula. Dari situ, terlihat bahwa komunikasi bukan cuma soal menyampaikan pesan dari satu pihak ke pihak lain.
Biar pengalamannya makin personal, pengunjung juga diajak ikut berpartisipasi langsung. Ada aktivitas menulis dan origami untuk mengekspresikan serta memvisualisasikan harapan dan aspirasi masing-masing.
"Bibit dan Stockbit juga ingin menghadirkan pengalaman yang interaktif dan personal. Karena itu, pengunjung dapat berpartisipasi dalam aktivitas menulis dan origami untuk mengekspresikan serta memvisualisasikan harapan dan aspirasi mereka bersama-sama," pungkas William.
Instalasi 'Lost at Sea' dari Bibit hadir di ArtJakarta 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, pada 2-4 Oktober 2026. Kamu juga bisa menikmati karya lainnya!
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)























