Kapan Hari Maritim Nasional? Ini Penetapan Tanggal dan Sejarahnya

- Kapan Hari Maritim Nasional? Diperingati setiap 23 September, ditetapkan melalui SK Nomor 249 Tahun 1964 oleh Presiden Sukarno.
- Sejarah Hari Maritim Nasional: Dimulai dari peresmian Angkatan Laut pada tahun 1953 dan Deklarasi Djuanda pada tahun 1957.
- Makna penting Deklarasi Djuanda: Menegaskan jati diri bangsa sebagai negara kepulauan, memastikan wilayah NKRI yang utuh dan berdaulat, serta mengatur lalu lintas pelayaran demi keamanan Indonesia.
Hari Maritim Nasional merupakan momen penting yang berkaitan dengan sejarah maritim Indonesia dan perjuangan bangsa dalam menjaga kedaulatan laut. Peringatan ini sering menimbulkan pertanyaan karena ada perbedaan penyebutan tanggal, yaitu 21 Agustus dan 23 September.
Sebagai negara kepulauan, Indonesia menjadikan Hari Maritim Nasional sebagai pengingat betapa besar peran laut dalam kehidupan masyarakat. Untuk itu, memahami penetapan tanggal peringatannya sangat penting agar maknanya tidak keliru.
Lantas, kapan sebenarnya Hari Maritim Nasional diperingati?
1. Kapan Hari Maritim Nasional?

Hari Maritim Nasional diperingati setiap tanggal 23 September setiap tahunnya. Demikian yang sempat disampaikan dalam laman resmi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves). Dalam situs Sekretariat Kabinet Republik Indonesia pun didapati teks pidato Hari Maritim Nasional Tahun 2021 (secara virtual) pada 23 September 2021 oleh Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia kala itu.
Penetapan tanggal 23 September sebagai Hari Maritim Nasional telah ditetapkan secara resmi melalui Surat Keputusan (SK) Nomor 249 Tahun 1964. SK tersebut diterbitkan oleh Presiden Pertama Republik Indonesia Ir. Sukarno sebagai bentuk penghargaan atas peran strategis maritim bagi bangsa.
Dengan adanya penetapan ini, Hari Maritim Nasional menjadi momentum penting untuk mengingatkan masyarakat mengenai potensi laut Indonesia. Selain itu, peringatan ini juga menegaskan komitmen bangsa dalam menjaga, memanfaatkan, dan melestarikan kekayaan maritim secara berkelanjutan.
2. Sejarah Hari Maritim Nasional 23 September

Perjalanan sejarah Hari Maritim Nasional bermula ketika Presiden Sukarno meresmikan Angkatan Laut pada tahun 1953. Dalam pidato bersejarahnya, ia menegaskan bahwa Indonesia harus kembali menjadi bangsa pelaut yang sejati dengan armada niaga maupun militer yang tangguh.
Visi tersebut menjadi cerminan tekad Sukarno untuk membangkitkan kejayaan maritim Indonesia. Ia ingin bangsa ini tidak hanya memandang laut sebagai pemisah, tetapi sebagai pemersatu dan sumber kekuatan nasional.
Empat tahun kemudian, semangat itu diwujudkan melalui Deklarasi Djuanda pada tahun 1957. Deklarasi ini menyatakan kepada dunia bahwa seluruh perairan di sekitar, di antara, dan di dalam kepulauan Indonesia adalah satu kesatuan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
3. Makna penting Deklarasi Djuanda

Deklarasi Djuanda menjadi tonggak penting dalam sejarah maritim Indonesia karena menegaskan jati diri bangsa sebagai negara kepulauan. Melalui deklarasi ini, pemerintah Indonesia menyampaikan beberapa poin pokok yang menjadi dasar pengakuan internasional.
Isi Deklarasi Djuanda antara lain menyatakan bahwa Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki corak tersendiri. Sejak dahulu kala, wilayah nusantara sudah menjadi satu kesatuan yang utuh sehingga ketentuan Ordonansi 1939 yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa, harus ditinggalkan.
Selain isi, Deklarasi Djuanda juga memiliki tujuan yang jelas bagi keutuhan bangsa. Tujuan tersebut meliputi mewujudkan wilayah NKRI yang utuh dan berdaulat, menentukan batas-batas sesuai asas negara kepulauan, serta mengatur lalu lintas damai pelayaran demi menjamin keamanan dan keselamatan Indonesia.
Hari Maritim Nasional adalah simbol kuat bahwa laut merupakan bagian penting dari identitas Indonesia sebagai negara kepulauan. Peringatan Hari Maritim Nasional semakin menegaskan betapa pentingnya menjaga potensi dan kedaulatan maritim Indonesia.