Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

7 Kebiasaan Menjamu Tamu yang Diam-diam Tidak Disukai Tamu

5 min read
7 Kebiasaan Menjamu Tamu yang Diam-diam Tidak Disukai Tamu
Ilustrasi menjamu tamu (pexels.com/Nicole Michalou)
  • Tuan rumah perlu mengomunikasikan detail praktis sejak awal, termasuk parkir, cuaca, aksesibilitas, serta jam berakhir acara agar tamu dapat mempersiapkan diri dan tidak canggung saat pulang.
  • Kenyamanan tamu dijaga dengan menyediakan minuman secara proaktif, menyiapkan makanan sebelum kedatangan, dan menyusun menu inklusif tanpa menyoroti batasan diet seseorang di depan banyak orang.
  • Persiapan matang membantu tuan rumah tetap hadir bersama tamu; hindari memaksakan permainan atau sesi berbagi, dan beri pilihan aktivitas sesuai tingkat kenyamanan masing-masing.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Meskipun tamu yang datang ke rumahmu mungkin tidak pernah mengatakannya secara terang-terangan, ada kebiasaan-kebiasaan tertentu dalam menjamu tamu yang dapat membuat mereka merasa canggung, diabaikan, atau kurang terkesan.

Bahkan, kamu sebagai seorang tuan rumah yang ramah sekalipun dapat dengan mudah terjerumus ke dalam jebakan-jebakan dalam menjamu tamu ini. Dengan beberapa penyesuaian, kamu dapat mengubah acara kumpul-kumpul menjadi perayaan yang berkesan. Ketahui beberapa kebiasaan menjamu tamu yang diam-diam tidak disukai tamu agar kegiatan hosting ini menjadi lancar dan menyenangkan.

  1. 1. Mengabaikan detail penting (parkir, rencana, cuaca, dan lain-lain)

    Ilustrasi menjamu tamu
    Ilustrasi menjamu tamu (pexels.com/Julia M Cameron)

    Pakar acara Meg Walker, presiden dan kepala koki Made by Meg Catering, mengatakan bahwa kurangnya komunikasi terkait detail pesta dapat menambah stres yang tidak perlu pada para tamu.

    “Sebagai pengelola tempat acara, penyelenggara dianjurkan untuk berkomunikasi dengan jelas tentang detail praktis, seperti elemen luar ruangan, pertimbangan cuaca, dan aksesibilitas, agar para tamu merasa nyaman dan siap,” kata Walker, dikutip dari Martha Stewart.

    Bagikan informasi tersebut di awal undangan atau untuk acara yang lebih santai, dapat melalui pesan teks. Para tamu akan menghargai kejelasan tersebut dan kamu akan menghindari banyaknya pesan mendadak di menit-menit terakhir.

  2. 2. Menunggu tamu meminta isi ulang

    Ilustrasi menjamu tamu
    Ilustrasi menjamu tamu (pexels.com/cottonbro studio)

    Jangan menunggu permintaan isi ulang dari tamu. Ini dikarenakan tamu sering kali ragu untuk meminta air tambahan karena mereka tidak ingin "mengganggu" tuan rumah. Tugas dalam menjamu tamu adalah memastikan tidak ada yang kehausan.

    Secara proaktif, berikan botol atau teko minuman secara berkala, atau letakkan teko di atas meja agar mudah digunakan sendiri. Kuncinya adalah mengantisipasi kebutuhan tamu sebelum mereka harus meminta.

  3. 3. Menunggu lama tanpa makanan

    Ilustrasi menjamu tamu
    Ilustrasi menjamu tamu (pexels.com/cottonbro studio)

    Tidak ada yang lebih merusak suasana hati selain menunggu bunyi alarm oven berbunyi sementara perut para tamu keroncongan. Ingatlah bahwa ini adalah pesta makan, bukan acara memasak! Jangan menunggu sampai tamu datang baru mulai memotong bahan makanan.

    Persiapkan sebanyak mungkin hal sebelumnya dan pilih menu yang tidak memerlukan persiapan mendadak di menit-menit terakhir. Menyajikan makanan pembuka dengan cepat dapat memberi waktu tambahan, tetapi usahakan agar hidangan utama siap dalam waktu yang wajar.

  4. 4. Menyebutkan batasan diet tamu di depan banyak orang

    Ilustrasi menjamu tamu
    Ilustrasi menjamu tamu (pexels.com/Alexy Almond)

    Salah satu bagian dari menjadi tuan rumah yang ramah adalah memperhatikan kebutuhan diet tamu.

    “Tapi, menyebutkan batasan diet seseorang di depan banyak orang, bahkan dengan niat baik, dapat membuat mereka merasa dikucilkan atau malu,” Michelle Durpetti, pemilik dan perencana utama di Michelle Durpetti Events, dikutip dari HuffPost.

    Untuk menghindari hal ini, ia menyarankan untuk berkomunikasi dengan tamu secara pribadi sebelum acara dan merancang menu dengan beberapa hidangan yang serbaguna dan inklusif.

    Sebagai contoh, kamu dapat menyiapkan salad atau lauk sayuran panggang yang dapat dinikmati semua orang. Atau, kamu dapat memberi label pada hidangan sebagai bebas gluten atau vegan. Dengan begitu, tamu merasa diperhatikan tanpa harus mengungkapkan kebutuhan diet mereka.

  5. 5. Tuan rumah terlalu sibuk

    Ilustrasi menjamu tamu
    Ilustrasi menjamu tamu (pexels.com/Alexy Almond)

    Tuan rumah tampak terlalu sibuk tanpa sengaja dapat membuat tamu merasa bersalah karena bersantai. Terus-menerus keluar masuk dapur menandakan bahwa kamu sedang bekerja, bukan merayakan.

    Tuan rumah yang tenang dan terkendali selalu lebih menyenangkan daripada seseorang yang terburu-buru, loh! Oleh karena itu, persiapkan sebanyak mungkin hal sebelumnya agar kamu bisa hadir sepenuhnya.

    Selain itu, siapkan makanan sebanyak mungkin sebelumnya. Hidangan yang bisa dibekukan terlebih dahulu sangat membantu.

  6. 6. Tidak menyebutkan jam berapa acara berakhir

    Ilustrasi menjamu tamu
    Ilustrasi menjamu tamu (pexels.com/Pavel Danilyuk)

    Sebagian besar tamu menghargai jika tidak perlu buru-buru pergi. Demikian pula, jika tamu merasa canggung saat mengucapkan selamat tinggal, tuan rumah mungkin tergoda untuk membiarkan malam itu berlangsung tanpa kepastian.

    “Jika kamu mengadakan acara pesta, kamu perlu mencantumkan waktu berakhir pada undangan,” kata Annemarie Schumacher, pendiri Make Every Day an Event, dikutip dari HuffPost.

    Tetapi tanpa waktu berakhir yang jelas, beberapa tamu akan bertanya-tanya kapan mereka harus pergi, sementara yang lain mungkin akan tinggal terlalu lama.

  7. 7. Memaksa untuk bermain game atau berbagi dalam kelompok

    Ilustrasi menjamu tamu
    Ilustrasi menjamu tamu (pexels.com/Cedric Fauntleroy)

    Keberhasilan sebuah pesta bergantung pada seberapa banyak tamu menikmati acara tersebut. Jika melihat seseorang hanya duduk di meja camilan atau melihat ponselnya, kamu mungkin merasa berkewajiban sebagai tuan rumah untuk menghibur, misalnya dengan bermain game atau berbagi cerita.

    “Meskipun niatnya baik, memaksa tamu untuk bermain permainan yang tidak mereka minati atau meminta mereka berbagi perasaan pribadi secara tiba-tiba dapat membuat mereka merasa tertekan dan tidak nyaman. Tidak semua orang merasa nyaman berbicara dalam kelompok," kata Olivia Pollock, pakar etiket dan penyelenggaraan acara dari Evite, dikutip dari HuffPost.

    Sebelum menyiapkan permainan tebak kata atau kuis, biarkan para tamu menentukan tingkat kenyamanan mereka dengan permainan tersebut. Daripada memaksakan berbagi cerita yang bisa terdengar seperti pertunjukan, buat playlist yang bermakna atau bersulang untuk merayakan kebersamaan.

    “Jika ingin menyampaikan rasa syukur, silakan, dan beberapa tamu akan berbicara secara alami, tetapi jangan menegur siapa pun yang tidak ingin berbagi. Sediakan juga kartu atau permainan agar para tamu dapat bermain jika mereka mau," tambah Pollock.

    Jika bertujuan ingin membangun koneksi dalam acara tersebut, stasiun interaktif seperti cocktail bar atau mocktail buatan sendiri jadi cara yang akan mengundang berbagai karakter tamu, dari mulai yang introver hingga ekstrover.

    Nah, itulah beberapa kebiasaan menjamu tamu yang diam-diam tidak disukai tamu. Semoga bermanfaat bagi kamu yang suka mengadakan acara di rumah atau yang sedang ingin menjadi tuan rumah dalam waktu dekat!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More