"Kami senang dapat kembali merayakan 16th UOB Painting of the Year sekaligus menyediakan wadah bagi para seniman untuk mengembangkan praktik berkesenian dan menjangkau audiens yang lebih luas," ujar Hendra Gunawan, President Director UOB Indonesia.
UOB Menggelar Pameran Seni di ASHTA, Dukung Talenta Muda Indonesia

- UOB Indonesia menganugerahkan 16th UOB Painting of the Year kepada Begok Oner untuk “Urban Realism Layers”, sementara Alif Lamra meraih Most Promising Artist melalui “Liminal Fragment 03”.
- Sebanyak 48 karya finalis, termasuk delapan pemenang, dipamerkan gratis di The Melting Pot ASHTA District 8, Jakarta, pada 24 September–10 Oktober 2026 pukul 10.00–22.00 WIB.
- UOB POY mendukung seniman melalui penghargaan, eksposur, jejaring, personal branding, dan literasi finansial; pemerintah menekankan penguatan ekosistem serta akses seniman Indonesia ke panggung internasional.
Jakarta, IDN Times - UOB Indonesia memberikan pernghargaan 16th UOB Painting of the Year (POY) (Indonesia) kepada seniman Begok Oner. Seniman muda tersebut berhasil memperoleh penghargaan dari kategori Established Artist lewat karya berjudul Urban Realism Layers. Pencapaian tersebut menjadi kelanjutan dari prestasinya pada 2023 ketika Oner meraih penghargaan Most Promising Artist of the Year dalam kategori Emerging Artist.
Penghargaan dan Art Talks diselenggarakan oleh UOB pada Kamis (24/9/26) di Ashta, SCBD, Jakarta. Dalam Art Talks siang hari itu, disampaikan pemaparan terkait dengan UOB Painting of the Year (POY) Indonesia sebagai acara tahunan untuk mendukung industri dan pelaku kreatif Indonesia. UOB Indonesia juga memamerkan 48 karya finalis 16th UOB POY (Indonesia), termasuk delapan karya pemenang, di The Melting Pot, Lantai Dasar ASHTA District 8, Jakarta. Pameran terbuka untuk umum setiap hari mulai 24 September hingga 10 Oktober 2026, pukul 10.00–22.00 WIB.
1. Pemerintah berharap dapat membangun ekosistem seni yang baik di Indonesia

Pameran 16th UOB Painting of the Year (Indonesia). (IDNTimes/Dina Salma) Pameran UOB POY yang dapat dinikmati di ASHTA District 8 menjadi bagian dari Oktober Kreasi, kampanye nasional yang diselenggarakan untuk merayakan ekonomi kreatif Indonesia. Penghargaan yang telah diselenggarakan sejak 2011 ini juga menjadi komitmen UOB untuk terus mendukung talenta muda. Melalui kompetisi ini, UOB terus mendukung talenta seni untuk memperkuat ekosistem seni di kawasan, serta membuka peluang bagi para seniman untuk mendapatkan pengakuan, mengembangkan karya, dan memperluas exposure di tingkat regional.
Dadam Mahdar, Direktur Seni Rupa dan Seni Pertunjukan di Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, melihat bahwa salah satu tantangan yang dihadapi seniman Indonesia adalah bagaimana membawa karya mereka ke jenjang internasional. Menurutnya, pemerintah tidak hanya perlu membangun ekosistem di dalam negeri, namun juga mendorong seniman agar dapat tampil di kancah internasional.
"Jadi salah satu tantangan dari para seniman ini harus menghasilkan karya yang baik dan terbaik ya, tetapi juga harus tadi memastikan bagaimana karya dan kesenimanannya ini didukung dengan ekosistem yang kira-kira mengembangkannya berkelanjutan," ujarnya.
Menurut Dadam, dukungan terhadap seniman juga perlu ditingkatkan, mencakup aspek exposure dan pengembangan cerita di balik karya. Seniman juga perlu dipertemukan dengan kurator yang dapat membantu memperluas jangkauan sekaligus meningkatkan kualitas pencitraan karya tersebut.
Untuk itu, penyelenggaraan UOB Painting of the Year (POY) Indonesia menjadi salah satu upaya yang turut berkontribusi dalam mendukung perkembangan seniman dan ekosistem seni rupa di Indonesia. Ajang ini tidak hanya memberikan ruang bagi seniman untuk menunjukkan karya, tetapi juga membuka kesempatan bagi mereka untuk mendapatkan apresiasi, eksposur, serta memperluas jejaring di dunia seni.
2. UOB berkomitmen mendukung talenta muda Indonesia di bidang seni agar dapat melenggang di kancah global

Pameran 16th UOB Painting of the Year (Indonesia). (IDNTimes/Dina Salma) UOB Indonesia berkomitmen mendukung perkembangan seni sebagai bagian dari upaya building the future of ASEAN, salah satunya dengan mendorong ekonomi Indonesia agar dapat memberikan dampak bagi masyarakat. Luke Ariefiandi selaku Head of Strategic Communications and Brand di UOB Indonesia, menjelaskan bahwa seni menjadi salah satu bidang yang dipilih karena sejalan dengan komitmen UOB untuk create impact sekaligus memberikan kontribusi kepada komunitas, khususnya masyarakat Indonesia. Menurutnya, kekuatan regional connectivity yang dimiliki UOB menjadi salah satu alasan pihaknya dapat memberikan dampak dan kontribusi melalui bidang seni.
"Karena dengan tadi, regional connectivity yang kita punya, yang sangat kuat, kita percaya bahwa kita bisa menciptakan sebuah dampak dan kontribusi. Makanya kita masuk di seni. Di Singapura sendiri the UOB Painting of the Year itu sudah masuk ke tahun 43 ya, 43 tahun UOB Painting of the Year. Di Indonesia ini adalah 16 kali kita melakukan UOB Painting of the Year. Ini juga sejalan dengan komitmen UOB eh untuk terus memajukan komunitas, society," ujar Luke seraya memperkenalkan bahwa kompetisi ini menjadi the most prestigious dan juga long-standing competition di regional.
Lebih lanjut, Luke menegaskan bahwa UOB Painting of the Year tidak sekadar menjadi ajang perlombaan bagi para seniman, tetapi juga berfungsi sebagai sebuah platform untuk mendukung perkembangan talenta muda. Melalui program tersebut, UOB tidak hanya memberikan penghargaan kepada para pemenang, tetapi juga menghadirkan berbagai program pengembangan, seperti personal branding dan financial literacy, serta keterampilan lain yang dibutuhkan seniman untuk mengembangkan kariernya.
"Kita mencoba membangun sebuah komunitas. Bahkan kita mencoba untuk membangun sebuah alumni network dari Painting of the Year. Karena kita ingin supaya komunitas ini berkembang dan seninya akan mendukung seni di Indonesia juga berkembang. Jadi di luar kompetisinya sendiri, ini yang juga penting sebenarnya, adalah bahwa kita juga memberikan support yang banyak untuk seniman di luar kompetisinya," terangnya.
3. UOB gelar pameran 16th UOB Painting of the Year Indonesia, dari hasil karya seniman muda Indonesia

Pameran 16th UOB Painting of the Year (Indonesia). (IDNTimes/Dina Salma) Tahun ini, UOB Indonesia memberikan penghargaan 16th UOB Painting of the Year (POY) (Indonesia) kepada seniman Begok Oner melalui karya “Urban Realism Layers”. Karya ini memadukan lapisan gambar, kata-kata, dan jejak yang mengingatkan pada ruang publik, tempat berbagai suara dan cerita yang meninggalkan jejak dari waktu ke waktu.
Dalam karyanya, Begok menggunakan semen plester dan tekstur berlapis. Ia berhasil menciptakan kesan relief pada permukaan karya, sekaligus memadukan berbagai elemen yang merefleksikan kehidupan masa kini. Paduan visual kontemporer ini menghubungkan visual dengan lukisan gua pra sejarah di Perancis hingga situs seni cadas kuno di Sulawesi Selatan.
Sementara dalam kategori Emerging Artist, nama Alif Lamra, meraih 16th UOB Most Promising Artist of the Year (Indonesia) melalui karya yang berjudul berjudul “Liminal Fragment 03”. Karya ini menampilkan visual laut, langit, cahaya dan bayang yang membentuk lanskap. Mengeksplorasi bagaimana manusia memandang dan memahami ruang di sekitarnya.
Karya-karya terbaik dari 16th UOB Painting of the Year (POY) Indonesia dapat dinikmati melalui pameran yang diselenggarakan di The Melting Pot, Lantai Dasar ASHTA District 8, Jakarta. Pameran ini menjadi peran aktif UOB untuk memperluas akses masyarakat terhadap seni melalui beragam program seni visual, kemitraan, dan kegiatan pemberdayaan masyarakat di seluruh kawasan. Nikmati pamerannya secara gratis hingga 10 Oktober 2026.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)





















