Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
6 Kebiasaan Ini Bisa buat Kamu Tersengat Listrik di Rumah, Hati-hati!
Ilustrasi kelistrikan (pexels.com/Anastasia Shuraeva)
  • Tangan basah dan penggunaan perangkat listrik dekat air meningkatkan risiko sengatan. Jaga kabel serta peralatan tetap kering, dan gunakan perlindungan stop kontak GFCI di area dekat sumber air.
  • Menjangkau belakang peralatan besar tanpa pengamanan, atau memakai kabel, pengisi daya, dan steker rusak, dapat mengekspos bagian bertegangan. Cabut perangkat sebelum dibersihkan atau diperbaiki.
  • Jangan membebani power strip, terutama dengan perangkat berdaya tinggi. Waspadai stop kontak berdengung, panas, berubah warna, bau terbakar, atau lampu berkedip; hubungi teknisi listrik bila muncul tanda tersebut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Listrik adalah hal yang begitu umum kita gunakan sehari-hari. Tetapi karena sering digunakan, mudah bagi kita untuk melupakan betapa banyak perhatian yang dibutuhkan. Nyatanya, kebiasaan yang tampaknya tidak berbahaya dapat menciptakan kondisi berbahaya, loh!

Sengatan listrik dapat bervariasi tingkat keparahannya dan dalam beberapa kasus, menyebabkan cedera serius. Untuk meningkatkan kewaspadaan, berikut beberapa kebiasaan yang bisa membuat kamu tersengat listrik di rumah. Hindari!

1. Mencolok perangkat dengan tangan basah

Ilustrasi menggunakan pelurus rambut (pexels.com/JESSICA TICOZZELLI)

Biasanya, saat kamu terburu-buru menjalani rutinitas pagi, menggunakan pengering rambut atau perangkat lain dengan tangan basah dapat meningkatkan risiko sengatan listrik. Sebagai kebiasaan umum, jauhkan perangkat listrik dari wastafel, bak mandi, pancuran, dan sumber air lainnya sebisa mungkin, dan keringkan tangan secara menyeluruh sebelum memegang steker atau kabel.

“Jika meletakkan alat di dekat air atau menggunakannya dengan tangan basah, hal itu dapat meningkatkan risiko sengatan listrik,” kata Glenn Lewis, pakar peralatan rumah tangga dan presiden Mr. Appliance, sebuah perusahaan Neighborly, dikutip dari Martha Stewart.

2. Penggunaan peralatan listrik di dekat air

Ilustrasi perangakat kelistrikan (pexels.com/tom analogicus)

Jauhkan perangkat listrik dari air sebisa mungkin. Bukan hanya kamar mandi yang perlu diwaspadai, tetapi juga dapur, garasi, ruang cuci, dan ruang luar ruangan semuanya dapat menempatkan listrik dalam jarak dekat dengan air.

“Saat bekerja di luar ruangan, mencolokkan kabel ekstensi setelah hujan atau menyalakan alat penyiram dapat menyebabkan sengatan listrik. Sebelum menggunakan kabel ekstensi di luar ruangan, pastikan kabel tersebut sesuai untuk penggunaan di luar ruangan dan bahwa kabel serta area sekitarnya kering. Hal ini juga berlaku di dalam ruangan," kata Ben Kolo, teknisi listrik dengan pengalaman 36 tahun dan pemilik Mr. Electric of Central Iowa dan Mr. Electric of Omaha, dilansir Martha Stewart.

Jaga agar peralatan dan kabel tetap kering dan jauh dari air. Pastikan permukaan meja dan area sekitarnya kering sebelum mencolokkan peralatan dapur, serta periksa ruang cuci secara teratur untuk memastikan tidak ada kelembapan berlebih.

Pastikan juga kamar mandi, dapur, garasi, area luar ruangan, atau area mana pun dalam jarak 1 hingga 2 meter dari sumber air memiliki stop kontak GFCI. Ini merupakan stop kontak khusus yang juga dikenal sebagai pemutus sirkuit gangguan tanah (ground-fault circuit interrupter), memberikan perlindungan ekstra bagi rumah dari sengatan listrik. Mintalah teknisi listrik untuk memastikan bahwa rumah memiliki perlindungan GFCI yang sesuai.

3. Menjangkau bagian belakang peralatan rumah tangga

Ilustrasi kabel (pexels.com/La Miko)

Menjulurkan tangan ke belakang kulkas, mesin cuci, atau peralatan besar lainnya mungkin terasa mudah ketika kamu perlu mencabut sesuatu. Tetapi saat menjangkau ke belakang mesin dan peralatan tanpa terlebih dahulu mengambil tindakan pencegahan yang tepat, jelas dapat membuat kamu terpapar bahaya listrik karena kabel atau colokan yang rusak atau kabel yang terbuka.

Menjangkau ke belakang peralatan untuk mencolokkan atau mencabut kabel menjadi salah satu kebiasaan yang secara mengejutkan dapat membahayakan orang. Daripada menarik kabel atau meraba-raba ke ruang sempit, pastikan peralatan dan area tersebut aman untuk diakses. Cabut peralatan sebelum membersihkan dan memperbaikinya, lalu hindari memindahkan peralatan besar sendirian.

4. Menggunakan kabel, pengisi daya, atau steker yang rusak

Ilustrasi perangkat elektronik (pexels.com/ready made)

Kabel pengisi daya ponsel yang terkelupas mungkin tampak bukan masalah besar, tetapi kamu harus menanggapinya dengan serius. Kesalahan yang paling umum adalah menggunakan peralatan listrik yang rusak seperti kabel yang terkelupas, steker yang retak, atau penutup stop kontak yang rusak sehingga kabel terbuka

Kamu disarankan untuk menghindari kabel dan steker yang rusak. Kabel internal yang terbuka meningkatkan potensi cedera akibat sengatan listrik. Oleh karena itu, periksa kabel secara berkala untuk melihat kerusakan yang terlihat.

5. Kelebihan beban pada power strip

Ilustrasi charger dan power strip (pexels.com/Саша Алалыкин)

Sirkuit yang kelebihan beban jadi kesalahan listrik yang umum. Stop kontak tambahan dapat membuat power strip lebih nyaman, tetapi perangkat ini tidak boleh dianggap sebagai sumber listrik yang tak terbatas. Jadi, jangan membebani sirkuit dan power strip atau stop kontak tambahan ini secara berlebihan.

Perhatikan apa yang kamu colokkan ke satu power strip dan pastikan setiap barang tersebut cocok untuk perangkat tersebut. Peralatan berdaya tinggi seperti pemanas ruangan, beberapa AC, dan peralatan dapur mungkin perlu dicolokkan langsung ke stop kontak dinding, serta selalu ikuti petunjuk pabrikan.

Mencolokkan pemanas ruangan dengan kabel ekstensi juga merupakan salah satu kesalahan. Sebaiknya, colokkan barang-barang ini langsung ke stop kontak dinding.

6. Mengabaikan stop kontak yang berdengung atau lampu yang berkedip-kedip

Ilustrasi panel listrik (pexels.com/Kleison Leopoldino)

Kebiasaan lainnya yang bisa membuat kamu tersengat listrik adalah mengabaikan stop kontak yang berdengung atau lampu yang berkedip-kedip. Jadi, jangan abaikan suara, bau, atau perubahan yang tidak biasa dalam cara kerja sistem kelistrikan rumahmu.

Perhatikan suara berdengung, berderak, atau mendengung yang berasal dari stop kontak dan sakelar, pemutus sirkuit yang mati, lampu yang berkedip atau redup, stop kontak dan pelat sakelar yang hangat atau berubah warna, hingga bau terbakar di dekat stop kontak dan peralatan listrik. Hal ini belum tentu merupakan keanehan rumah tua. Sebab, kondisi tersebut dapat mengindikasikan masalah kelistrikan serius. Jika terjadi hal ini, sebaiknya hubungi profesional layanan kelistrikan.

Itulah kebiasaan yang bisa membuat kamu tersengat listrik di rumah. Sangat berbahaya jika kamu mengabaikannya, so tetap waspada, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article