ilustrasi dua perempuan berbincang di ruangan berisi pakaian (pexels.com/kampus)
Kalimat “Ya, sebenarnya...” gak selalu bermasalah, tetapi bisa terdengar merendahkan jika digunakan untuk mengoreksi sesuatu yang sebenarnya sudah diketahui lawan bicara. Hal ini sering dikaitkan dengan mansplaining, yaitu ketika seseorang menjelaskan sesuatu secara berlebihan kepada orang yang sebenarnya sudah memahami atau bahkan ahli di bidang tersebut. Nada bicara yang terlalu menggurui dapat membuat informasi yang disampaikan justru sulit diterima.
Jadi, sebelum buru-buru mengoreksi, perhatikan dulu apakah orang tersebut memang membutuhkan penjelasan. Kalau dia sudah memahami topiknya, percakapan akan terasa lebih nyaman jika kita memberikan ruang untuk berdiskusi, bukan sekadar menunjukkan bahwa kita lebih tahu.
Kalimat yang terdengar merendahkan gak selalu lahir dari niat buruk, tetapi cara penyampaiannya bisa memengaruhi perasaan orang lain. Yuk, lebih peka memilih kata dan nada bicara agar percakapan tetap terasa nyaman bagi kedua pihak!