Seorang anak sedang disalahkan (pexels.com/Monstera)
Selain pengalaman yang sulit di masa anak-anak, pengabaian emosional adalah bagian lain yang dapat membentuk pandangan kita saat dewasa. Timothy Jeider, psikiater di Nevada Mental Health menjelaskan, Anak-anak yang secara konsisten diakui dan divalidasi emosinya oleh orang tua atau care giver utamanya, akan mengembangkan nilai diri yang kuat. Seiring pertumbuhannya, mereka menjadi yakin akan kemampuan mereka untuk memvalidasi diri dan tidak lagi bergantung pada sumber eksternal untuk mendapatkan pengakuan.
“Pengakuan berulang-ulang pada anak akan memperkuat dan membangun validasi. Sedangkan kritik akan melemahkan validasi,” ujar Jeider.
Jadi, ketika seorang anak tumbuh di lingkungan di mana mereka secara emosional diabaikan atau selalu dikritik oleh orang tuanya, mereka mungkin kesulitan dengan validasi diri dan sering mencari pengakuan dari orang lain.
Sedangkan anak yang tumbuh dengan encouragement positif dan berada di lingkungan yang berdaya, akan cenderung memiliki rasa kepercayaan diri tinggi, kemampuan validasi diri sendiri, dan kecerdasan emosional yang lebih baik.
Memahami apa saja faktor pencetus kamu ingin terus menerus mendapatkan validasi luar akan membantumu untuk memutus rantai siklus itu dan mulai menemukan nilai dirimu yang sesungguhnya. Jika memungkinkan, kamu juga bisa mencari professional support seperti psikolog, pskiater, atau konselor kesehatan mental yang akan membantumu menemukan pola serta cara efektif membangun gambaran diri yang lebih positif.